12 Desember 2011

Berbagi Karya

Nickname yang unik, Angga Pahlawan Kesiangan. Dia murid saya, menulis puisi ini dan memberikan kepada saya saat berpapasan di halaman sekolah, di bawah tiang bendera ketika sang Merah Putih berkibar di balik rerimbunan. 




Pahlawan Penuh Makna


Engkau seseorang yang penuh kata indah

Setiap katamu membangkitkan pikiran orang

Kata – katamu begitu memukau di pendengaran

Andai aku bisa menirukan caramu itu


Kau wanita yang penuh tantangan

Terlihat dari sorot mata seorang wanita yang perkasa

Kau juga sangat membela hak setiap orang

Jika itu benar lakukan saja!


Dan aku baru menemukan seorang pahlawan sepertimu

Keprofesionalanmu memang tak dapat diragukan lagi

Kau pantas untuk di kagumi

Wahai pahlawan penuh makna



14 September 2011

Hari Kunjung Perpustakaan14 September

Tanggal 14 September dinobatkan sebagai hari Kunjung Perpustakaan oleh Presiden Soeharto sejak tahun 1995 guna meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia yang tergolong masih rendah.

Dalam upaya meningkatkan kecerdasan bangsa yang selaras dengan jalur pendidikan formal diperlukan adanya sarana komunikasi informasi ilmu pengetahuan dan teknologi melalui perpustakaan. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sumber belajar di sekolah yang sangat penting untuk mewujudkan keberhasilan Tujuan Pendidikan Nasional.

Sebagai salah satu sumber belajar di sekolah, perpustakaan SMAN 7 Malang juga membantu tercapainya visi sekolah: Terpuji dalam Citra, Unggul dalam Prestasi. Perpustakaan berusaha menjadi tempat favorit bagi siswa dalam menunjang kegiatan belajar di sekolah. Selain tempat yang nyaman, ketersediaan akses informasi teknologi, dan penambahan buku-buku baru yang diminati siswa, juga diperlukan penyelenggaraan even-even yang mampu menarik minat siswa dalam membaca, menulis, dan mencintai buku guna menumbuhkembangkan literasi berpengetahuan, bersastra, dan berbudaya di sekolah.

Sehubungan dengan hal tersebut, momen hari Kunjung Perpustakaan 14 September 2011 ini kami jadikan perpustakaan SMAN 7 Malang sebagai “Rendezvous” bagi para siswa dalam kegiatan lomba mengulas cerpen berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Motto Lomba: Cinta pustaka, meningkatkan tradisi membaca-menulis dan memperluas cakrawala ilmu. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat membaca-menulis, serta memupuk generasi cinta buku.

Mari berkunjung ke perpustakaan. Mari membaca dan menulis, mari berliterasi dengan menyelami cakrawala pengetahuan, sastra, juga budaya.

28 Agustus 2011

Membuat Cake Loreng Gurun

Anda ingin membuat cake? Cobalah resep saya ini, Cake Loreng Gurun. Cara pembuatannya mudah. Cake ini biasanya saya buat setiap malam menjelang lebaran. Artinya, saya membuatnya setahun sekali. Sungguh langka dan "keramat" cake ini bagi saya 😄. Saya beri nama Cake Loreng Gurun karena komposisi warna dan pola yang tidak beraturan mirip dengan uniform militer spesifikasi gurun.
Prosedur Membuat Cake Loreng Gurung
Resep oleh Lilis Indrawati

Bahan :
* 300 gram margarin
* 250 gram gula pasir
* 1 sdm roombuttter
* 10 butir telur, pisahkan kuning dan putihnya
* 100 gram susu putih kental manis
* 300 gram tepung terigu
* 2 sdm cokelat bubuk
* 1 sdt vanili bubuk
* 1 sdt baking powder




Langkah-Langkah Pembuatan:

1. Panaskan oven dengan temperature sekitar 180 derajat Celcius
2. Siapkan loyang persegi ukuran 20 X 20 X 7 cm, bisa juga menggunakan loyang bulat dengan ukuran yang kurang lebih sama. Olesi loyang dengan margarin dan taburi
tepung terigu (agar tidak lengket saat digunakan memanggang), sisihkan.
3. Margarin dan gula pasir dimixer hingga pucat dan lembut
4. Masukkan roombutter, susu, vanili bubuk, dan kuning telur secara bertahap
sambil dimixer hingga rata.



5. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit, tambahkan baking powder dan aduk
sampai rata.
6. Putih telur dimixer sampai kaku, masukkan/campurkan ke dalam adonan dan aduk.


7. Siapkan adonan cokelat dengan cara:
Ambil 1/4 adonan letakkan dalam wadah, lalu tambahkan 2 sdm cokelat bubuk, aduk rata.

8. Tuangkan adonan putih dan cokelat ke dalam loyang secara bergantian dan proporsional (menggunakan sendok) sampai adonan habis kemudian aduk sebentar searah dengan jarum jam dan aduk lagi ke arah sebaliknya agar terbentuk pola loreng gurun.


9. Masukkan loyang ke dalam oven yang telah panas. Panggang selama 45 menit hingga matang dan berwarna kecoklatan. Bisa menggunakan oven tangkring maupun oven listrik. Jenis dan kualitas oven berpengaruh terhadap waktu pemanggangan. 
Tahap-tahap pembuatan komplet. Mudah kan? Cake Loreng Gurun siap dihidangkan di hari istimewa bersama keluarga dan para sahabat. Selamat mencoba.


24 Agustus 2011

Di Sini Aku Berkhayal tentang Laut


Sore ini
aku di sini
di antara dinding terbuka
menikmati waktu
yang bergerak 
namun tak tampak
dari senja 
menuju 
kelamnya malam

Dalam hening 
terdengar 
suara air
memberi tenang
memberi syahdu

Angin mendesau
menderu
dedaunan bergesek
pelepah nyiur beradu
hawa dingin 
menyeruak
aku berkhayal tentang ombak
yang menggulung lirih
lalu menghilang 
di tepi pantai  

Burung-burung dali 
bercuit-cuit 
terbang melintang 
berputar-putar
aku berkhayal 
tentang kapal-kapal 
bermunculan 
dari batas cakrawala
penumpang berduyun
menuruni geladak
yang berderak karena ombak

Dalam khayal 
aku bertanya
adakah 
penumpang 
yang kutunggu? 





18 Agustus 2011

Pelipur Lara

Himpitan dalam dada
Terlalu sesak
Menekan
Mendesak
Lalu kukatakan kepadaMu
“Aku ingin menangis tapi tak bisa”
Seketika kasihMu seolah mengguyur
Sejuk bagai gerimis di tengah kemarau
Dan air mataku tumpah
Di atas sajadah
:Biarkan aku menangis...

17 Agustus 2011

Dirgahayu Indonesia

Selasa, 16 Agustus 2011 pukul 10.30 WIB, sehari sebelum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah berurusan dengan "Mr. Bill" di kantor Telkom Kota Malang Jalan Ahmad Yani, saya dihadang gadis kecil berpakaian merah putih di pintu keluar. Ia menyodorkan selembar kertas putih berukuran 11x21 cm dengan latar gambar bendera yang tercabik di ujungnya. Saya ulurkan tangan menerima kertas itu dengan senyum sambil bertanya, “Kelas berapa Dek?” Agak tersipu dia menjawab, “Kelas enam.” Ya, gadis kecil kelas enam Sekolah Dasar (yang masih malu-malu) itu, memberi saya bahan renungan tentang kemerdekaan. Tulisan bergenre puisi tersebut (entah karya siapa), berjudul “Untuk Direnungkan…!!!” Isinya berupa ironi kemerdekaan. Tentang 66 tahun Indonesia merdeka, tentang penderitaan rakyat, tentang kesewenang-wenangan penguasa, dan kebobrokan birokrasinya. Lengkapnya seperti ini:

Untuk Direnungkan

Salam Merdeka…!!!
Ya… sudah 66 tahun kata merdeka itu menyeruak di sanubari bangsa ini
Sudah 66 tahun bangsa ini merdeka dari penjajah bangsa lain
Berarti, sudah 66 tahun bangsa ini menentukan nasibnya sendiri
Kiranya 66 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk berbenah… iya kan?
Tapi, kita masih banyak melihat warga yang tidak berdaya
Tapi, kita masih sering menyaksikan warga yang tertindas oleh hukum
Tapi, kita masih selalu disibukkan oleh kriminalitas
Tapi, kita masih akrab dengan berita bentrok dan pertikaian
Tapi, kita senantiasa disuguhi berita manipulasi dan korupsi para pejabat
Merdeka…???
Mungkinkah ini kemerdekaan yang diharapkan oleh Founding Father Negeri ini?
Bukankah kemerdekaan ini bertujuan mensejahterakan dan memakmurkan rakyatnya???
Ternyata, sebagian rakyat masih belum merdeka
Padahal bumi di negeri ini sangat kaya bagaikan zamrud katulistiwa
Wahai pemimpin negeri ini…
Lihatlah kami sebagai warga yang kau pimpin dan kau didik
Ajari kami dengan santun dan bijak
Bukan dengan kebohongan dan keserakahan
Niscaya manipulasi dan korupsi akan sirna
Dan… di sanalah mungkin kita dapatkan kemerdekaan yang sejati
Salam merdeka…!!!

Sayang ,saya tidak sempat berdialog dengan gadis kecil itu. Seandainya bisa, saya ingin bisikkan kepadanya (walaupun sebenarnya dia sendiri belum tentu mengerti arti kemerdekaan): “Dek, bangsa dan negara kita memang sedang sakit, tetapi bagaimana pun kondisinya, jangan pungkiri bahwa Indonesia telah merdeka. Para Pahlawan telah berjuang dan mengorbankan segalanya untuk martabat dan harga diri bangsa bernama kemerdekakan. Founding Father telah memberikan yang terbaik untuk negeri ini. Jangan kau tanya lagi arti merdeka, bertanyalah kepada diri sendiri, dengan apa kita isi kemerdekaan ini. Tentang Kaya-miskin dan baik-buruk, itu adalah kisah hidup sepanjang masa. Keberadaannya bagaikan sekeping mata uang yang saling berdekatan sisi-sisinya, tak akan terpisahkan. Dan selalu ada sebagai pelangi dalam kehidupan. Seperti tarikan napas kita yang tak pernah sama, demikianlah dunia. Kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, korupsi, dll adalah persoalan bangsa yang kompleks, yang tak seorang pemimpin pun sanggup mengatasinya dengan mudah. Bila saat ini Ibu Pertiwi sangat terluka, percayalah bahwa putra-putri terbaiknya tanpa henti mengusahakan kesembuhannya. Mari berikan doa tulus kita, karena Tuhanlah muara segala harap. Maaf Dek, kata-kata ini terlalu berat untukmu, seberat amanat yang dibebankan kepadamu. Terima kasih atas bahan renungan yang kau berikan. Terima kasih juga karena kau telah menjadi inspirasi saya."

"Dirgahayu Indonesia...!!!
Semoga engkau tetap eksis walaupun cinta bangsamu telah terkikis"


07 Agustus 2011

TRILOGI STANZA

: Kau, Bulan, dan Gazebo

KAU

Malam temaram
Bulan sempurna tersipu mengintai di langit dalam pesta cahaya
Pandangmu menghunjam laksana pasupati yang melesat
Menancap di tubuh Dewabrata dan tersungkur di padang Kurusetra
Yang didamba telah tiba
Disambutnya kekasih sejati pada ajalnya
Karena Dewi Amba
Telah menyatu dalam tikaman panah tepi Gangga


Dalam api yang menyala

Kau ungkap nyanyian jiwa
Seirama gemericik air sungai
Yang mengalir ke ujung muara
Gerimis rahasiakan desah
Berpacu dalam harmoni detak hati
Bulan di langit
Dendangkan tembang asmaradana


Malam telah jauh
Jarum jam menyulam sepi
Bulan berselimut awan
Kelam langit pun sehitam jelaga
Angin berdesir
Selembar daun kering jatuh
Tergolek di pembaringan
Kau dan aku bersenyawa dalam jiwa
 


BULAN

Setiap kali datang di belantara malam
Aku memandangnya pilu
Karena ia kabarkan tentang dirimu
Yang mengisi hari-hariku
Menerobos batas ruang dan waktu
Memancar redup di cakrawala kalbu
Hingga aku terbelenggu merindumu
Menapaki titian kasih di relung yang jauh


Tiada ujung batas untuk berlabuh
Laksana kuntum bunga mekar
Pada pohon patah tangkai
Tak mengaduh ia jatuh lalu kau rengkuh
Aku masih di sini
Tak penat menanti
Sampai malam pun pergi
Menyublim dalam mimpi abadi                                                       


GAZEBO


Inilah rendezvous terindah bagiku
Penuh daya magis
Laksana teluk kehidupan
Yang menarik angan dan harapan
Bersamamu
Lalu kepadamu aku berbisik:
Kau, bulan, dan gazebo
Adalah lukisan indah dalam hidupku




02 Agustus 2011

CARA MELIHAT SPESIFIKASI LAPTOP

Setelah makan sahur saya ditelepon seseorang nun jauh di sana, yang menanyakan bagaimana cara melihat spesifikasi laptop. Dia akan membeli laptop tetapi tidak tahu cara melihat spesifikasinya. Pertanyaan dan jawabannya sangat sederhana, tetapi tidak semua orang mengetahuinya. Biasanya calon pembeli menganggap sepele hal tersebut, bahkan mereka beranggapan spesifikasi Laptop yang dibeli pasti sama dengan yang ada di brosur, padahal banyak spesifikasi Laptop yang tidak sama dengan yang tertulis di brosur. Itulah yang memotifasi saya berbagi informasi ini semoga masih ada orang yang memanfaatkan postingan sederhana ini.

Kita dapat mengetahui spesifikasi hardware PC/laptop dengan berbagai cara. Windows telah menyediakan fasilitas untuk melihat spesifikasi PC/laptop. Dengan menggunakan system properties, direcx diagnostic tools, atau menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti cpu-z, dll. Berbagai cara bisa ditempuh untuk melihat spesifikasi PC/laptop, tetapi saya hanya menyampaikan dua hal yang biasa saya lakukan dengan menggunakan fasilitas yang telah tersedia:

Cara Pertama:

1. Klik Start, atau tekan logo windows + E, atau klik kanan tombol start lalu klik explore.
2. Klik kanan my Computer dan pilih properties, akan muncul tampilan ini:
(Ssstttt....!!! Ini spesifikasi laptop saya yang relatif sudah out of date)



Anda bisa melihat System properties yang menampilkan informasi tentang OS,Processor yang digunakan,dan berapa besar memory RAM.


Cara Kedua:

1. Klik tombol Start, lalu klik menu "run":



2. Atau dengan langkah alternatif: tekan logo windows + R akan muncul Jendela Run:



2. Di jendela Run (Open) ketik: dxdiag, seperti ini:




3. Klik Ok, maka akan muncul jendela DirectX Diagnostic Tool:



Nah.. dibandingkan dengan cara yang pertama Anda bisa melihat spesifikasi yang lebih lengkap di sini. Mulai dari OS ( Operation System ), Sound, Processor, Graphics Card, dsb. Jenis dan kapasitas VGA(Video Card) bisa dilihat di menu tab display. Semoga bermanfaat....
:)

30 Juli 2011

Ketinggalan Kereta



Menonton liputan tentang Thailand di Trans TV, saya teringat saat tertinggal di Hat Yai, salah satu di antara tiga kota besar Thailand yang berada di Provinsi Songkhla.

Kamis, 3 Maret 2011. Saya dan rombongan muhibah meninggalkan Sekolah Menengah Kebangsaan Cochrane di Kuala Lumpur pukul 14.00 waktu setempat (WIB +1). Perjalanan darat kami lanjutkan ke arah utara menuju Negeri Gajah Putih dengan menggunakan bus Malaysia. Kurang lebih 8 jam kami sampai di perbatasan. Saya dan rombongan harus turun dari bus untuk melengkapi administrasi meninggalkan wilayah Malaysia di Imigrasi Bkt. K.H. Changloon; lalu masuk wilayah Thailand melalui Imigrasi Sadao Thailand. Situasi sepanjang jalan sama saja dengan kota-kota kecil di Indonesia. Hanya bendera dan huruf Thai yang menyadarkan bahwa saya sedang berada di Thailand. Roda berputar sejauh 60 km meninggalkan perbatasan dan memasuki wilayah Hat Yai.

Hat Yai. Ya, di kota inilah saya tersesat, kejadian konyol yang saya alami menjelang tengah malam. Saat itu rombongan sedang makan malam (tepatnya makan ter malam) di sepanjang jalan pertokoan seperti Malioboro-nya Yogyakarta. Kedai makan berjajar, kami bebas memilih mana yang disukai. Saya memilih kedai orang melayu dengan menu ikan asam pedas (ada manisnya juga), full rempah, sangat familiar dengan lidah saya.

Saat mencecap asam-pedasnya makanan, saya teringat seorang teman yang tadi siang mengirim sms: "Ass. Masih di Indonesia kah" (Sent: Thursday, March 03 2011. 11:31 AM). Saya ingin membalas sms tersebut tetapi tidak bisa karena belum mengaktifkan kartu ponsel setempat. Selain itu saya juga mempunyai tanggungan kepada teman yang sedang bertugas di Surabaya. Dia meminta saya untuk mengirimkan data sehubungan dengan kepentingan sekolah. Lalu saya tinggalkan makanan yang belum selesai saya nikmati (urusan bayar sudah ada yang menanggung). Berbekal nomor ponsel wilayah Thailand yang sudah saya daftarkan kepada guide (meskipun belum aktif), saya "beredar" dengan pede-nya seorang diri, hunting layanan internet (modem saya incompatible di negeri jiran, hikss... :'( Sedangkan saya harus bisa kontak dengan Indonesia malam ini juga. Alhamdulillah, saya menemukan rental internet tidak jauh dari tempat mangkal teman-teman. Saya bisa mengirimkan data ke Surabaya via email dan menghubungi teman saya di Medan.

Setelah urusan beres, saya membayar jasa rental 20 bath, tetapi uang saya 1000 bath. Pemilik rental mengerutkan dahinya karena uang saya terlalu besar untuk biaya pemakaian yang terlalu kecil. Wanita itu berkata kepada saya dalam bahasa Thai (kira-kira menanyakan apakah saya punya uang kecil?) Saya tanya balik dengan bahasa Inggris. Dia tidak mengerti bahasa Inggris, sedangkan saya tidak mengerti bahasa Thailand. Akhirnya... dia menukarkan uang (entah kemana), saya menunggu tak menentu. Waktu saya terbuang di sini. Dan ketika saya kembali ke tempat makan, tak seorang pun teman saya ada di sana. Saya mencoba menghubungi melalui telepon, tetapi nomor ponsel saya tidak bisa difungsikan karena belum dilakukan aktivasi. Saya sedikit panik, yang sangat panik justru Ibu pemilik kedai tempat saya makan.

Ambassador...! Ya.. "Ambassador" adalah kata kunci yang bisa menuntun saya untuk "kembali ke jalan yang benar" dari "kesesatan" malam ini. Karena di hotel itulah kami akan melabuhkan bahtera mimpi yang tersisa.

Ibu pemilik kedai heboh berteriak-teriak memanggil suaminya yang sedang kongkow dengan teman-temannya, kira-kira 50 meter dari kedai. Seorang laki-laki berperawakan sedang menghampiri istrinya. Ada dialog yang kurang saya mengerti artinya, tetapi pada intinya: Ibu pemilik kedai meminta suaminya mengantarkan saya. Lelaki itu bertanya dalam bahasa Melayu: "Nak mana awak  pegi?" "Ambassador Hotel" jawab saya singkat. Beliau pergi beberapa saat lalu kembali dengan mengendarai mobilnya, dan buru-buru mempersilakan saya masuk. Saya meminta izin kepada istrinya dan diberi isyarat anggukan. Tanpa pikir panjang saya masuk ke dalam mobil dengan membaca "Bismillah" (saya duduk di kursi tengah sebelah kiri, membentuk garis diagonal dengan pengemudi).


Jalanan sepi, di dalam mobil senyap, tanpa kata-kata. Saya gamang dalam suasana seperti itu. Akhirnya saya memulai perbincangan, apa saja yang terlihat di sepanjang jalan saya tanyakan. Bapak yang mengantar saya menjawabnya dengan penuh kesabaran. Saya sedikit merasa lega. Ketika konsentrasi beralih kepada tujuan semula, yaitu mencari rombongan, saya kembali panik. Ke mana mobil ini mengarah? Sampai kapan? Lima puluh kilo meter bukan jarak yang dekat dalam situasi seperti ini. Tidak ada tanda-tanda akan bertemu rombongan, sementara mobil yang saya tumpangi juga melaju entah ke mana.


Di tengah ketidakpastian tujuan, saya bertekad untuk tetap "survive". Dan....tiba-tiba berdesir rasa hati saya: dalam sorot lampu jalan terlihat bus dengan dominasi warna hijau, Bas Pesiaran Malaysia, melintas di jalur seberang, berlawanan arah dengan mobil yang saya tumpangi. Sontak saya meminta Bapak untuk berbalik haluan. "Mungkin itu Pak. Kita balik", kata saya sambil menunjuk ke arah bus yang melesat. Walaupun ragu-ragu, Bapak mencari arah jalur putar balik yang cukup jauh. Ketika mobil berada pada jalur yang searah, bus sudah di luar jangkauan pandang saya. Bapak menambah kecepatan laju mobilnya.

Saya mengambil keputusan "gambling". Apabila arah yang saya tempuh salah, berarti saya menghabiskan malam di jalanan. Perasaan harap bercampur cemas mempertajam suasana tegang. Saya kehilangan selera bicara. Berpuluh kilometer mobil melaju dalam kebisuan. "Kite balik kedai", kata Bapak memecah kesunyian. Saya tetap diam dan merasa putaran roda mobil semakin lambat. "Alhamdulillah...", Bapak berseru sambil menunjuk ke depan. "Alhamdulillah...", ucap saya setengah menjerit. Bapak memperlambat mobilnya, tampak bus berhenti di sisi jalan. Kawan saya, dua orang laki-laki turun dari bus,  menyeberang jalan menuju kedai tempat saya makan beberapa jam yang lalu. Mobil terus berjalan memutar balik menuju kedai. Istri Bapak berteriak bahagia (saya juga bahagia, walaupun tak mampu berteriak). Entah apa yang dirasakan kawan saya itu, mereka tampak tersenyum tapi terasa tidak begitu manis.

Saya mendekat ke arah Bapak dan bertanya pelan, "Berapa saya harus mengganti kerugian Bapak?". Tetapi Beliau mengatakan bahwa Tuhanlah yang menolong saya melalui beliau. Lalu saya mengucapkan terima kasih dan ingin menjabat tangannya, tetapi beliau mengatupkan kedua telapak tangan di dadanya. Saya terharu, tak mampu menahan butiran air mata yang meronta keluar.


Bus melaju menuju Hotel Ambassador, The Amazing Thailand *****


04 April 2011

Kumpulan Lirik Lagu Favorit


How Deep Is Your Love

(Bee Gees )

I know your eyes in the morning sun
I feel you touch me in the pouring rain
and the moment that you wander far from me
I wanna feel you in my arms again.

And you come to me on a summer breeze
Keep me warm in your love then you softly leave
and it's me you need to show
How deep is your love

(Chorus)
How deep is your love, how deep is your love?
I really mean to learn
Cause we're living in a world of fools
Breaking us down when they all should let us be
We belong to you and me.

I believe in you
You know the door to my very soul.
You're the light in my deepest darkest hour
You're my saviour when I fall

And you may not think I care for you
When you know down inside that I really do
and it's me you need to show
How deep is your love?
(Chorus)
--------------------------------------


How Can I Tell Her
by Lobo

She knows when I am lonesome
She cries when i am sad
She's up in the good times
She's down in the bad
Whenever I am discouraged
She knows what to do
But girl...
She doesn't know about you
I can tell her my troubles
She makes them all seem right
I can make up excuses
Not to hold her at night
We can talk about tomorrow
I'll her things i wanna do
But girl...
How can I tell her about you
How can I tell her about you
Girl, please tell me what to do
erythings seems right whenever I'm with you
So girl, won't you tell, how to tell her about you
How can I tell her I don't miss her
Whenever I am away
How can I say it's you I think of
Every single night and day
But when is it easy
Telling someone the truth
Oh girl, help me tell her about you
How can I tell her about you
Girl, please tell me what to do
Everything seems right whenever I'm with
So girl, won't you tell, how to tell her about you
Girl, please tell me what to do
Everythings seems right whenever I'm with you
--------------------------------------


You're the Inspiration
Chicago

You know our love was meant to be
The kind of love that lasts forever
And I want you here with me
From tonight until the end of time
You should know, everywhere I go
You're always on my mind, in my heart
In my soul, Baby
(Chorus)
You're the meaning in my life
You're the inspiration
You bring feeling to my life
You're the inspiration
Wanna have you near me
I wanna have you hear me sayin'
No one needs you more than I need you
And I know, yes I know that it's plain to see
We're so in love when we're together
Now I know that I need you here with me
From tonight until the end of time
You should know, everywhere I go
Always on my mind, in my heart
In my soul
(Repeat Chorus)
Wanna have you near me
I wanna have you hear me sayin'
No one needs you more than i need you
You're the meaning in my life
You're the inspiration
You bring feeling to my life
You're the inspiration
When you love somebody 'til the end of time
When you love somebody
always on my mind
No one needs you more than I.
When you love somebody 'til the end of time
When you love somebody
always on my mind
I need you...
--------------------------------------

Paint My Love
Artist: Michael Learns To Rock

(jascha richter)

From my youngest years
Till this moment here
I’ve never seen
Such a lovely queen

From the skies above
To the deepest love
I’ve never felt
Crazy like this before

Chorus:
Paint my love
You should paint my love
It’s the picture of a thousand sunsets
It’s the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love

Been around the world
Then I met you girl
It’s like comming home
To a place I’ve known

Chorus:
Paint my love
You should paint my love
It’s the picture of a thousand sunsets
It’s the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love

Since you came into my life
The days before all fade to black and white
Since you came into my life
Everything has changed

Which Bridge to Cross

I've got two loves in my life now
A true love and one that's brand new
I'm not really sure that I know how
To love one and tell one we're through

Chorus:
I can't sleep at night, I toss and turn
I keep losing sight of lessons I've learned
I'm standing at the crossroads with just one concern
Which bridge to cross and which bridge to burn

I knew this was wrong, I didn't listen
Cause a heart only knows what feels right
Oh I need to reach a decision
And get on with the rest of my life

Repeat Chorus
--------------------------------------


There's Not Much Love Here Anymore
(Vince Gill)

Rain rain come on down
You're so welcome at my door
Come on down and ease the pain
I never hurt this bad before

Tears keep falling from my eyes
And all I do is walk the floor
It ain't too hard to realize
There's not much love here anymore

Rain rain come blowin' in
Wash these tears away again
Leavin's cut me to the core
There's not much love here anymore

Rain rain come blowin' in
Wash these tears away again
Leavin's cut me to the core
There's not much love here anymore

Rain rain come blowin' in
Wash these tears away my friend
Leavin's cut me to the core
There's not much love here anymore
--------------------------------------


I Don't Like To Sleep Alone
(PAUL ANKA )

I don't like to sleep alone
Stay with me, don't go
Talk with me for just a while
So much of you to get to know
Reaching out touching you
Leaving all the worries far behind
Loving you the way I do
My mouth on yours and yours on mine
Marry me, let me live with you
Nothing's wrong and love is right

Like a man said in his song
"Help me make it through the night"
Loneliness can get you down
When you get to thinkin' no one cares
Lean on me
(And I'll lean on you)
Together we will see it through

No, I don't like to sleep alone
It's sad to think some folks do
No, I don't like to sleep alone
No one does
Do you

(I don't like to sleep alone)
No one does
Do you
--------------------------------------

When You Came Into My Life
scorpions

You give me your smile
A piece of your heart
You give me the feel I've been looking for
You give me your soul
Your innocent love
You are the one I've been waiting for
I've been waiting for

We're lost in a kiss
A moment in time
Forever young
Just forever, just forever in love

When you came into my life
It took my breath away
It was love at first sight
All the way
When you came into my life
The world was not the same, oh no
Cause your love has found it's way
Into my heart, oh yeah

You make me dream
By the look in your eyes
You give me the feel, I've been longing for
I've been longing for so long

When you came into my life
It took my breath away
You set my heart on fire
All the way
When you came into my life
The world was not the same, oh no
Cause your love has found it's way
Into my heart

Just forever in love

When you came into my life
It took my breath away
And was love at first sight
All the way

When you came into my life
It took my breath away
You set my heart on fire
I never felt that way
When you came into my life
The world was not the same, oh no
Cause your love has found it's way
Into my heart

When you came into my life
--------------------------------------

Right Here Waiting For
Richard Marx


Oceans apart
Day after day
And I slowly grow insane
I hear your voice
On the line
But it doesnt stop the pain

If i see you next to never
Well how can we stay forever
(chorus)

Wherever you go whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes or how my heart breaks
I will be right here waiting for you
I took for granted all the times
That i thought would last somehow
I hear the laughter
I taste the tears
But i cant get near you now

Oh cant you see it baby
You got me going crazy
(chorus)

I wonder how we can survive
This romance
But in the end if im with you
I'll take the chance
Oh cant you see it baby
You got me going crazy
(chorus)

Waiting for You.
--------------------------------------

Will You Still Love Me Tomorrow
(Lobo)

Tonight you're mine completely
You give your love so sweetly
Tonight the light of love is in your eyes
But will you love me tomorrow?
Is this a lasting treasure
Or just a moment's pleasure?
Can I believe the magic of your eyes?
Will you still love me tomorrow?
Tonight with words unspoken
You'll say that I'm the only one
But will my heart be broken
When the night meets the morning sun?
I'd like to know that your love
Is love I can be sure of
So tell me now and I won't ask again
Will you still love me tomorrow?
I need to know
Will you still love me tomorrow?
--------------------------------------


I'd Love You To Want Me
(Lobo)

When I saw you standing there
I about fell off my chair
When you moved your mouth to speak
I felt the blood go to my feet
Now it took time for me to know
What you tried so not to show
Something in my soul just cried
I see the want in your blue eyes

Chorus :
Baby, I'd love you to want me
The way that I want you
The way that it should be
Baby, you'd love me to want you
The way that I want to
If you'd only let it be

You told yourself years ago
You'd never let your feelings show
The obligation that you made
For the title that they gave

When I saw you standing there
I about fell off my chair
When you moved your mouth to speak
I felt the blood go to my feet
Now it took time for me to know
What you tried so not to show
Something in my soul just cried
I see the want in your blue eyes

Chorus :
Baby, I'd love you to want me
The way that I want you
The way that it should be
Baby, you'd love me to want you
The way that I want to
If you'd only let it be

You told yourself years ago
You'd never let your feelings show
The obligation that you made
For the title that they gave
--------------------------------------

Don't Tell Me Goodnight
(Lobo)

Lying there beside me
With your head resting on my arm
Your body feels so warm
And your hair smells like a Sunday morning
I feel you moving closer
And I know what you're gonna say

But girl there's just no way
I'll ever like what you'll be saying
Don't tell me goodnight
It makes me feel so empty inside
And if only I could I wouldn't sleep at all
Don't tell me goodnight

Just let me drift off slowly away
And dream of you
You reach out and you touch me
Just to let me know you're there
And I can feel your hair
And somehow I don't feel like sleeping
--------------------------------------

Dreaming of You
(- Rachelle Ann Go -)

Late at night when all the world is sleeping
I'd stay up and think of you
And I'd wish on a star
That somewhere you are thinking of me too

Cuz I'm dreaming of you tonight
Till tomorrow, I'll be holding you tight
And there's nowhere in the world I'd rather be
Then here in my room,
Dreaming about you and me

Wonder if you even see me
And I wonder if you know I'm there
If you looked in my eyes
Would you see what's inside?
Would you even care?

I just wanna hold you close
But so far, all I have are dreams of you
So, I wait for the day and the courage to say
How much I love you(Yes, I do)

I'll be dreaming of you tonight
Till tomorrow, I'll be holding you tight
And there's nowhere in the world I'd rather be
Then here in my room,
Dreaming about you and me

Ahhh...I can't stop dreaming of you
Ahhh...I can't stop dreamin

Late at night when all the world is sleeping
I'd stay up and think of you
And I still can't believe that you came up to me
And said, "I love you; I love you too"

Now I'm dreaming with you tonight
Till tomorrow, and for all of my life
And there's nowhere in the world I'd rather be
Then here in my room,
Dreaming with you endlessly...
And I'll be holding you tight
--------------------------------------

Love Me Tender
Elvis Plesley

Love me tender,
love me sweet,
never let me go.
You have made my life complete,
and I love you so.

Love me tender,
love me true,
all my dreams fulfill.
For my darlin' I love you,
and I always will.

Love me tender,
love me long,
take me to your heart.
For it's there that I belong,
and we'll never part.

Love me tender,
love me true,
all my dreams fulfill.
For my darlin' I love you,
and I always will.

Love me tender,
love me dear,
tell me you are mine.
I'll be yours through all the years,
till the end of time.

Love me tender,
love me true,
all my dreams fulfill.
For my darlin' I love you,
and I always will.

(When at last my dreams come true
Darling this I know
Happiness will follow you
Everywhere you go).

30 November 2010

Pak Pos, Saya Rindu Menulis Surat…(Bagian II)

2. Cuplikan Surat-Surat dari Murid Saya di Madura
(Bagian II)


11. Dari Athirta Irjatmiko

“Dengan surat ini semoga hati Ibu yang sedih menjadi bahagia dan jika gelisah menjadi tenang. Semoga Ibu sehat dan selalu dalam lindungan Allah swt. Ibu, dalam hari-hari bersama kami, tentu banyak kenangan bahagia dan pedih yang bersatu. Dengan saling memaafkan, kenangan pahit dapat terlupakan. Kini Ibu telah pergi demi tugas, dengan sejuta kenangan yang membekas di hati. Terima kasih atas bimbingan, binaan, dan didikan Ibu kepada kami. Ilmu telah kudapatkan, tapi hanya kata-kata ini yang bisa aku persembahkan:

Seorang Ibu melangkah
Menuju kota Berteman
Merangkai perjalanan
Demi tugas dan kewajiban
Hari-harimu berlalu
Mengukir sebuah kenangan
Bibirmu selalu tersenyum
Namun jiwamu risau
Karena cinta kau tinggal jauh

Saya tidak tahu bagaimana perasaan Ibu setelah membaca untaian kata tersebut, tetapi saya berharap Ibu tersenyum membacanya, karena dengan tersenyum Ibu semakin kelihatan manis…”

12. Dari Saheriyanto

“Hari ini, 6 Januari 2004. Ibu telah melewati masa pengabdian selama 7 tahun 7 bulan di Pulau Garam, di SMAN 1 Pamekasan. Kini Ibu telah meninggalkan kami, menuju tempat tugas dambaan Ibu. Saya sebenar-benarnya sangat sedih dan haru. Semoga di tempat yang baru Ibu sangat menyukainya, saya ingin Ibu tetap bahagia seperti saat bersama kami. Guruku yang tulus memberikan ilmu, terima kasih atas segalanya, terima kasih telah membuka pintu hati kami untuk mengerti hakikat hidup yang sesungguhnya. Ibu guru yang kucintai, maafkanlah apabila tingkah laku kami selama di kelas atau pada waktu berpapasan di jalan kurang berkenan. Ibu, malam ini sudah larut. Saya hanya bisa mengucap selamat berpisah. Satu yang tak dapat kulupa, engkau guruku yang penuh sukacita. Rasanya saya ingin bertemu walau hanya sebentar, ingin belajar bersamamu walau hidup dalam mimpi…”

13. Dari Indra Wahyudi, Jalan Raya Blumbungan No. 9 Pamekasan

“ Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu karena dengan bimbingan Ibu, saya mengerti arti kehidupan yang sebenarnya. Pengalaman mengajar di di Pamekasan janganlah membuat ibu menyesali jalan hidup. Selamat bertugas di tempat yang baru, saya berharap suatu saat nanti bisa bertemu dengan Ibu lagi. Apabila selama ini saya pernah membuat luka perasaan Ibu, saya mohon maaf. Saya berdoa untuk kebahagian Ibu, dan saya mohon doa restu untuk kesuksesan saya, Ibu…”

14. Dari Moh. Reza Bahrezi

“ Selamat malam, petang, sore, siang, pagi. Saya ingin mengucap salam itu setiap waktu untuk Ibu. Apa kabar? Sejak saya dengar Ibu akan pindah tugas, pada siang itu hati saya terasa pedih. Menetes air mata saya. Semua itu pertanda bahwa Ibu tidak boleh pergi meninggalkan saya. Tapi saya tidak boleh egois untuk kebahagiaan Ibu. Karena Ibu juga punya tanggung jawab yang besar di lain hal. Terima kasih Ibu, telah mendidik, membimbing, menasihati, mengayomi, dan menyemangati saya untuk menjadi nomor satu. Masih ingatkah, ketika Ibu mengumumkan hasil ulangan ke-3 dan ke-4, Ibu menyatakan bahwa hasil ulangan saya “bagus”, hati saya sangat senang dan saya merasa punya arti. Setiap menulis, saya teringat Ibu yang selalu berpesan untuk memperhatikan EYD, tanda baca, tulisan yang jelas, dan pilihan kata yang benar. Jangan lupakan simphoni masa lalu di SMA bersamaku, Ibu… jadikan semua ini sebagai kisah klasik di masa depan. Semoga Ibu bahagia di tempat yang baru, dan senantiasa dalam lindungan Allah swt. Saya berharap dapat bertemu Ibu di lain waktu, di lain kesempatan, dan saya ingin melihat Ibu tetap tersenyum…”

15. Dari Dedi Novianto

“Ibu, walaupun Ibu tidak mengajar kami lagi, tapi insya Allah saya akan tetap ingat dan mematuhi pesan Ibu untuk patuh dan hormat kepada guru pengganti Ibu, siapa pun orangnya. Walaupun sebenarnya guru penggantinya tidak seperti Ibu dalam mengajar kami. Saya berdoa semoga semua yang Ibu ajarkan menjadi ilmu yang bermanfaat. Saya berdoa untuk kebahagiaan Ibu, dan saya mohon doa kepada kedua orang tua saya juga memohon doa Ibu untuk keberhasilan saya. Mohon maaf atas semua kesalahan saya, Dedi Novianto nomor presensi 17 kelas 3 IPS-3”

16. Dari Dwi Purnomo Ramadhani

“ Ini surat penghantar untuk mengucapkan salam perpisahan. Perpisahan yang sangat tidak saya inginkan, tapi harus terjadi agar Ibu bisa bersatu dengan keluarga di Malang. Saya mohon maaf karena pernah membuat Ibu marah. Walaupun Ibu hanya marah melalui bahasa dan tanpa teriakan, tapi saya sangat menyesal. Pemberian maaf Ibu sangat berarti bagi saya dalam menjalani kehidupan kini dan masa depan. Selamat jalan Bu, saya selalu berdoa semoga Ibu selalu dalam lindungan-Nya serta sukses dalam segala hal. Saya mohon doa dari Ibu agar berhasil juga dalam segala hal. Terima kasih telah mengajari dan mendidik kami untuk menjadi tangguh dalam menjalani hidup, serta memiliki kepribadian yang matang. Jangan lupakan kami Bu, karena kami tidak akan pernah melupakan Ibu…”

17. Achmad Fajar

“Ibu Lilis yang saya sayangi, berat rasanya saya kehilangan Ibu, karena Ibu telah membuat saya bangga masuk jurusan IPS, Ibu menguatkan kami dengan memotivasi-motivasi. Ibu Lilis yang saya sayangi, sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan, tetapi saya tidak mampu mengutarakan dengan tulisan karena saya tidak bisa menahan air mata yang turun terus menerus saat saya menulis surat ini. Mungkin dengan foto ini Ibu akan mengingat saya. Jangan lupakan saya Bu, jangan lupakan kami, kenanglah kami di hati Ibu. Maafkan kami bila pernah membuat Ibu kesal atau kecewa, tetapi kami tidak pernah melakukankesalahan itu dengan sengaja. Maafkan kami Bu, maafkan kami…”

18. Dari Nurhatim

“Semoga rahmat dan hidayah Allah tetap mengiringi langkah diri dan keluarga Ibu selalu. Amien. Berat rasa hati ini melepas kepergian Ibu, pergi meninggalkan kami menuju tempat tugas yang baru. Saya, Nurhatim kelas 3 IPS 2 nomor 32 (semoga Ibu tidak lupa). Saya tidak akan melupakan Ibu, tidak akan melupakan jasa Ibu. Tidak lupa saya mengucapkan kata maaf jika saya pernah melakukan kesalahan ketika kita masih bersama. Saya memohon kepada Allah swt agar segala ilmu yang Ibu ajarkan selalu bermanfaat bagi perjalanan hidup saya menuju kesuksesan. Saya mohon doa restu Ibu agar tujuan dan cita-cita hidup saya dapat tercapai dengan baik. Semoga di lain kesempatan saya dapat berjumpa lagi dengan Ibu, ibuku yang baik…”

19. Dari Febry Kurniawan
“Perpisahan ini sangat menyedihkan karena banyak hal yang tidak akan dapat kami lupakan dari Ibu yang teguh memegang prinsip dan berwawasan luas. Telah banyak yang Ibu dapatkan di sini, pengalaman, teman, dan hal lain yang menyenangkan bahkan menyakitkan. Namun kami memohon agar Ibu dapat melupakan semua yang menyakitkan. Dan jadikan semua kebaikan sebagai kenangan yang indah, sebagaimana saya mengenang Ibu yang selalu tersenyum. Ibu telah dan pernah menjadi bagian dari komponen masyarakat Madura yang turut memberi warna waru dalam kehidupan Ibu. Saya tahu akan ada hal yang membahagiakan Ibu, yaitu kepulangan Ibu di tengah keluarga. Namun saya sebagai anak yang mencintai Ibu berharap agar Ibu tidak akan pernah melupakan kami…”

20. Ahmad Syaifur Rahman

“Ibu Guruku yang saya kagumi, kenangan bersama Ibu adalah kenangan manis yang sulit untuk dilupakan. Karena saya sungguh terkesan dengan cara Ibu menghadapi kami saat di kelas maupun kala jumpa di jalan. Pengorbanan Ibu sungguh berarti bagi kami. Tapi saat ini saya tidak bisa bertemu Ibu lagi. Semoga di tempat tugas yang baru, Ibu mendapatkan anak didik yang lebih baik dari kami. Ibu Guruku tercinta, selamat berpisah, surat ini sebagai tanda hormat saya untuk Ibu…”

(Bersambung...)

29 November 2010

Pak Pos, Saya Rindu Menulis Surat…

1. Cuplikan Surat-Surat dari Murid Saya di Madura
(Bagian I)


Di era komunikasi global yang serba modern dan canggih, jasa pelayanan pos mulai ditinggalkan. PT Pos kalah bersaing dengan jasa kurir swasta maupun perkembangan teknologi informasi seperti HP, e-mail, dan jejaring sosial yang berbasis internet, serta multimedia lain yang mampu mengirim dan menerima informasi dengan sangat cepat. Di saat seperti ini saya ingin mengingatkan bahwa Pak Pos masih ada, masih eksis, dan tetap setia melayani masyarakat dalam jasa persuratan dan pelayanan lainnya.

“Pak Pos, saya rindu menulis surat. Saya ingin membalas surat murid-murid saya yang pernah Bapak antar ke rumah saya.”

Semoga saya tidak GR (gedhe rasa) setiap membaca kembali surat-surat dari murid saya yang dikirim melalui jasa Pak Pos selama kurun waktu 7 tahun. Inilah cuplikannya:

1. Dari Esha Pradana

“Masih ingatkah Ibu dengan saya, Esha Pradana? Saya yakin Ibu masih ingat kepada saya, dan semoga tetap ingat sampai di masa yang akan datang. Saya masih terkenang ketika Ibu pertama kali datang ke Madura: Ibu takut carok. Jangan takut lagi, Ibu… Budaya carok hanya terjadi pada masyarakat Madura primitif, tidak pada kami yang terpelajar ini. Sekarang Ibu meninggalkan kami. Akan tetapi saya berharap agar perpisahan ini tidak untuk selamanya, Kita pasti dapat bertemu kembali, entah kapan… Kami akan selalu merindukan Ibu”

2. Dari Nur Prayogo Fajri

“Ibu Lilis yang baik dan sabar, saya merasa kehilangan sekali sosok guru seperti Ibu, yang bisa sabar dalam menghadapi murid-murid IPS 4 yang bandel dan nakal. Ibu Lilis, saya berharap mudah-mudahan Ibu sehat wal afiat.Hal lain yang sangat berkesan bagi saya, Ibu selalu memberi point dalam setiap partisipasi saya. Ibu sangat hafal dengan judul-judul karya sastra dan nama pengarangnya. Ibu selalu bersemangat jika berbicara tentang sastra. Setiap perjumpaan ada perpisahan, karena semua itu sudah kodrat alam yang harus kita jalani dalam hidup ini. Saya berharap Ibu tidak pernah menyesal mempunyai murid seperti saya. Terima kasih, karena Ibu telah bisa sabar dalam membina kami. Mohon maaf jika ada salah dari kami,Ibu…”

3. Dari Moh. Ambari

“Saya dengan rasa berat hati mengucapkan salam perpisahan kepada Ibu. Apabila saya pernah menyakiti hati Ibu, maafkan saya Ibu. Kelas 3 IPS-3 nakal, tapi Ibu tidak mengatakan kami nakal. Dengan perlakuan Ibu seperti itu, kami mati langkah di hadapan Ibu. Saya akan menyimpan kenangan bersama Ibu sepanjang hidupku. Jangan lupakan kami 3 IPS-3 Ibu.. Meskipun kini kita jauh dan berpisah, semoga Ibu tetap mengingat kenangan bersama kami. Kami di sini merindukan Ibu. Perpisahan ini sangat menyedihkan hati kami, tapi saya berdoa semoga Ibu bahagia…”

4. Dari Apendi Shondhar Kurniawan

“Mengapa Ibu meninggalkan saya? Saat ini saya membutuhkan guru yang mengerti cara belajar saya. Ibu bisa mengerti saya dan menerima segala kekurangan saya. Kalau saja waktu dapat diputar, saya ingin duduk di kelas 3, tahun kemarin. Sehingga Ibu bisa menemani saya sampai lulus. Perpisahan ini sangat berat bagi saya. Tapi saya tetap berdoa semoga Ibu sukses dalam menjalankan tugas dan mendapatkan murid yang baik di tempat yang baru. Kami juga mohon doa restu Ibu, semoga kami lulus dan sukses di masa depan. Ibu, jika Allah swt mengijinkan, muridmu tersayang ini akan mencari Ibu kelak… ”

5. Dari Ika Sayyidatul Husna

“Ibu, tak ada kata yang dapat saya ucapkan untuk melepas kepindahan Ibu. Dan tak ada hadiah yang dapat saya berikan, hanyalah ucapan “Selamat jalan, selamat melanjutkan kewajiban sebagai guru di tempat tugas yang baru”. Selama ini banyak kesan yang kami rasakan. Ibu baik dan ramah. Ibu tabah menghadapi kami. Ibu sangat teliti dalam memeriksa tugas, Ibu selalu melingkari setiap kesalahan tulisan dengan tinta merah. Sehingga kami tahu dan dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Ibu adalah segalanya: penghibur dalam kesedihan, pemberi harapan dalam penderitaan, membangkitkan kekuatan dalam kelemahan. Hanya Ibu yang dapat memahami arti kasih sayang dan bahagia. See you ‘n don’t forget me..”

6. Dari Nurul Hidayati

“ Tak banyak yang bisa saya sampaikan kepada Ibu. Kenangan indah bersama Ibu telah kubingkai dalam hati. Dorongan, dukungan, dan pesan Ibu akan menjadi cambuk bagi saya untuk maju. Saya senang cara Ibu mengajar, membuat saya bersemangat, berusaha, dan terus mencoba. Ibu telah membuka hati saya untuk melihat betapa perlunya perjuangan hidup. Jika selama ini ada salah kata dan perbuatan, saya mohon maaf karena lidah bagai pedang tajam yang menyakiti walau tanpa mengeluarkan darah. Saya tidak punya apa-apa untuk membalas kebaikan Ibu, tetapi saya punya doa untuk kebahagiaan Ibu sekeluarga. 'Bukan hanya suka cita yang menjadi tujuan hidup kita, tetapi berbuat dan berjuang agar setiap hari lebih maju daripada hari yang mendahuluinya'... ”

7. Dari Widiya Kusuma Dewi

“Saat pertama Ibu mengajar, saya takut karena Ibu sering mengkritik saya dan teman-teman. Tapi akhirnya kami menyadari kekurangan dan kesalahan itu, terutama dalam pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sampai akhirnya, saya sudah menganggap Ibu seperti orang tua saya sendiri. Selama belajar bahasa Indonesia, belum pernah saya serajin tahun ini. Ibulah yang memacu semangat saya. Sekarang Ibu pindah tugas, dan saya kangen. Saya berharap jika Ibu datang ke Pamekasan, saya bisa bertemu Ibu…”

8. Dari Mariyatul Kiptiyah

“ Apa kabar, Ibu? Saya berharap Ibu baik-baik saja dan selalu dalam lindungan-Nya. Sebenarnya berat bagi saya untuk melepaskan Ibu. Tapi, seperti yang pernah Ibu katakan bahwa perpisahan ini bagai keping misteri yang memilki dua sisi: sedih dan bahagia. Ibu bersedih karena meninggalkan kami, tapi Ibu juga bahagia karena bisa kembali di tengah keluarga. Maka dengan perpisahan ini saya berharap Ibu bahagia, tidak lagi seperti segi tiga sama sisi yang saling berjauhan sudut-sudutnya. Saya bisa merasakan kebahagian Ibu dalam linangan air mata saya. Satu hal yang sangat saya ingat, Ibu selalu memotivasi kami untuk belajar dan bedoa. Saya mohon, Ibu juga berkenan mendoakan kami agar meraih sukses di masa yang akan datang. Terima kasih atas semuanya, Ibu akan selalu hidup dalam kenangan kami…”

9. Dari Laksmana Jaka Weidy

“ Dan… Smile donk Bu… :) !! Saya merasa sangat sedih dan kehilangan atas kepindahan Ibu. Bagi saya Ibu memiliki ciri khas tersendiri. Sosok yang sederhana, apa adanya, tidak muluk-muluk, tidak pilih kasih, dan yang paling membuat saya salut adalah KETANGGUHAN Ibu. Saya menilai Ibu wanita yang kuat baik fisik maupun batin. Ibu wanita kedua yang tangguh setelah Ibu saya, tegar dalam menjalankan tugasnya. Mmmhh…. Sekarang sudah jam 23.45 Ibu, mata saya sudah menguncup. Tidak ada yang bisa saya berikan pada Ibu, tapi yang jelas doa saya selalu menyertai kemana pun Ibu pergi. Jaga diri baik-baik ya Bu, semoga selalu dalam lindungan-Nya. Doakan saya bisa meraih cinta-cita saya sebagai desainer ya Bu…”

10. Dari Afaf Thalib

“Entah dari mana saya harus memulai surat ini. Yang saya rasakan saat ini adalah kehilangan sosok guru yang selama ini saya kagumi dan saya hormati. Banyak kesan yang Ibu lekatkan di hati kami. Ibu sangat memperhatikan kami, dan perhatian Ibu tanpa kecuali. Dalam setiap jumpa di kelas, Ibu bisa ciptakan suasana bahagia, sedih, haru, lucu, dan lain-lain. Saat ini tak ada lagi suasana itu. Saya kehilangan. Saya kangen Ibu..”

(Bersambung…)

2. Cuplikan Surat-Surat dari Murid Saya di Madura
(Bagian II)


11. Dari Athirta Irjatmiko

“Dengan surat ini semoga hati Ibu yang sedih menjadi bahagia dan jika gelisah menjadi tenang. Semoga Ibu sehat dan selalu dalam lindungan Allahswt. Ibu, dalam hari-hari bersama kami, tentu banyak kenangan bahagia dan pedih yang bersatu. Dengan saling memaafkan, kenangan pahit dapat terlupakan. Kini Ibu telah pergi dengan sejuta kenangan yang membekas di hati. Terima kasih atas bimbingan, binaan, dan didikan Ibu kepada kami. Ilmu telah kudapatkan, tapi hanya kata-kata ini yang bisa aku persembahkan:

Seorang Ibu melangkah
Menuju kota Berteman
Merangkai perjalanan
Demi tugas dan kewajiban
Hari-harimu berlalu
Mengukir sebuah kenangan
Bibirmu selalu tersenyum
Namun jiwamu risau
Karena cinta kau tinggal jauh


Saya tidak tahu bagaimana perasaan Ibu setelah membaca untaian kata tersebut, tetapi saya berharap Ibu tersenyum membacanya, karena dengan tersenyum Ibu semakin kelihatan manis…”

12. Dari Saheriyanto

“Hari ini, 6 Januari 2004. Ibu telah melewati masa pengabdian selama 7 tahun 7 bulan di Pulau Garam, di SMAN 1 Pamekasan. Kini Ibu telah meninggalkan kami, menuju tempat tugas dambaan Ibu. Saya sebenar-benarnya sangat sedih dan haru. Semoga di tempat yang baru Ibu sangat menyukainya, saya ingin Ibu tetap bahagia seperti saat bersama kami. Guruku yang tulus memberikan ilmu, terima kasih atas segalanya, terima kasih telah membuka pintu hati kami untuk mengerti hakikat hidup yang sesungguhnya. Ibu guru yang kucintai, maafkanlah apabila tingkah laku kami selama di kelas atau pada waktu berpapasan di jalan kurang berkenan. Ibu, malam ini sudah larut. Saya hanya bisa mengucap selamat berpisah. Satu yang tak dapat kulupa, engkau guruku yang penuh sukacita. Rasanya saya ingin bertemu walau hanya sebentar, ingin belajar bersamamu walau hidup dalam mimpi…”

13. Dari Indra Wahyudi

“ Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu karena dengan bimbingan Ibu, saya mengerti arti kehidupan yang sebenarnya. Pengalaman mengajar di di Pamekasan janganlah membuat ibu menyesali jalan hidup. Selamat bertugas di tempat yang baru, saya berharap suatu saat nanti bisa bertemu dengan Ibu lagi. Apabila selama ini saya pernah membuat luka perasaan Ibu, saya mohon maaf. Saya berdoa untuk kebahagian Ibu, dan saya mohon doa restu untuk kesuksesan saya, Ibu…”

14. Dari Moh. Reza Bahrezi

“ Selamat malam, petang, sore, siang, pagi. Saya ingin mengucap salam itu setiap waktu untuk Ibu. Apa kabar? Sejak saya dengar Ibu akan pindah tugas, pada siang itu hati saya terasa pedih. Menetes air mata saya. Semua itu pertanda bahwa Ibu tidak boleh pergi meninggalkan saya. Tapi saya tidak boleh egois untuk kebahagiaan Ibu. Karena Ibu juga punya tanggung jawab yang besar di lain hal. Terima kasih Ibu, telah mendidik, membimbing, menasihati, mengayomi, dan menyemangati saya untuk menjadi nomor satu. Masih ingatkah, ketika Ibu mengumumkan hasil ulangan ke-3 dan ke-4, Ibu menyatakan bahwa hasil ulangan saya “bagus”, hati saya sangat senang dan saya merasa punya arti. Setiap menulis, saya teringat Ibu yang selalu berpesan untuk memperhatikan EYD, tanda baca, tulisan yang jelas, dan pilihan kata yang benar. Jagan lupakan simphoni masa lalu di SMA bersamaku, Ibu… jadikan semua ini sebagai kisah klasik di masa depan. Semoga Ibu bahagia di tempat yang baru, dan senantiasa dalam lindungan Allah swt. Saya berharap dapat bertemu Ibu di lain waktu, di lain kesempatan, dan saya ingin melihat Ibu tetap tersenyum…”

15. Dari Dedi Novianto

“Ibu, walaupun Ibu tidak mengajar kami lagi, tapi insya Allah saya akan tetap ingat dan mematuhi pesan Ibu untuk patuh dan hormat kepada guru pengganti Ibu, siapa pun orangnya. Walaupun sebenarnya guru penggantinya tidak seperti Ibu dalam mengajar kami. Saya berdoa semoga semua yang Ibu ajarkan menjadi ilmu yang bermanfaat. Saya berdoa untuk kebahagiaan Ibu, dan saya mohon doa kepada kedua orang tua saya juga memohon doa Ibu untuk keberhasilan saya. Mohon maaf atas semua kesalahan saya, Dedi Novianto nomor presensi 17 kelas 3 IPS-3”

16. Dari Dwi Purnomo Ramadhani

“ Ini surat penghantar untuk mengucapkan salam perpisahan. Perpisahan yang sangat tidak saya inginkan, tapi harus terjadi agar Ibu bisa bersatu dengan keluarga di Malang. Saya mohon maaf karena pernah membuat Ibu marah. Walaupun Ibu hanya marah melalui bahasa dan tanpa teriakan, tapi saya sangat menyesal. Pemberian maaf Ibu sangat berarti bagi saya dalam menjalani kehidupan kini dan masa depan. Selamat jalan Bu, saya selalu berdoa semoga Ibu selalu dalam lindungan-Nya serta sukses dalam segala hal. Saya mohon doa dari Ibu agar berhasil juga dalam segala hal. Terima kasih telah mengajari dan mendidik kami untuk menjadi tangguh dalam menjalani hidup, serta memiliki kepribadian yang matang. Jangan lupakan kami Bu, karena kami tidak akan pernah melupakan Ibu…”

17. Achmad Fajar

“Ibu Lilis yang saya sayangi, berat rasanya saya kehilangan Ibu, karena Ibu telah membuat saya bangga masuk jurusan IPS, Ibu menguatkan kami dengan memotivasi-motivasi. Ibu Lilis yang saya sayangi, sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan, tetapi saya tidak mampu mengutarakan dengan tulisan karena saya tidak bisa menahan air mata yang turun terus menerus saat saya menulis surat ini. Mungkin dengan foto ini Ibu akan mengingat saya. Jangan lupakan saya Bu, jangan lupakan kami, kenanglah kami di hati Ibu. Maafkan kami bila pernah membuat Ibu kesal atau kecewa, tetapi kami tidak pernah melakukankesalahan itu dengan sengaja. Maafkan kami Bu, maafkan kami…”

18. Dari Nurhatim

“Semoga rahmat dan hidayah Allah tetap mengiringi langkah diri dan keluarga Ibu selalu. Amien. Berat rasa hati ini melepas kepergian Ibu, pergi meninggalkan kami menuju tempat tugas yang baru. Saya, Nurhatim kelas 3 IPS 2 nomor 32 (semoga Ibu tidak lupa). Saya tidak akan melupakan Ibu, tidak akan melupakan jasa Ibu. Tidak lupa saya mengucapkan kata maaf jika saya pernah melakukan kesalahan ketika kita masih bersama. Saya memohon kepada Allah swt agar segala ilmu yang Ibu ajarkan selalu bermanfaat bagi perjalanan hidup saya menuju kesuksesan. Saya mohon doa restu Ibu agar tujuan dan cita-cita hidup saya dapat tercapai dengan baik. Semoga di lain kesempatan saya dapat berjumpa lagi dengan Ibu, ibuku yang baik…”

19. Dari Febry Kurniawan

“Perpisahan ini sangat menyedihkan karena banyak hal yang tidak akan dapat kami lupakan dari Ibu yang teguh memegang prinsip dan berwawasan luas. Telah banyak yang Ibu dapatkan di sini, pengalaman, teman, dan hal lain yang menyenangkan bahkan menyakitkan. Namun kami memohon agar Ibu dapat melupakan semua yang menyakitkan. Dan jadikan semua kebaikan sebagai kenangan yang indah, sebagaimana saya mengenang Ibu yang selalu tersenyum. Ibu telah dan pernah menjadi bagian dari komponen masyarakat Madura yang turut memberi warna waru dalam kehidupan Ibu. Saya tahu akan ada hal yang membahagiakan Ibu, yaitu kepulangan Ibu di tengah keluarga. Namun saya sebagai anak yang mencintai Ibu berharap agar Ibu tidak akan pernah melupakan kami…”

20. Ahmad Syaifur Rahman

“Ibu Guruku yang saya kagumi, kenangan bersama Ibu adalah kenangan manis yang sulit untuk dilupakan. Karena saya sungguh terkesan dengan cara Ibu menghadapi kami saat di kelas maupun kala jumpa di jalan. Pengorbanan Ibu sungguh berarti bagi kami. Tapi saat ini saya tidak bisa bertemu Ibu lagi. Semoga di tempat tugas yang baru, Ibu mendapatkan anak didik yang lebih baik dari kami. Ibu Guruku tercinta, selamat berpisah, surat ini sebagai tanda hormat saya untuk Ibu…”

(Bersambung...)

25 November 2010

Kepada Senja Aku Merindukan Jingganya

Fajar jingga
Senja pun jingga
Di rentang masanya ada cerita
Tentang aku
Tentang kamu
Tentang mereka
 
Dari jingga ke jingga
Berhamburan warna
Spektrum fajar senja
Beraneka rupa
Sangatlah indah
Hiasi semesta

Fajar jingga
Senja pun jingga
Banyak yang menanti di sana
Abadikan detik demi detik
Kemudian berlalu begitu saja
 
Jingga fajar berubah terang
Jingga senja berlabuh kelam
Terang fajar menjadi semangat
Kelam senja  bikin hati kalut marut
Karena, hanya kepada senja
Aku merindukan jingganya

***