26 September 2008

Akhirnya Berkumpul Juga...

Waktu yang kunanti tiba juga, Lebaran. Bukan hanya karena Lebaran, tetapi saat itulah kami berlima bisa berkumpul kembali di "rumah tua", rumah tempat kami bersama sejak mengenal dunia. Entah berapa kali lebaran kami tidak pernah lengkap. Kini Kami akan kembali ke hangatnya sarang. Mas Bam tentu meninggalkan tanah yang terpencil. Dan Dik Agus mendapatkan cuti dari Bumi Panorama SECAPA Bandung. Mbak Dara dan si Bontot memang telah menjadi penghuni rumah tua, tak perlu dinanti, mereka berdua selalu siaga satu.
Semua yang menjalani hidup bersama aliran sungai kehidupan kini menyatu di titik muara. Perahu-perahu hayati sedang bersandar di pelabuhan teduh. Damai bersama kicauan burung Tit Tituit yang selalu menjerit-jerit "Tiiiiiit...Tituiiiit...." di belakang rumah kami. Mengingatkan sebuah komitmen untuk menjadi saudara yang solit, seperti pesan almarhum Bang Drago, kakakku yang telah pergi...






25 September 2008

Kabar dari Desa


Lamongan di puncak kemarau:
Jati yang ditanam kakakku dibelakang rumah meranggas, meluruhkan daun-daunnya.
Pohon kurma depan rumah terbakar kembang api anak-anak.
Buah randu pecah,menyembulkan kapuk beterbangan, putih... berbaur dengan angin zat asam panas menghempas debu-debu dan hinggap di atas sisa dedaunan.
Bunga-bunga kamboja bermunculan di ujung reranting tak berdaun, putih...
Hanya langit yang selalu tampak membiru di balik batang-batang kerontang
Sementara...
Sepasang bunga bangkai mini tumbuh di dekat rumpun bambu.
Dan...
Orang-orang berpuasa kehabisan air ludah, kering...
Yang sungguh menakjubkan, bumi pecah-pecah diukir menjadi permadani hijau bernama tembakau.
Luas...berbatas pandangan mata.
Air siramannya bercampur keringat yang mengucur dari tubuh legam berkilat-kilat.
Duhai... sempurnalah perjuanganmu petani di tanah gersang.

Itulah lukisan wajah alam yang selalu indah bagiku
Keluh dan kesahnya bagai nyanyian rindu yang bergenderang di hatiku, syahdu...





16 September 2008

Kematian Seharga Rp 30.000

Senin, 15 September 2008 di Pasuruan, Jawa Timur.

Hatiku berdebar-debar menahan rasa sedih, iba, dan prihatin. Ribuan orang berdesakan, berteriak, menjerit, menangis, histeris, merintih, mengerang, mengeluh, berpeluh, terinjak-injak, tak bisa bernapas, terluka, dan 21 orang meninggal dunia. Ribuan orang miskin berebut zakat sebesar 30 ribu rupiah dari seorang muzakkiy. Di tengah bulan Ramadhan yang suci, ketika mereka sedang menahan lapar dahaga. Mereka antre, berdesakan, untuk menjemput kematiannya sendiri.
Aku hanya punya hati, simpati, dan empati: tak kuasa berbuat lebih. Untuk mereka: aku hanya bisa memberi doa dan mengenangnya dalam tulisan ini.
Tuhan... Engkau Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Jika dalam kehidupan belum Engkau penuhi dahaga hamba-Mu, berikanlah dalam kematian, dan masa setelah itu. Buruk menurut kami belum tentu buruk menurut-Mu, begitu pula sebaliknya...


Dalam Islam: memberi yang baik adalah dengan cara mengantarkannya kepada yang berhak. Namun jika tidak memungkinkan karena sesuatu hal, percayakan kepada BAZ (Badan Amil Zakat) atau LAZ (Lembaga Amil Zakat). Atau sebagian disalurkan sendiri untuk yang berhak, yang berada di sekitar tempat tinggal. Tidak ada alasan untuk tidak mempercayai badan / lembaga tersebut. Jika telah berniat memberi, hendaknya bertawakal kepada Allah swt. Jangan sampai perbuatan baik itu berbaur dengan riya.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
(Al Baqarah:264)

Dengan kejadian pilu tersebut jangan sampai membuat orang berhenti berzakat, baik zakat fitrah, zakat harta, maupun zakat buah-buahan. Zakat merupakan salah satu Rukun Islam.

Perintah Berzakat

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (Al Baqarah: 110)

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (Al An'aam:141)

Azab Orang Tidak Berzakat

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Ali Imran: 180)
Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (At Taubah: 35)

11 September 2008

Dialog dengan Tuhan (1)

Suatu malam saya pernah berkeluh kesah dengan-Nya. Kira-kira setahun yang lalu di awal musim hujan. Saya abadikan momen itu dalam larik-larik sebagai berikut:

Tuhan...

Sepenuhnya aku yakin hidupku dalam genggaman-Mu.
Sebagaimana aku percaya matiku dalam suratan-Mu.
Dan aku jalani qodar-Mu seiring terbit dan tenggelamnya matahari.
Sungguh banyak asa yang kugantungkan pada-Mu, setiap waktu.
Namun lebih banyak lagi nikmat yang Engkau tebarkan.
Sampai aku tak sanggup mengumpulkan dalam catatan hidupku.
Berjalan aku menuju arah Kau tempatkan belas kasih-Mu.
Dan berdialog dengan-Mu serasa Engkau sedekat urat leherku.
Walau tak pernah kudengar jawabmu, tapi Engkau dengarkan rintihanku.
Tuhan...



Masih ada harapan yang tak kunjung padam.
Masih ada mimpi yang Kau rahasiakan.
Maafkan aku Tuhan...
Tak pernah aku belajar curiga kepada-Mu.
Dan tak sedikitpun aku meragukan janji-Mu.
Aku telah belajar untuk menjalani hidup ini dengan ikhlas.
Jika aku tenggelam bersama matahari dan tak terbit esok pagi
Jangan Kau biarkan aku merana.
Dan mereka, yang di dalam tubuhnya mengalir darahku.

Malang, 18 Oktober 2007

06 September 2008

Sapardi Djoko Damono di BBY

Seorang teman, Peneliti Madya dari Balai Bahasa Yogyakarta (BBY), Herry Mardianto, mengabari saya tentang rencana kehadiran Sapardi Djoko Damono (SDD). Mendengar nama sastrawan “gaek” tersebut, seketika angan saya flash back ke masa kuliah dahulu. Dalam pencitraan visual, SDD adalah sastrawan yang pada sekujur tubuhnya bertuliskan: Aku Ingin Aku Ingin Aku Ingin Aku Ingin Aku Ingin ... Saya pernah menulis sajak SDD tersebut di bagian dalam cover buku mata kuliah Apresiasi Prosa Fiksi dan Drama. Bagi saya SDD identik dengan sajak Aku Ingin. Sajak itu seolah cerminan isi hati saya yang takut terhadap perasaannya sendiri. Perasaan yang tak kuasa untuk diucapkan kepada seseorang karena takut kehilangan sucinya persahabatan. Cinta yang tak sempat tersampaikan.
Berikut sajak tersebut...

AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

...

Balai Bahasa Yogyakarta sebagai lembaga pemerintah yang bertugas melaksanakan program pembangunan nasional di bidang kebahasaan dan kesastraan, sangat peduli dan komit terhadap kemajuan dan kelestarian bahasa dan sastra. Kedatangan Sapardi Djoko Damono tersebut atas prakarsa BBY dalam peringatan Bulan Bahasa Nasional Oktober 2008.
Ketika berkumpul dalam komunitas pecinta bahasa dan sastra, ada energi besar yang menekan dan mendorong jiwa untuk selalu berkarya. Rasanya ingin datang ke Yogya tapi tidak mungkin. Selain karena jauh dari Malang juga karena banyaknya tugas yang tidak bisa saya tinggalkan. Saya menunggu liputannya di www.balaibahasa.org
Terima kasih BBY, kepadamulah idealisme dan obsesi saya terwakilkan. Terus berjuang demi majunya bahasa dan sastra Indonesia serta bahasa dan sastra daerah. Berjuanglah menyemai benih cinta di hati masyarakat sehingga tumbuh buliran sastra yang bertangkai puisi, berdaun prosa, dan berakar naskah drama. Begitu suburnya dengan media bernama bahasa. Amboi... alangkah indahnya hidup ini!

04 September 2008

Keperawanan

Dari sahabat Sarikata

Membahas Masalah Keperawanan (virginitas) sampai saat ini masih menjadi suatu permasalahan yang sangat urgen dan slalu diperdebatkan, terlebih lagi setelah saya membaca tentang seorang laki-laki muda yang bertanya pada dokter pengasuh rubrik kesehatan di sebuah website. "Dok, mengapa di malam pertama istri saya tidak mengeluarkan darah ya? Apakah istri saya sudah tidak perawan?"


Jawaban sang dokter ternyata sangat menarik dan sangat bijak. Ia memulainya dengan kalimat, "Berapa liter darahkah yang Anda butuhkan untuk meyakinkan diri bahwa istri Anda masih perawan?" Selanjutnya dokter itu menjelaskan bahwa robeknya selaput dara tidak harus ditandai dengan perdarahan. Selaput dara atau dalam bahasa medisnya dikenal sebagai hymen, adalah membran tipis yang sebenarnya secara biologis tidak berfungsi namun mempunyai beban kultural dan psikologis yang sangat berat bagi wanita. Utuh tidaknya selaput ini akan menentukan langgeng tidaknya ikatan perkawinan bagisebagian orang. Ditambah lagi pemahaman banyak orang mengenai selaput dara yang cenderung berbau mitos ketimbang faktanya.Berdasarkan penelitian terhadap pasien yang datang di Klinik Pasutri Dokter Boyke Dian Nugraha menunjukkan 83 persen laki-laki menghendaki calon istrinya masih perawan. Kemudian dokter Boyke berkata "Saya sempat kaget sebab persentase demikian tinggi. Pria Indonesia cenderung munafik, mereka menginginkan calon istrinya masih perawan. Padahal mereka pula yang merusak keperawanan wanita," kata dr. Boyke Dian di sela-sela seminar nasional Problema dan Realitas Seks Masa Kini yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Unsoed.Kata perawan (dalam kamus bahasa Indonesia), atau virgin (dalam bahasa Inggris), maupun bikr (dalam bahasa Arab) mempunyai arti seseorang yang belum pernah disentuh atau belum pernah menikah dan belum pernah berhubungan seks dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Dan kata perawan dalam bahasa indonesia bersinonim dengan kata gadis yang mempunyai arti yang sama, namun jika diteliti, ternyata kata gadis tersebut berasal dari bahasa Arab yang berarti suci, atau keperawanan adalah lambang kesucian dari seorang wanita. Yang menjadi permasalahan saat ini adalah keperawanan yang selalu diidentikkan dengan pecahnya selaput dara yang telah menjadi mitos di masyarakat, padahal faktanya secara medis, robeknya selaput dara tidak harus diikuti dengan keluarnya bercak darah. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya:

1.Terlalu rapuh.
Bisa jadi selaput dara itu sudah robek sebelumnya karena terlalu rapuh. Beberapa jenis olahraga seperti berkuda, bela diri, bersepeda dan sebagainya bisa menjadi penyebab robeknya selaput darah. Apalagi kalau selaput daranya termasuk jenis yang rapuh.

2.Terlalu elastis.
Tidak adanya bercak darah di malam pertama mungkin saja disebabkan belum robeknya selaput darah karena sifatnya sangat elastis. Harap diketahui, membran ini sangat fleksibel. Pada beberapa kasus ditemukan bahwa elastisitas selaput dara memungkinkannya tidak robek pada waktu pertama kali berhubungan seksual. Bahkan ada yang baru koyak setelah wanita tersebut melahirkan!

3.Darahnya tidak banyak.
Atau bisa saja sebenarnya keluar bercak darah, tapi karena sangat sedikit sehingga tidak mudah terlihat oleh mata. Banyak orang yang mengira kalau selaput dara robek akan keluar banyak darah. Padahal karena sedemikian tipisnya, selaput dara yang robek tidak selalu menyebabkan keluar darah dalam jumlah banyak.

4.Tidak punya selaput dara.
Perkembangan teknologi memungkinkan dilakukannya penelitian tentang selaput dara secara mendalam. Hasilnya ternyata sangat mengejutkan karena dalam penelitian yang dilakukan para seksolog ditemukan beberapa perempuan yang sejak lahir memang tidak memiliki membran ini. Pada kasus ini keberadaan selaput dara tidak selalu membuktikan bahwa perempuan belum pernah melakukan hubungan seksual masih teruji kegadisannya.

MACAM-MACAM BENTUK SELAPUT DARAH

Ternyata tidak hanya tubuh yang bisa dilihat bentuknya, selaput dara pun mempunyai bentuk dengan derajat kelembutan dan fleksibilitas yang berbeda-beda. Semuanya bersifat individual, seperti penelitian yang dilakukan Frank H. Netter, MD. yang termuat dalam bukunya The Human Sexuality. Menurutnya ada bermacam bentuk selaput dara, yaitu:

a. Annular Hymen, selaput melingkari lubang vagina.
b.Septate Hymen, selaput yang ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka.
c. Cibriform Hymen, selaput ini juga ditandai beberapa lubang yangterbuka, tapi lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak.
d. Introitus, pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam berhubungan seksual, bisa saja lubang selaputnya membesar, namun masih menyisakan jaringan selaput dara.

Keperawanan (Virginitas) dalam kaca mata orang Timur, lebih merupakan persoalan kultural. Hanya saja ada ketimpangan atau ketidakadilan gender disitu, dimana perempuan cenderung dipojokkan dan dituntut untuk menjaga keperawanannya, sementara laki-laki tidak pernah dipermasalahkan keperjakaannya. Virginitas kemudian menjadi sebuah mitos yang sangat sakral, sehingga seolah-olah jika perempuan tidak virgin (perawan) lagi, habislah seluruh harapan hidupnya. Oleh sebab itu, soal selaput dara tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran moral untuk menentukan baik-buruknya seorang perempuan, sebab bisa jadi ia tidak virgin karena mungkin diperkosa, padahal di situ cenderung dalam posisi lemah, atau mungkin berolah raga dan lain sebagainya. Sehingga sangatlah naif dan tidak adil, jika mengukur moralitas hanya semata-mata kerena ia tidak perawan, yang biasanya ditandai oleh robeknya selaput darah. Kalau virginitas itu disebabkan oleh karena ia melakukan seks bebas sebelum pra nikah, barangkali umumnya orang sepakat, dan khususnya kultur orang Timur akan mengatakan bahwa hal itu merupakan aib (kekurangan).

Namun mestinya stigmatsiasi seperti itu juga harus diberikan kepada kaum laki-laki, sehingga lebih adil. Oleh sebab itu, harus ada pergeserananggapan yang lebih berkeadilan gender. Artinya bahwa tuntutan untuk menjaga kesucian sebelum pra nikah harus secara adil diberikan baik kepada kaum laki-laki, tidak hanya perempuan. Memang untuk merubah pola pikir seperti ini tidak mudah, sebab mitos mengenai keperawanan itu sudah mengoyot (deep rooted) dalam pikiran, budaya dan kultur masyarakat kita. Tidak berlebihan kiranya jika dikatkan bahwa masalah keperawanan nampaknya lebih merupakan persoalan kultur, dimana aroma patriarkhinya sangat kental. Ia kemudian menjadi mitos yang cenderung merugikan perempuan. Seolah perempuan kalau sudah tidak perawan lagi dengan serta merta diklaim sebagai perempuan yang tidak baik dan tidak bisa jadi harapan menjadi istri yang baik. Akibatnya perempuan akan selalu merasa bersalah dan rendah diri dihadapan laki-laki jika kehilangan selaput daranya. Anehnya tuntutan seperti itu hampir tidak pernah diberikan kepada laki-laki. Mungkin karena alat kelamin laki-laki yangsulit dideteksi secara medis. Namun bukankah yang menyebabkan tidak virgin karena hubungan seks juga laki-laki? Jadi, kultur patriarkhi itulah sebenarnya yang sangat mendominasi mempermasalahkan soal keperawanan perempuan. Sebagai akibatnya soal keperjakaan seolah diabaikan sama sekali. Sampai-sampai kadang jika lelaki menikahi perempuan yang tidak perawan lagi, ia merasa tidak marem, ada something loss dalam dirinya.
Pandangan seperti ini jelas tidak adil dan sudah selayaknya direkonstruksi.Oleh karenanya perlu dibongkar dengan wacana yang lebih berkeadilan gender. Sehingga seandainya laki-laki mau menikah dengan perempuan, mestinya tidak perlu hanya terjebak kepada persoalan keperwanan, apakah selaput daranya masih utuh atau tidak, sebab boleh jadi calon istrinya seorang janda. Memangnya laki-laki mau menikah dengan selaput dara? Oleh sebab itu, bagi kaum laki-kali, hendaklah bisa memandang kaum perempuan secara lebih utuh dan tidak parsial. Karena cara pandang seperti itu merupakan cara pandang yang lebih manusiawi dan merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada kaum perempuan.

Walaupun perdarahan di malam pertama bisa menjadi bukti bahwa wanita tersebut masih perawan (virgin), tapi tidak tertutup kemungkinan beberapa wanita yang lihai dan sangat berpengalaman dalam berhubungan seksual, masih tetap mengeluarkan bercak darah karena sisa selaput darah yang terluka, sehingga ia terkesan masih virgin.Pendek kata, keperawanan adalah masalah kepercayaan. Seorang wanita yang selaput daranya robek karena olahraga dan tidak mengeluarkan darah di malam pertama, apakah bisa dicap sudah tidak gadis lagi? Sedangkan di sisi lain, ada wanita yang "lebih beruntung", walaupun sudah berhubungan seksual berulang kali namun di malam pertama masih keluar darah karena adanya sisa selaput dara yang terluka.

Apakah adil pelebelan perawan dan tidak perawan pada kasus di atas. Sekali lagi, keperawanan adalah masalah kepercayaan. Bila kehidupan rumah tangga sudah sedemikian bahagianya, apalagi dengan hadirnya sang buah hati, masih memusingkan darah yang tidak "tertumpah" di malam pertama? Mitos tentang selaput dara memang tidak semuanya sesuai fakta.

KEPERAWANAN DI MESIR DAN NEGARA ARAB

Di mesir, keperawanan adalah benar-benar dijadikan sebagai lambang kesucian dari seorang wanita, tidak heran jika banyak wanita di Mesir yang diceraikan pada malam pertama. Biasanya dan sudah menjadi adat orang-orang Mesir, setelah melangsungkan aqad dan resepsi perkawinan, sebelum memasuki kamar, kedua mempelai ditemani oleh 2 orang saksi yang setia menunggu di depan pintu, bilamana sang pria tiba-tiba keluar dan melaporkan ketidak-perawanan sang istri, hal itu kemudian diperiksa oleh saksi, dan jika hal itu benar, maka si wanita dicerai pada saat itu juga dan lebih menyedihkan lagi, sang wanita harus mengembalikan semua mahar.
Hal ini jelas sangat merugikan kaum wanita. Namun dengan kemajuan zaman, tradisi tersebut sedikit demi sedikit mulai terkikis nilai-nilainya dalam masyarakat perkotaan.Hal yang sama juga, tidak hanya terdapat dalam tradisi dan adat orang mesir saja, melainkan juga dapat ditemukan di sebagian besar negara-negara Arab, seperti Syria, Tunis dll. Dengan kata lain, keperawanan itu sangatlah penting buat wanita-wanita Arab, dan dalam adat mereka, adalah aib yang sangat besar, jika pengantin wanita tidak perawan lagi, sehingga tidak mengherankan jika wanita Arab yang boleh dikategorikan sebagai wanita yang bergaul bebas atau nakal, tidak akan menyerahkan keperawanannya meskipun terdesak, kalaupun tergoda dan nafsu, mereka akan meminta dengan sangat agar boleh melaukakan apa saja asal tidak mengambil keperawanannya, ataupun mereka lebih memilih untuk bersenang-senang melalui dubur demi terjaga keperawanan mereka.

PANDANGAN ISLAM

Lantas bagaimanakah pandangan Islam tentang keperawanan? Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah yang dikatakan kaya itu dengan banyaknya harta seseorang tetapi yang dikatakan kaya adalah mereka yang kaya jiwanya." karena salah satu penyakit hati adalah " Hubbuddunya "(cinta akan dunia).Dalam sebuah riwayat dikatakan, ketika seorang sahabat yang masih bujangan itu ingin menikah apa yang ditanya Rasulullah padanya? Apakah ia perawan atau janda?, Jawab sahabat tersebut " Sudah Janda ", Apa jawab Rasulullah ketika itu? Kenapa tidak kamu nikahi yang masih perawan, agar bisa kamu mainkan.".Jadi disini kita melihat zaman Rasulullah (mohon jangan dilihat pernikahan Rasulullah dengan para istrinya, beliau menikah dengan janda kebanyakan dan satu gadis, karena ini adalah kekhususan beliau, jangan ada yang bilang, Rasulullah saja bujangan menikah dengan janda, sementara ketika ia sudah menikah, masih milih yang perawan, yaitu 'Aisyah).Jangan melihat di sana, tetapi lihat hadits perkataan Rasulullah dalam hal ini, menganjurkan agar lelaki bujangan memilih yang masih perawan. Kalau ingin menikahi yang janda dengan tujuan baik, ingin menolong, silahkan saja.Dari semua uraian di atas, jelaslah bahwa keperawanan (virginitas) seorang wanita sangtlah penting, yang merupakan lambang kesucian dari seorang gadis, Namun yang menjadi permasalahan yang sedikit keliru adalah, virginitas tersebut diidentikkan dengan selaput dara,yang sangat merugikan kaum hawa. Padahal keperawanan bukanlah jaminan bahagianya atau langgengnya rumah tangga. Olehnya itu, dalam masalah ini, Kepercayaan, keterbukaan dan pengertianlah yang harus dijadikan sebagai tolak ukur dalam menghargai keperawanan di dalm menciptakan dan membina rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah. Semoga bisa memberi masukan kepada semua sahabat yang ada.
Wanita diberi banyak keistimewaan secara fisik yang harus disyukuri dan dijaga namun adakalanya keistimewaan itu digunakan untuk membatasi wanita itu sendiri.Keistimewaan itu juga bisa disalahgunakan dengan dalih karena kau wanita yang perlu dilindungi (oleh pria biasanya).Wanita jelas berbeda dengan pria, dan hanya berdasarkan kodrat makanya ia berbeda dengan pria..
Kodrat di sini adalah apa yang diberikan Tuhan kepada wanita yang tidak dimiliki pria. Mengalami menstruasi,hamil, melahirkan dan menyusui (ini kodrat wanita yang pria tidak punya!)jika soal keperawanan, apakah pria juga tidak punya? jika wanita harus dituntut selalu menjaga keperawanannya, lantas bagaimana dengan pria?(Walaupun menjaga kehormatan wanita adalah wajib, namun tidak perawannya seorang wanita bukan hanya karena berhubungan badan atau perbuatan hina lainnya).
Saya teringat sebuah penelitian kecil sewaktu masih kuliah dulu. Bersama beberapa teman, kami mengadakan survey kecil tentang pandangan terhadap virginitas. Hasilnya ternyata ada standar ganda, yaitu virginitas harus dijaga wanita sebelum dia menikah (entah nantinya dia menikah dengan seorang laki-laki yang juga masih perjaka tulen atau tidak tulen). yang anehnya, pikiran seperti ini dimiliki pria dan wanita yang menjadi responden survey kecil-kecilan itu. sederhananya begini,, pria boleh tidak perjaka tapi harus dapat wanita yang masih virgin, sementara hal sebaliknya tidak berlaku bagi para wanita (ini menurut survey itu loh..).Apa yang bisa kita petik dari sini? ternyata ada standar ganda dalam memandang masalah ini.Yang menggelitik adalah, kenapa wanita-wanita yang menjadi responden itu juga berpikiran yang standar ganda padahal ini menyangkut nasib mereka? Jawabannya adalah karena sejak lama wanita sudah berpikir dan memandang dirinya sebagaimana para pria memandang mereka (oto subyektif), dan ini adalah kinstruksi sosial yang dibangun sejak lama. Kita wanita hidup di dunia yang khas laki-laki paternalistik). Keperawanan adalah hal yang terberi (anugerah Tuhan, kalau mau dibilang demikian--karena pada dasarnya pria juga dianugerahi keperjakan bukan..?). menjaga keperawanan adalah pilihan, bukan kodrat (kalau kodrat berarti pria juga harus dong!). Artinya karena itu pilihan maka selayaknya sebuah pilihan pasti ada konsekuensinya. jika wanita dan pria sama-sama dituntut untuk menjaga virginitasnya, maka persoalannya akan mungkin lebih sulit untuk seorang wanita. sebab kadang-kadang keperawanan sering diidentikkan dengan bukti cinta (demi cinta, serahkan keperawananmu, buktikan bahwa kau cinta aku..!). memang tidak semuanya begitu, tapi banyak kan yang begini ceritanya... ? atau mungkin juga karena virginitas lebih mudah pembuktiannya pada wanita dibanding pria. Akhirnya kembali lagi, HIDUP INI PILIHAN SAYANG....!! ! cuma memang kadang-kadang pilihan-pilhan itu diberikan dalam posisi yang tidak seimbang antara wanita dan pria.Semoga dapat menjadi inpirasi siapa saja dan barmanfaat.Bahan renungan buat wanita- yang wanitalah yang jadi korban wanita makhluk yang diciptakan alloh dengan segala keindahan, di lihat dari sisi manapun, mau dari depan, dari belakang, dari samping, pasti menarik, tidak ada yang tida menarik.itulah kelebihan wanita, apalagi yang kulitnya putih, rambutnya panjang terurai, paling enak tuk di belai.wanita makhluk yang teristimewa di dunia ini, sebab surga saja ada di telapak kakinya, surga ada di telapak kaki ibu dan ibu itu adalah seorang wanita, wanita sangat di muliakan dan di beri banyak keistimewaan salah satunya jika ia mengandungg anak dan melahirkan trus dia meninggal ketika berjuangan melahirkan anak, hal itu sudah jadi pahala jihad dan surga menantinya di depan mata.

Wanita di berikan makhota oleh Yang Mahakuasa yaitu mahkota keperawanan, hal ini yang harus di jaga, di rawat dengan sangat baik, dan suatu saat nanti ketika menikah diberikan kepada yang hak, yang di ridhio Alloh dan orang tua. Namun sangat menyedihkan melihat pergaulan saat ini, begitu mudahnya keperawanan di berikan kepada yang tidak hak, pacaran yang terlalu lama membuat mereka merasa memiliki dan saling memberikan yang dilarang, akhirnya wanitalah yang menderita karena selalu ada bekasnya...

Jagalah apa yang dititipkan kepadamu wanita....menyesal tak ada gunanya karena nasi sudah menjadi bubur sebelum semuanya rusak...karena setan sangat kuat tak sedikit yang sampai berani menanggalkan pakainya hanya demi cinta yang buta..cinta kepada yang bukan haknya

Puisi dari Seorang Teman

Cakram Rindu

Kita pun sering berlarian di antara mimpi, kenyataan, dan harapan yang sering tak terduga dan terkadang ngayawara. Antara kesangsian dan sorga hanya ada satu kata: "kerinduan". Dan perputaran hidup yang bagai gasing adalah sebuah cakram yang terus setia mengintai dan menjaga kemanapun kita berpaling.
Kerinduan terkadang menjelma sebagai sebongkah impian tanpa batas. Ia berlari dari tepi hati ketepi telaga sunyi. Seperti "kau" yang juga tak terjaring di garis tapal batas keheninganku.
***********************
Mau membaca lebih banyak? Klik di sini


Puisi di atas karya Herry Mardianto
dari Balai Bahasa Yogyakarta.

03 September 2008

Marhaban Yaa Ramadhan

Selamat datang bulan Ramadhan 1427 H. Bulan terbaik dari semua bulan. Bulan keagungan yang penuh hikmah, berkah, rahmah dan ampunan. Bulan peperangan berat melawan musuh terberat manusia - hawa nafsu.

Bulan yang agung, tempat nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do’a kita diijabah,

Juga...
Bulan ujian, apakah kita masih tetap bekerja sambil tersenyum tanda ikhlas?

Mari kita sambut dengan suka cita. Jalani puasa dengan penuh iman, ikhlas, dan sabar. Semoga menjadi hamba yang dicintai-Nya.



Elok kicauan burung kutilang, siang dan malam di pohon durian
Bulan Ramadhan telah datang, khilaf dan salah mohon dimaafkan

Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,

harapan hati bertatap langsung, namun hanya terlayang di web ini.

Sebelum cahaya surga padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup, sebelum Ramadhan berakhir,
Mohon maaf lahir dan bathin….
Taqobalallahu Minna Waminkum, Taqobal Ya Karim

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1427 H