Tampilkan postingan dengan label Puisi: Di Sana Kusandarkan Gelisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi: Di Sana Kusandarkan Gelisah. Tampilkan semua postingan

28 Oktober 2008

Di Sana Kusandarkan Gelisah

Sore itu matahari cerah

Perlahan tetapi pasti begeser ke barat

Ombak beriak kecil-kecil 

Bergelombang menuju ke pantai

 

Air belum pasang

Kami  tetap gigih

Menyatukan tenaga dan pikiran

Untuk bisa membawamu dengan selamat

Peluh menetes

Tempias debu, pasir, dan air laut menyatu

Berlepotan tubuh

Tak peduli

                                                    

Sore beranjak

Berganti senja

Warna jingga di langit merayap

Menyentuh cakrawala

Sementara itu

Kelam dan rasa cemasku berkejaran

 

Warna jingga tak lagi ada

Hari hampir gelap

Maghrib tiba

Suara azan tanpa pelantang terdengar sayup

Dari surau kecil di tepi hutan berpantai

Kutinggalkan sejenak dirimu

Di sana kusandarkan gelisah

Kugantungkan harapan

Akan keselamatmu

 

Sebentar lagi laut pasang

Ombak bergulung semakin besar

Berdebur ke pantai menghempas kuat

Lalu berbalik dan menyeretnya ke laut

Kutakut kau terhanyut

 

Demi dirimu

Semangat  pun turut pasang bersama air laut yang enggan menyurut

Rawe-rawe rantas, malang-malang putus

Semangat dan kebersamaan berhasil indah

Kau kubawa pulang

***