24 Agustus 2011

Di Sini Aku Berkhayal tentang Laut


Lihatlah gambar. Aku memotretnya saat berbaring di gazebo belakang rumah. Setiap kali di sini dan memandang ke sisi terbuka dinding itu, aku berkhayal tentang laut. Angin mendesau bergemuruh, daun-daun bergesekan, pelepah kelapa beradu, hawa dingin menyeruak, aku berkhayal tentang ombak yang menggulung lirih dan hilang di pantai. Burung-burung dali bercuit-cuit terbang melintang berputar-putar, aku pun berkhayal tentang kapal-kapal bermunculan dari batas cakrawala, adakah penumpang yang turun?

Saat kukatakan kepada anakku tentang khayalan itu, dia tertawa dan berkata: "Khayalan yang aneh dan GeJe (baca: Gak Jelas)".

Suatu ketika anakku berteriak-teriak memanggilku: "Mami... Mami...!" Aku berlari ke belakang dan menemuinya di tangga gazebo. Sambil tertawa dia berkata: "Kapalnya datang, adakah penumpang yang ditunggu? Hahaha...." Aku dan anakku tertawa. Anakku menertawakan keanehanku tetapi aku tertawa bahagia.

Hari ini aku menghabiskan waktuku di sini. Aku betah berada di antara dinding yang terbuka. Duduk di kursi bambu menikmati setiap detik perubahan yang terjadi pada senja hingga menuju kelamnya malam. Mendengarkan keheningan di antara suara air, membuatku tenang. Saat angin menderu dan dedaunan berderak-derak, aku berkhayal tentang laut serta kapal-kapal yang bermunculan dari tempat jauh, adakah penumpang yang turun?


(Bersambung...)

2 komentar:

  1. Mba gambarnya sudah lma aku pandangi, nggak ada juga kapal yang lewat , nggak ada juga kapal yang datang......

    Gimana kabarnya?

    BalasHapus
  2. @Big Sugeng: Hehehe... mandangnya kurang teliti kali Bos... ALhamdulillah, kabar baik. Bagaimana juga kabarnya? Lamaaaaaa sekali tidak menulis, sekarang saya mencoba lagi.
    Terima kasih telah berkunjung...

    BalasHapus