18 Januari 2008

15 Januari 2008

Selamat Jalan


100 HARI PERGIMU
Untuk kakakku yang jauh
Beginilah kisah itu:


Ketika kau ada
kubisa simpan rinduku
karena tlah kau jalani hidupmu
dan kujalani hidupku
jarak dan waktu pun
membelah dan memisahkan


Tetapi kini

saat kau tiada

begitu terasa hadirmu
terkenang saat bersamamu
merana hati kehilanganmu
tiada ujung batas merindumu
karena kau pergi jauh dariku
Setiap kali kau melintasi sanubari
Terasa jantung kehilangan nadi
Karena pergimu tak kan kembali
Ini hari ke -100 kau masuki keabadian jiwa
kau rebahkan sukma raga
dan beristirahat dari kembara
37 tahun kau berjalan dari darma ke darma
Kiranya batas darma bhaktimu
cukuplah sampai di situ
Tuhan begitu sayang padamu
dan tak membiarkan kau lelah
meniti hari demi hari
yang penuh barikade berduri
Kaulah kuncup yang gugur
di antara putik dan bunga yang berguguran
walau kuncupmu belum lagi mekar
tapi wangimu telah sampai ke hatiku
menebar harum sepanjang waktu
seharum bunga di hatiku untukmu
Beristirahatlah
bersama jiwa-jiwa yang tenang
suatu hari nanti
kita pasti bersama lagi
Malang, 4 April 2006