Karakter memiliki beberapa pengertian, namun dalam tulisan ini karakter yang dimaksud sepadan maknanya dengan watak atau budi pekerti. Sebagaimana tertera dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yaitu istilah karakter yang bertanda nomor 1 dengan penjelasan sebagai berikut:
- n sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak: ia mempunyai -- agak aneh dibandingkan dengan kakaknya
- n Komp huruf, angka, ruang, simbol khusus yang dapat dimunculkan pada layar dengan papan ketik
- n Komp simbol grafis yang tampak sebagai tanda cetakan atau tampilan, seperti huruf alfabet, angka, atau tanda baca
1. Religius
2. Nasionalis
3. Mandiri
4. Gotong Royong
5. Integritas
Pertanyaan saya sebagai guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia/Sastra Indonesia SMA, mengapa materi SASTRA dalam Pendidikan Indonesia Kurikulum 2013 seolah ”dikebiri” bahkan tidak lagi sebagai hal yang dianggap penting dalam menumbuhkan karakter generasi Emas Indonesia. Dalam implementasinya, Pemerintah justru mencari formula lain tentang Pendidikan Karakter. Karakter mana lagi yang dicari? Dalam Gurindam Dua Belas dimuat pendidikan karakter yang luar biasa, yang seiring waktu akan terkubur jika tidak lagi dipandang oleh pemangku kebijakan Pendidikan Indonesia. Dalam Kurikulum 2013, gurindam tiba-tiba dimunculkan dalam materi pembelajaran, namun tidak sinkron dengan apa yang ditulis secara eksplisit dalam Kompetensi Dasar (KD).
Gurindam yang sarat dengan pendidikan karakter tersebut telah lahir 171 tahun lalu di belantara sastra Indonesia. Gurindam Dua Belas ditulis oleh Raja Ali Haji pada tahun 1847. Beliau sastrawan, ulama, dan sekaligus Pahlawan Nasional dari Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Gurindam Dua Belas disusun menjadi 12 pasal, 82 bait, dan 164 baris. Namun Gurindam Dua Belas telah tersingkir dari Kurikulum Pendidikan Indonesia. Dalam khasanah kesusasteraan Indonesia, gurindam termasuk Karya Sastra Lama jenis puisi.
Gurindam adalah sajak yang terdiri atas dua baris tiap bait. Baris ke-1 dan baris ke-2 dalam gurindam memiliki hubungan yang berkesinambungan. Gurindam tidak bersampiran, baris pertama dan baris kedua (keduanya) merupakan isi. Gurindam memiliki sajak/rima sama (a-a) dan mengandung petuah atau nasihat, petunjuk, dan ilmu.
Berikut adalah teks Gurindam Dua Belas.
Gurindam Dua Belas
Karya Raja Ali Haji
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang yang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
tahulah ia barang yang teperdaya.
tahulah ia dunia mudarat.
tahulah ia makna takut.
seperti rumah tiada bertiang.
tidaklah mendapat dua termasa.
tiadalah hartanya beroleh berkat.
tiadalah ia menyempurnakan janji.
sedikitlah cita-cita.
khabar yang jahat tiadalah damping.
niscaya dapat daripadanya paedah.
daripada segala berat dan ringan.
keluarlah fi'il yang tiada senunuh.
di situlah banyak orang yang hilang semangat
daripada berjalan yang membawa rugi.
jikalau lalim segala anggotapun rubuh.
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
di situlah banyak orang yang tergelincir.
nanti hilang akal di kepala.
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
aib dirinya tiada ia sangka.
itupun perampok yang amat gagah.
janganlah kelakuannya membuat kasar.
mulutnya itu umpama ketor.
jika tidak orang lain yang berperi.
lihat kepada budi dan bahasa,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
lihatlah kepada kelakuan dia.
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
di dalam dunia mengambil bekal.
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.
yang boleh dijadikan obat.
yang boleh tahukan tiap seteru.
yang boleh dimenyerahkan diri.
pilih segala orang yang setiawan.
yang ada baik sedikit budi,
di situlah jalan masuk dusta.
itulah landa hampirkan duka.
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Jika besar bapanya letih.
itulah tanda dirinya kurang.
sia-sia sahajalah umur.
menerimanya itu hendaklah sabar.
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
lekaslah segala orang mengikut.
lekaslah orang sekalian gusar.
tidak boleh orang berbuat onar.
apalagi kepada lainnya.
orang itu jangan engkau percaya.
daripada yang lain dapat kesalahannya.
biar dan pada orang datangnya khabar.
setengah daripada syarik mengaku kuasa.
kebalikan diri diamkan.
keaiban diri hendaklah sangka.
bukannya manusia yaitulah syaitan.
itulah iblis punya penggawa.
di situlah syaitan tempatnya manja.
di situlah syaitan tempat berkuda.
di situlah syaitan punya jamuan.
syaitan tak suka membuat sahabat
dengan syaitan jadi berseteru.
supaya Allah tidak murka.
supaya badan dapat selamat.
supaya boleh naik ke tengah balai.
supaya kemaluan jangan menerpa.
kepada yang sebangsa.
buang perangai yang cela.
buanglah khianat.
dahulukan hajat.
jangan melalui.
murahkan perangai.
seperti kebun berpagarkan duri.
tanda jadi sebarang kerja.
tanda raja beroleh anayat.
tanda rahmat atas dirimu.
tanda mengenal kasa dan cindai.
itulah asal berbuat bakti.
kepada hati yang tidak buta.
Sumber:
KBBI
Perpres Nomor 87 Tahun 2017
Gurindam Dua Belas