12 Desember 2011

Berbagi Karya

Nickname yang unik, Angga Pahlawan Kesiangan. Dia murid saya, menulis puisi ini dan memberikan kepada saya saat berpapasan di halaman sekolah, di bawah tiang bendera ketika sang Merah Putih berkibar di balik rerimbunan. 




Pahlawan Penuh Makna


Engkau seseorang yang penuh kata indah

Setiap katamu membangkitkan pikiran orang

Kata – katamu begitu memukau di pendengaran

Andai aku bisa menirukan caramu itu


Kau wanita yang penuh tantangan

Terlihat dari sorot mata seorang wanita yang perkasa

Kau juga sangat membela hak setiap orang

Jika itu benar lakukan saja!


Dan aku baru menemukan seorang pahlawan sepertimu

Keprofesionalanmu memang tak dapat diragukan lagi

Kau pantas untuk di kagumi

Wahai pahlawan penuh makna



Baca Selengkapnya......

14 September 2011

14 September, Hari Kunjung Perpustakaan

Dalam upaya meningkatkan kecerdasan bangsa yang selaras dengan jalur pendidikan formal diperlukan adanya sarana komunikasi informasi ilmu pengetahuan dan teknologi melalui perpustakaan. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sumber belajar di sekolah yang sangat penting untuk mewujudkan keberhasilan Tujuan Pendidikan Nasional.

Sebagai salah satu sumber belajar di sekolah, perpustakaan SMAN 7 Malang juga membantu tercapainya visi sekolah: Terpuji dalam Citra, Unggul dalam Prestasi. Perpustakaan harus menjadi tempat favorit bagi siswa baik pada jam belajar maupun di luar jam belajar di kelas. Selain tempat yang nyaman, ketersediaan akses informasi teknologi, dan penambahan buku-buku baru yang diminati siswa, juga diperlukan penyelenggaraan even-even yang mampu menarik minat siswa dalam membaca, menulis, dan mencintai buku.

Sehubungan dengan hal tersebut, momen hari Kunjung Perpustakaan 14 September 2011 ini kami jadikan perpustakaan SMAN 7 Malang sebagai “Rendezvous” bagi para siswa dalam kegiatan lomba mengulas cerpen berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Motto Lomba: Cinta pustaka, meningkatkan tradisi membaca-menulis dan memperluas cakrawala ilmu. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat membaca-menulis, serta menumbuhkembangkan generasi cinta buku.

Mari berkunjung ke perpustakaan. Jika tidak sempat, setidaknya kita ramaikan perpustakaan yang ada di rumah masing-masing. Mari selami cakrawala pengetahuan dengan membaca dan menulis.

Baca Selengkapnya......

28 Agustus 2011

Hidangan Lebaran: Cake Loreng Gurun

Resep by: Lilis Indrawati

Bahan :
* 300 gram margarin
* 250 gram gula pasir
* 1 sdm rum bater
* 10 butir telur, pisahkan kuning dan putihnya
* 100 gram susu putih kental manis
* 300 gram tepung terigu1 sdt fanili bubuk
* 1 sdt baking powder
* 6 sdm cokelat meyses

Adonan cokelat :
* ¼ adonan + 2 sdm cokelat bubuk
* ¼ adonan + 1 sdm cokelat bubuk



Cara membuat:

1. Panaskan oven dengan temperature 180 derajat Celcius
2. Siapkan loyang persegi ukuran 20 X 20 X 7 cm, olesi dengan margarin dan taburi
tepung terigu, sisihkan.
3. Margarin dan gula pasir dimixer hingga pucat dan lembut
4. Masukkan rum butter, susu, vanili bubuk, dan kuning telur secara bertahap
sambil dimixer hingga rata.



5. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit, tambahkan baking powder dan aduk
sampai rata
6. Putih telur dikocok sampai kaku, masukkan ke dalam adonan dan aduk .


7. Adonan cokelat :

* I 1/4 adonan ditambah 1 sdm cokelat bubuk , aduk rata
* II 1/4 adonan ditambah 2 sdm cokelat bubuk , aduk rata

8.Tuangkan 1/4 adonan putih ke loyang, masukkan 3 sdm meyses, tuangkan adonan
cokelat pertama, dan aduk pola marmer searah jarum jam.

9. Tuangkan 1/4 adonan putih ke loyang, masikkan 3 sdm meyses, tuangkan adonan
cokelat kedua, dan aduk pola marmer berbalik arah dengan jarum jam.


10. Panggang selama 45 menit hingga matang, angkat dan siap dihidangkan di hari
lebaran.

Baca Selengkapnya......

24 Agustus 2011

Di Sini Aku Berkhayal tentang Laut


Lihatlah gambar. Aku memotretnya saat berbaring di gazebo belakang rumah. Setiap kali di sini dan memandang ke sisi terbuka dinding itu, aku berkhayal tentang laut. Angin mendesau bergemuruh, daun-daun bergesekan, pelepah kelapa beradu, hawa dingin menyeruak, aku berkhayal tentang ombak yang menggulung lirih dan hilang di pantai. Burung-burung dali bercuit-cuit terbang melintang berputar-putar, aku pun berkhayal tentang kapal-kapal bermunculan dari batas cakrawala, adakah penumpang yang turun?

Saat kukatakan kepada anakku tentang khayalan itu, dia tertawa dan berkata: "Khayalan yang aneh dan GeJe (baca: Gak Jelas)".

Suatu ketika anakku berteriak-teriak memanggilku: "Mami... Mami...!" Aku berlari ke belakang dan menemuinya di tangga gazebo. Sambil tertawa dia berkata: "Kapalnya datang, adakah penumpang yang ditunggu? Hahaha...." Aku dan anakku tertawa. Anakku menertawakan keanehanku tetapi aku tertawa bahagia.

Hari ini aku menghabiskan waktuku di sini. Aku betah berada di antara dinding yang terbuka. Duduk di kursi bambu menikmati setiap detik perubahan yang terjadi pada senja hingga menuju kelamnya malam. Mendengarkan keheningan di antara suara air, membuatku tenang. Saat angin menderu dan dedaunan berderak-derak, aku berkhayal tentang laut serta kapal-kapal yang bermunculan dari tempat jauh, adakah penumpang yang turun?


(Bersambung...)

Baca Selengkapnya......