Putih...
Gelap...
Gelap namun tak hitam
Tak hitam tapi tak kuasa memandang
Visibilitas terbatas
Aku terpenjara
Dalam pusaran
Putih
Alam yang luas itu seketika sempit
Hanya aku
Objek pandang yang tertangkap sorot mataku sendiri
Ke mana arah?
Tak satu pun petunjuk
Di mana rimba hijau dan langit biru?
Hanya putih
Dingin...
Serasa darah melambat dalam aliran
Tubuh gemetar dalam gigil mencari tungku api
Takut...
Makin sadarkan bahwa diri tak kuasa
Seolah tlah datang janji-Mu
Tatkala bumi yang kupijak
Kau gulung dari hamparan
Masa yang mengerikan
Karena kutahu
Bahwa diriku belum pandai meraih cinta-Mu
Tuhan...
Aku terpenjara