30 November 2010

Pak Pos, Saya Rindu Menulis Surat…(Bagian II)

2. Cuplikan Surat-Surat dari Murid Saya di Madura
(Bagian II)


11. Dari Athirta Irjatmiko, Jalan Mandilaras II/3 Pamekasan

“Dengan surat ini semoga hati Ibu yang sedih menjadi bahagia dan jika gelisah menjadi tenang. Semoga Ibu sehat dan selalu dalam lindungan Allah swt. Ibu, dalam hari-hari bersama kami, tentu banyak kenangan bahagia dan pedih yang bersatu. Dengan saling memaafkan, kenangan pahit dapat terlupakan. Kini Ibu telah pergi demi tugas, dengan sejuta kenangan yang membekas di hati. Terima kasih atas bimbingan, binaan, dan didikan Ibu kepada kami. Ilmu telah kudapatkan, tapi hanya kata-kata ini yang bisa aku persembahkan:

Seorang Ibu melangkah
Menuju kota Berteman
Merangkai perjalanan
Demi tugas dan kewajiban
Hari-harimu berlalu
Mengukir sebuah kenangan
Bibirmu selalu tersenyum
Namun jiwamu risau
Karena cinta kau tinggal jauh

Saya tidak tahu bagaimana perasaan Ibu setelah membaca untaian kata tersebut, tetapi saya berharap Ibu tersenyum membacanya, karena dengan tersenyum Ibu semakin kelihatan manis…”

12. Dari Saheriyanto, Jalan Veteran IV/50 Pamekasan

“Hari ini, 6 Januari 2004. Ibu telah melewati masa pengabdian selama 7 tahun 7 bulan di Pulau Garam, di SMAN 1 Pamekasan. Kini Ibu telah meninggalkan kami, menuju tempat tugas dambaan Ibu. Saya sebenar-benarnya sangat sedih dan haru. Semoga di tempat yang baru Ibu sangat menyukainya, saya ingin Ibu tetap bahagia seperti saat bersama kami. Guruku yang tulus memberikan ilmu, terima kasih atas segalanya, terima kasih telah membuka pintu hati kami untuk mengerti hakikat hidup yang sesungguhnya. Ibu guru yang kucintai, maafkanlah apabila tingkah laku kami selama di kelas atau pada waktu berpapasan di jalan kurang berkenan. Ibu, malam ini sudah larut. Saya hanya bisa mengucap selamat berpisah. Satu yang tak dapat kulupa, engkau guruku yang penuh sukacita. Rasanya saya ingin bertemu walau hanya sebentar, ingin belajar bersamamu walau hidup dalam mimpi…”

13. Dari Indra Wahyudi, Jalan Raya Blumbungan No. 9 Pamekasan

“ Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu karena dengan bimbingan Ibu, saya mengerti arti kehidupan yang sebenarnya. Pengalaman mengajar di di Pamekasan janganlah membuat ibu menyesali jalan hidup. Selamat bertugas di tempat yang baru, saya berharap suatu saat nanti bisa bertemu dengan Ibu lagi. Apabila selama ini saya pernah membuat luka perasaan Ibu, saya mohon maaf. Saya berdoa untuk kebahagian Ibu, dan saya mohon doa restu untuk kesuksesan saya, Ibu…”

14. Dari Moh. Reza Bahrezi, Jalan Raya Pakong, Maddis, Pamekasan

“ Selamat malam, petang, sore, siang, pagi. Saya ingin mengucap salam itu setiap waktu untuk Ibu. Apa kabar? Sejak saya dengar Ibu akan pindah tugas, pada siang itu hati saya terasa pedih. Menetes air mata saya. Semua itu pertanda bahwa Ibu tidak boleh pergi meninggalkan saya. Tapi saya tidak boleh egois untuk kebahagiaan Ibu. Karena Ibu juga punya tanggung jawab yang besar di lain hal. Terima kasih Ibu, telah mendidik, membimbing, menasihati, mengayomi, dan menyemangati saya untuk menjadi nomor satu. Masih ingatkah, ketika Ibu mengumumkan hasil ulangan ke-3 dan ke-4, Ibu menyatakan bahwa hasil ulangan saya “bagus”, hati saya sangat senang dan saya merasa punya arti. Setiap menulis, saya teringat Ibu yang selalu berpesan untuk memperhatikan EYD, tanda baca, tulisan yang jelas, dan pilihan kata yang benar. Jangan lupakan simphoni masa lalu di SMA bersamaku, Ibu… jadikan semua ini sebagai kisah klasik di masa depan. Semoga Ibu bahagia di tempat yang baru, dan senantiasa dalam lindungan Allah swt. Saya berharap dapat bertemu Ibu di lain waktu, di lain kesempatan, dan saya ingin melihat Ibu tetap tersenyum…”

15. Dari Dedi Novianto, Jalan P. Trunojoyo Gg III/9 Pamekasan

“Ibu, walaupun Ibu tidak mengajar kami lagi, tapi insya Allah saya akan tetap ingat dan mematuhi pesan Ibu untuk patuh dan hormat kepada guru pengganti Ibu, siapa pun orangnya. Walaupun sebenarnya guru penggantinya tidak seperti Ibu dalam mengajar kami. Saya berdoa semoga semua yang Ibu ajarkan menjadi ilmu yang bermanfaat. Saya berdoa untuk kebahagiaan Ibu, dan saya mohon doa kepada kedua orang tua saya juga memohon doa Ibu untuk keberhasilan saya. Mohon maaf atas semua kesalahan saya, Dedi Novianto nomor presensi 17 kelas 3 IPS-3”

16. Dari Dwi Purnomo Ramadhani, Jalan Pramuka No. 2 Pamekasan (Alamat Sekolah)

“ Ini surat penghantar untuk mengucapkan salam perpisahan. Perpisahan yang sangat tidak saya inginkan, tapi harus terjadi agar Ibu bisa bersatu dengan keluarga di Malang. Saya mohon maaf karena pernah membuat Ibu marah. Walaupun Ibu hanya marah melalui bahasa dan tanpa teriakan, tapi saya sangat menyesal. Pemberian maaf Ibu sangat berarti bagi saya dalam menjalani kehidupan kini dan masa depan. Selamat jalan Bu, saya selalu berdoa semoga Ibu selalu dalam lindungan-Nya serta sukses dalam segala hal. Saya mohon doa dari Ibu agar berhasil juga dalam segala hal. Terima kasih telah mengajari dan mendidik kami untuk menjadi tangguh dalam menjalani hidup, serta memiliki kepribadian yang matang. Jangan lupakan kami Bu, karena kami tidak akan pernah melupakan Ibu…”

17. Achmad Fajar, Jalan Nyalabu Permai II/7 Pamekasan

“Ibu Lilis yang saya sayangi, berat rasanya saya kehilangan Ibu, karena Ibu telah membuat saya bangga masuk jurusan IPS, Ibu menguatkan kami dengan memotivasi-motivasi. Ibu Lilis yang saya sayangi, sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan, tetapi saya tidak mampu mengutarakan dengan tulisan karena saya tidak bisa menahan air mata yang turun terus menerus saat saya menulis surat ini. Mungkin dengan foto ini Ibu akan mengingat saya. Jangan lupakan saya Bu, jangan lupakan kami, kenanglah kami di hati Ibu. Maafkan kami bila pernah membuat Ibu kesal atau kecewa, tetapi kami tidak pernah melakukankesalahan itu dengan sengaja. Maafkan kami Bu, maafkan kami…”

18. Dari Nurhatim, Desa Lancar Petang II Larangan, Pamekasan

“Semoga rahmat dan hidayah Allah tetap mengiringi langkah diri dan keluarga Ibu selalu. Amien. Berat rasa hati ini melepas kepergian Ibu, pergi meninggalkan kami menuju tempat tugas yang baru. Saya, Nurhatim kelas 3 IPS 2 nomor 32 (semoga Ibu tidak lupa). Saya tidak akan melupakan Ibu, tidak akan melupakan jasa Ibu. Tidak lupa saya mengucapkan kata maaf jika saya pernah melakukan kesalahan ketika kita masih bersama. Saya memohon kepada Allah swt agar segala ilmu yang Ibu ajarkan selalu bermanfaat bagi perjalanan hidup saya menuju kesuksesan. Saya mohon doa restu Ibu agar tujuan dan cita-cita hidup saya dapat tercapai dengan baik. Semoga di lain kesempatan saya dapat berjumpa lagi dengan Ibu, ibuku yang baik…”

19. Dari Febry Kurniawan, Desa Lancar Petang II Larangan, Pamekasan

“Perpisahan ini sangat menyedihkan karena banyak hal yang tidak akan dapat kami lupakan dari Ibu yang teguh memegang prinsip dan berwawasan luas. Telah banyak yang Ibu dapatkan di sini, pengalaman, teman, dan hal lain yang menyenangkan bahkan menyakitkan. Namun kami memohon agar Ibu dapat melupakan semua yang menyakitkan. Dan jadikan semua kebaikan sebagai kenangan yang indah, sebagaimana saya mengenang Ibu yang selalu tersenyum. Ibu telah dan pernah menjadi bagian dari komponen masyarakat Madura yang turut memberi warna waru dalam kehidupan Ibu. Saya tahu akan ada hal yang membahagiakan Ibu, yaitu kepulangan Ibu di tengah keluarga. Namun saya sebagai anak yang mencintai Ibu berharap agar Ibu tidak akan pernah melupakan kami…”

20. Ahmad Syaifur Rahman, Jalan Pramuka No. 2 Pamekasan (Alamat Sekolah)

“Ibu Guruku yang saya kagumi, kenangan bersama Ibu adalah kenangan manis yang sulit untuk dilupakan. Karena saya sungguh terkesan dengan cara Ibu menghadapi kami saat di kelas maupun kala jumpa di jalan. Pengorbanan Ibu sungguh berarti bagi kami. Tapi saat ini saya tidak bisa bertemu Ibu lagi. Semoga di tempat tugas yang baru, Ibu mendapatkan anak didik yang lebih baik dari kami. Ibu Guruku tercinta, selamat berpisah, surat ini sebagai tanda hormat saya untuk Ibu…”

(Bersambung...)

29 November 2010

Pak Pos, Saya Rindu Menulis Surat…

1. Cuplikan Surat-Surat dari Murid Saya di Madura
(Bagian I)


Di era komunikasi global yang serba modern dan canggih, jasa pelayanan pos mulai ditinggalkan. PT Pos kalah bersaing dengan jasa kurir swasta maupun perkembangan teknologi informasi seperti HP, e-mail, dan jejaring sosial yang berbasis internet, serta multimedia lain yang mampu mengirim dan menerima informasi dengan sangat cepat. Di saat seperti ini saya ingin mengingatkan bahwa Pak Pos masih ada, masih eksis, dan tetap setia melayani masyarakat dalam jasa persuratan dan pelayanan lainnya.

“Pak Pos, saya rindu menulis surat. Saya ingin membalas surat murid-murid saya yang pernah Bapak antar ke rumah saya.”

Semoga saya tidak GR (gedhe rasa) setiap membaca kembali surat-surat dari murid saya yang dikirim melalui jasa Pak Pos selama kurun waktu 7 tahun. Inilah cuplikannya:

1. Dari Esha Pradana, Jalan Dirgahayu 15 Pamekasan

“Masih ingatkah Ibu dengan saya, Esha Pradana? Saya yakin Ibu masih ingat kepada saya, dan semoga tetap ingat sampai di masa yang akan datang. Saya masih terkenang ketika Ibu pertama kali datang ke Madura: Ibu takut carok. Jangan takut lagi, Ibu… Budaya carok hanya terjadi pada masyarakat Madura primitif, tidak pada kami yang terpelajar ini. Sekarang Ibu meninggalkan kami. Akan tetapi saya berharap agar perpisahan ini tidak untuk selamanya, Kita pasti dapat bertemu kembali, entah kapan… Kami akan selalu merindukan Ibu”

2. Dari Nur Prayogo Fajri, Jalan Jokotole Permai 21 Pamekasan

“Ibu Lilis yang baik dan sabar, saya merasa kehilangan sekali sosok guru seperti Ibu, yang bisa sabar dalam menghadapi murid-murid IPS 4 yang bandel dan nakal. Ibu Lilis, saya berharap mudah-mudahan Ibu sehat wal afiat.Hal lain yang sangat berkesan bagi saya, Ibu selalu memberi point dalam setiap partisipasi saya. Ibu sangat hafal dengan judul-judul karya sastra dan nama pengarangnya. Ibu selalu bersemangat jika berbicara tentang sastra. Setiap perjumpaan ada perpisahan, karena semua itu sudah kodrat alam yang harus kita jalani dalam hidup ini. Saya berharap Ibu tidak pernah menyesal mempunyai murid seperti saya. Terima kasih, karena Ibu telah bisa sabar dalam membina kami. Mohon maaf jika ada salah dari kami,Ibu…”

3. Dari Moh. Ambari, Jalan Blumbungan Pamekasan

“Saya dengan rasa berat hati mengucapkan salam perpisahan kepada Ibu. Apabila saya pernah menyakiti hati Ibu, maafkan saya Ibu. Kelas 3 IPS-3 nakal, tapi Ibu tidak mengatakan kami nakal. Dengan perlakuan Ibu seperti itu, kami mati langkah di hadapan Ibu. Saya akan menyimpan kenangan bersama Ibu sepanjang hidupku. Jangan lupakan kami 3 IPS-3 Ibu.. Meskipun kini kita jauh dan berpisah, semoga Ibu tetap mengingat kenangan bersama kami. Kami di sini merindukan Ibu. Perpisahan ini sangat menyedihkan hati kami, tapi saya berdoa semoga Ibu bahagia…”

4. Dari Apendi Shondhar Kurniawan, Jalan Pramuka No.2 Pamekasan(Alamat Sekolah)

“Mengapa Ibu meninggalkan saya? Saat ini saya membutuhkan guru yang mengerti cara belajar saya. Ibu bisa mengerti saya dan menerima segala kekurangan saya. Kalau saja waktu dapat diputar, saya ingin duduk di kelas 3, tahun kemarin. Sehingga Ibu bisa menemani saya sampai lulus. Perpisahan ini sangat berat bagi saya. Tapi saya tetap berdoa semoga Ibu sukses dalam menjalankan tugas dan mendapatkan murid yang baik di tempat yang baru. Kami juga mohon doa restu Ibu, semoga kami lulus dan sukses di masa depan. Ibu, jika Allah swt mengijinkan, muridmu tersayang ini akan mencari Ibu kelak… ”

5. Dari Ika Sayyidatul Husna, Jalan Pramuka No. 2 Pamekasan (Alamat Sekolah)

“Ibu, tak ada kata yang dapat saya ucapkan untuk melepas kepindahan Ibu. Dan tak ada hadiah yang dapat saya berikan, hanyalah ucapan “Selamat jalan, selamat melanjutkan kewajiban sebagai guru di tempat tugas yang baru”. Selama ini banyak kesan yang kami rasakan. Ibu baik dan ramah. Ibu tabah menghadapi kami. Ibu sangat teliti dalam memeriksa tugas, Ibu selalu melingkari setiap kesalahan tulisan dengan tinta merah. Sehingga kami tahu dan dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Ibu adalah segalanya: penghibur dalam kesedihan, pemberi harapan dalam penderitaan, membangkitkan kekuatan dalam kelemahan. Hanya Ibu yang dapat memahami arti kasih sayang dan bahagia. See you ‘n don’t forget me..”

6. Dari Nurul Hidayati, Jalan Stadion VIII/2 Pamekasan

“ Tak banyak yang bisa saya sampaikan kepada Ibu. Kenangan indah bersama Ibu telah kubingkai dalam hati. Dorongan, dukungan, dan pesan Ibu akan menjadi cambuk bagi saya untuk maju. Saya senang cara Ibu mengajar, membuat saya bersemangat, berusaha, dan terus mencoba. Ibu telah membuka hati saya untuk melihat betapa perlunya perjuangan hidup. Jika selama ini ada salah kata dan perbuatan, saya mohon maaf karena lidah bagai pedang tajam yang menyakiti walau tanpa mengeluarkan darah. Saya tidak punya apa-apa untuk membalas kebaikan Ibu, tetapi saya punya doa untuk kebahagiaan Ibu sekeluarga. 'Bukan hanya suka cita yang menjadi tujuan hidup kita, tetapi berbuat dan berjuang agar setiap hari lebih maju daripada hari yang mendahuluinya'... ”

7. Dari Widiya Kusuma Dewi, Jalan Jingga 115 Pamekasan

“Saat pertama Ibu mengajar, saya takut karena Ibu sering mengkritik saya dan teman-teman. Tapi akhirnya kami menyadari kekurangan dan kesalahan itu, terutama dalam pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sampai akhirnya, saya sudah menganggap Ibu seperti orang tua saya sendiri. Selama belajar bahasa Indonesia, belum pernah saya serajin tahun ini. Ibulah yang memacu semangat saya. Sekarang Ibu pindah tugas, dan saya kangen. Saya berharap jika Ibu datang ke Pamekasan, saya bisa bertemu Ibu…”

8. Dari Mariyatul Kiptiyah, Jalan Kowel Jaya No. 23 Pamekasan

“ Apa kabar, Ibu? Saya berharap Ibu baik-baik saja dan selalu dalam lindungan-Nya. Sebenarnya berat bagi saya untuk melepaskan Ibu. Tapi, seperti yang pernah Ibu katakan bahwa perpisahan ini bagai keping misteri yang memilki dua sisi: sedih dan bahagia. Ibu bersedih karena meninggalkan kami, tapi Ibu juga bahagia karena bisa kembali di tengah keluarga. Maka dengan perpisahan ini saya berharap Ibu bahagia, tidak lagi seperti segi tiga sama sisi yang saling berjauhan sudut-sudutnya. Saya bisa merasakan kebahagian Ibu dalam linangan air mata saya. Satu hal yang sangat saya ingat, Ibu selalu memotivasi kami untuk belajar dan bedoa. Saya mohon, Ibu juga berkenan mendoakan kami agar meraih sukses di masa yang akan datang. Terima kasih atas semuanya, Ibu akan selalu hidup dalam kenangan kami…”

9. Dari Laksmana jaka Weidy, Jalan Kangenan No. 28 Pamekasan

“ Dan… Smile donk Bu… :) !! Saya merasa sangat sedih dan kehilangan atas kepindahan Ibu. Bagi saya Ibu memiliki ciri khas tersendiri. Sosok yang sederhana, apa adanya, tidak muluk-muluk, tidak pilih kasih, dan yang paling membuat saya salut adalah KETANGGUHAN Ibu. Saya menilai Ibu wanita yang kuat baik fisik maupun batin. Ibu wanita kedua yang tangguh setelah Ibu saya, tegar dalam menjalankan tugasnya. Mmmhh…. Sekarang sudah jam 23.45 Ibu, mata saya sudah menguncup. Tidak ada yang bisa saya berikan pada Ibu, tapi yang jelas doa saya selalu menyertai kemana pun Ibu pergi. Jaga diri baik-baik ya Bu, semoga selalu dalam lindungan-Nya. Doakan saya bisa meraih cinta-cita saya sebagai desainer ya Bu…”

10. Dari Afaf Thalib, Jalan Jokotole 51 Pamekasan

“Entah dari mana saya harus memulai surat ini. Yang saya rasakan saat ini adalah kehilangan sosok guru yang selama ini saya kagumi dan saya hormati. Banyak kesan yang Ibu lekatkan di hati kami. Ibu sangat memperhatikan kami, dan perhatian Ibu tanpa kecuali. Dalam setiap jumpa di kelas, Ibu bisa ciptakan suasana bahagia, sedih, haru, lucu, dan lain-lain. Saat ini tak ada lagi suasana itu. Saya kehilangan. Saya kangen Ibu..”

(Bersambung…)

2. Cuplikan Surat-Surat dari Murid Saya di Madura
(Bagian II)


11. Dari Athirta Irjatmiko, Jalan Mandilaras II/3 Pamekasan

“Dengan surat ini semoga hati Ibu yang sedih menjadi bahagia dan jika gelisah menjadi tenang. Semoga Ibu sehat dan selalu dalam lindungan Allahswt. Ibu, dalam hari-hari bersama kami, tentu banyak kenangan bahagia dan pedih yang bersatu. Dengan saling memaafkan, kenangan pahit dapat terlupakan. Kini Ibu telah pergi dengan sejuta kenangan yang membekas di hati. Terima kasih atas bimbingan, binaan, dan didikan Ibu kepada kami. Ilmu telah kudapatkan, tapi hanya kata-kata ini yang bisa aku persembahkan:

Seorang Ibu melangkah
Menuju kota Berteman
Merangkai perjalanan
Demi tugas dan kewajiban
Hari-harimu berlalu
Mengukir sebuah kenangan
Bibirmu selalu tersenyum
Namun jiwamu risau
Karena cinta kau tinggal jauh


Saya tidak tahu bagaimana perasaan Ibu setelah membaca untaian kata tersebut, tetapi saya berharap Ibu tersenyum membacanya, karena dengan tersenyum Ibu semakin kelihatan manis…”

12. Dari Saheriyanto, Jalan Veteran IV/50 Pamekasan

“Hari ini, 6 Januari 2004. Ibu telah melewati masa pengabdian selama 7 tahun 7 bulan di Pulau Garam, di SMAN 1 Pamekasan. Kini Ibu telah meninggalkan kami, menuju tempat tugas dambaan Ibu. Saya sebenar-benarnya sangat sedih dan haru. Semoga di tempat yang baru Ibu sangat menyukainya, saya ingin Ibu tetap bahagia seperti saat bersama kami. Guruku yang tulus memberikan ilmu, terima kasih atas segalanya, terima kasih telah membuka pintu hati kami untuk mengerti hakikat hidup yang sesungguhnya. Ibu guru yang kucintai, maafkanlah apabila tingkah laku kami selama di kelas atau pada waktu berpapasan di jalan kurang berkenan. Ibu, malam ini sudah larut. Saya hanya bisa mengucap selamat berpisah. Satu yang tak dapat kulupa, engkau guruku yang penuh sukacita. Rasanya saya ingin bertemu walau hanya sebentar, ingin belajar bersamamu walau hidup dalam mimpi…”

13. Dari Indra Wahyudi, Jalan Raya Blumbungan No. 9 Pamekasan

“ Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu karena dengan bimbingan Ibu, saya mengerti arti kehidupan yang sebenarnya. Pengalaman mengajar di di Pamekasan janganlah membuat ibu menyesali jalan hidup. Selamat bertugas di tempat yang baru, saya berharap suatu saat nanti bisa bertemu dengan Ibu lagi. Apabila selama ini saya pernah membuat luka perasaan Ibu, saya mohon maaf. Saya berdoa untuk kebahagian Ibu, dan saya mohon doa restu untuk kesuksesan saya, Ibu…”

14. Dari Moh. Reza Bahrezi, Jalan Raya Pakong, Maddis, Pamekasan

“ Selamat malam, petang, sore, siang, pagi. Saya ingin mengucap salam itu setiap waktu untuk Ibu. Apa kabar? Sejak saya dengar Ibu akan pindah tugas, pada siang itu hati saya terasa pedih. Menetes air mata saya. Semua itu pertanda bahwa Ibu tidak boleh pergi meninggalkan saya. Tapi saya tidak boleh egois untuk kebahagiaan Ibu. Karena Ibu juga punya tanggung jawab yang besar di lain hal. Terima kasih Ibu, telah mendidik, membimbing, menasihati, mengayomi, dan menyemangati saya untuk menjadi nomor satu. Masih ingatkah, ketika Ibu mengumumkan hasil ulangan ke-3 dan ke-4, Ibu menyatakan bahwa hasil ulangan saya “bagus”, hati saya sangat senang dan saya merasa punya arti. Setiap menulis, saya teringat Ibu yang selalu berpesan untuk memperhatikan EYD, tanda baca, tulisan yang jelas, dan pilihan kata yang benar. Jagan lupakan simphoni masa lalu di SMA bersamaku, Ibu… jadikan semua ini sebagai kisah klasik di masa depan. Semoga Ibu bahagia di tempat yang baru, dan senantiasa dalam lindungan Allah swt. Saya berharap dapat bertemu Ibu di lain waktu, di lain kesempatan, dan saya ingin melihat Ibu tetap tersenyum…”

15. Dari Dedi Novianto, Jalan P. Trunojoyo Gg III/9 Pamekasan

“Ibu, walaupun Ibu tidak mengajar kami lagi, tapi insya Allah saya akan tetap ingat dan mematuhi pesan Ibu untuk patuh dan hormat kepada guru pengganti Ibu, siapa pun orangnya. Walaupun sebenarnya guru penggantinya tidak seperti Ibu dalam mengajar kami. Saya berdoa semoga semua yang Ibu ajarkan menjadi ilmu yang bermanfaat. Saya berdoa untuk kebahagiaan Ibu, dan saya mohon doa kepada kedua orang tua saya juga memohon doa Ibu untuk keberhasilan saya. Mohon maaf atas semua kesalahan saya, Dedi Novianto nomor presensi 17 kelas 3 IPS-3”

16. Dari Dwi Purnomo Ramadhani, Jalan Pramuka No. 2 Pamekasan (Alamat Sekolah)

“ Ini surat penghantar untuk mengucapkan salam perpisahan. Perpisahan yang sangat tidak saya inginkan, tapi harus terjadi agar Ibu bisa bersatu dengan keluarga di Malang. Saya mohon maaf karena pernah membuat Ibu marah. Walaupun Ibu hanya marah melalui bahasa dan tanpa teriakan, tapi saya sangat menyesal. Pemberian maaf Ibu sangat berarti bagi saya dalam menjalani kehidupan kini dan masa depan. Selamat jalan Bu, saya selalu berdoa semoga Ibu selalu dalam lindungan-Nya serta sukses dalam segala hal. Saya mohon doa dari Ibu agar berhasil juga dalam segala hal. Terima kasih telah mengajari dan mendidik kami untuk menjadi tangguh dalam menjalani hidup, serta memiliki kepribadian yang matang. Jangan lupakan kami Bu, karena kami tidak akan pernah melupakan Ibu…”

17. Achmad Fajar, Jalan Nyalabu Permai II/7 Pamekasan

“Ibu Lilis yang saya sayangi, berat rasanya saya kehilangan Ibu, karena Ibu telah membuat saya bangga masuk jurusan IPS, Ibu menguatkan kami dengan memotivasi-motivasi. Ibu Lilis yang saya sayangi, sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan, tetapi saya tidak mampu mengutarakan dengan tulisan karena saya tidak bisa menahan air mata yang turun terus menerus saat saya menulis surat ini. Mungkin dengan foto ini Ibu akan mengingat saya. Jangan lupakan saya Bu, jangan lupakan kami, kenanglah kami di hati Ibu. Maafkan kami bila pernah membuat Ibu kesal atau kecewa, tetapi kami tidak pernah melakukankesalahan itu dengan sengaja. Maafkan kami Bu, maafkan kami…”

18. Dari Nurhatim, Desa Lancar Petang II Larangan, Pamekasan

“Semoga rahmat dan hidayah Allah tetap mengiringi langkah diri dan keluarga Ibu selalu. Amien. Berat rasa hati ini melepas kepergian Ibu, pergi meninggalkan kami menuju tempat tugas yang baru. Saya, Nurhatim kelas 3 IPS 2 nomor 32 (semoga Ibu tidak lupa). Saya tidak akan melupakan Ibu, tidak akan melupakan jasa Ibu. Tidak lupa saya mengucapkan kata maaf jika saya pernah melakukan kesalahan ketika kita masih bersama. Saya memohon kepada Allah swt agar segala ilmu yang Ibu ajarkan selalu bermanfaat bagi perjalanan hidup saya menuju kesuksesan. Saya mohon doa restu Ibu agar tujuan dan cita-cita hidup saya dapat tercapai dengan baik. Semoga di lain kesempatan saya dapat berjumpa lagi dengan Ibu, ibuku yang baik…”

19. Dari Febry Kurniawan, Desa Lancar Petang II Larangan, Pamekasan

“Perpisahan ini sangat menyedihkan karena banyak hal yang tidak akan dapat kami lupakan dari Ibu yang teguh memegang prinsip dan berwawasan luas. Telah banyak yang Ibu dapatkan di sini, pengalaman, teman, dan hal lain yang menyenangkan bahkan menyakitkan. Namun kami memohon agar Ibu dapat melupakan semua yang menyakitkan. Dan jadikan semua kebaikan sebagai kenangan yang indah, sebagaimana saya mengenang Ibu yang selalu tersenyum. Ibu telah dan pernah menjadi bagian dari komponen masyarakat Madura yang turut memberi warna waru dalam kehidupan Ibu. Saya tahu akan ada hal yang membahagiakan Ibu, yaitu kepulangan Ibu di tengah keluarga. Namun saya sebagai anak yang mencintai Ibu berharap agar Ibu tidak akan pernah melupakan kami…”

20. Ahmad Syaifur Rahman, Jalan Pramuka No. 2 Pamekasan (Alamat Sekolah)

“Ibu Guruku yang saya kagumi, kenangan bersama Ibu adalah kenangan manis yang sulit untuk dilupakan. Karena saya sungguh terkesan dengan cara Ibu menghadapi kami saat di kelas maupun kala jumpa di jalan. Pengorbanan Ibu sungguh berarti bagi kami. Tapi saat ini saya tidak bisa bertemu Ibu lagi. Semoga di tempat tugas yang baru, Ibu mendapatkan anak didik yang lebih baik dari kami. Ibu Guruku tercinta, selamat berpisah, surat ini sebagai tanda hormat saya untuk Ibu…”

(Bersambung...)

25 November 2010

Selamat Hari Guru

PEDOMAN PELAKSANAAN PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2O1O DAN HUT PGRI KE 65


A. PENDAHULUAN

Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan merupakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia lndonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan diarahkan untuk menjamin perluasan dan pemerataan akses, peningkatan mutu dan relevansi, serta tata pemerintahan yang baik dan akuntabilitas pendidikan yang mampu menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Untuk itu perlu dilakukan pemberdayaan dan peningkatan mutu guru secara terencana, terarah, dan berkesinambungan, mengingat guru mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional dalam bidang pendidikan dimaksud.
Peranan guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Guru merupakan salah satu faktor yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sejak masa penjajahan, guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Pada tahap awal kebangkitan nasional, para guru aktif dalam organisasi pemuda pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.
Dedikasi, tekad dan semangat persatuan dan kesatuan para guru yang dimiliki secara historis tersebut perlu terus dipupuk, dipelihara dan dikembangkan sejalan dengan tekad dan semangat era global untuk masa depan bangsa.
Seperti halnya pemerintahan dan masyarakat di banyak negara, pemerintah dan masyarakat memposisikan profesi guru sangat terhormat baik secara formal maupun sosial. Guru sebagai profesi telah dicanangkan oleh Presiden Rl tanggal 02 Desember 2004. Pencanangan tersebut merupakan pengakuan formal atas profesi guru sebagai profesi yang bermartabat. Hal ini diharapkan menjadi tonggak awal bangkitnya apresiasi tinggi pemerintah dan masyarakat terhadap profesi guru, ditandai dengan adanya reformasi pengembangan profesi guru meliputi peningkatan kualifikasi dan kompetensi, sertifikasi, pemberian penghargaan, perbaikan kesejahteraan, dan perlindungan hukum.
Kemajuan suatu bangsa tergantung dari besarnya perhatian dan upaya bangsa yang bersangkutan dalam mendidik generasi muda. Jika anak bangsa memperoleh kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan bakat dan kecakapannya, mendalami pengetahuan, serta mengembangkan disiplin, watak, kepribadian dan keluhuran budinya, maka bisa dikatakan bangsa tersebut akan memiliki masa depan yang cerah. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru, harkat dan martabat bagi bangsa yang sedang membangun mutlak diperlukan.
Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, yang kemudian lebih dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Sejak tahun 1994 secara nasional telah dilaksanakan 16 (enam belas) kali peringatan Hari Guru Nasional, yaitu :

1. Tahun 1994, pertama kali dilaksanakan di lstana Negara Jakarta;
2. Tahun 1995, diadakan di Surakarta, kota kelahiran PGRI enam puluh lima tahun yang lalu;
3. Tahun 1996, di lstora Senayan Jakarta;
4. Tahun 1997, di Balai Sidang Jakarta;
5. Tahun 1998, di lstana Negara Jakarta;
6. Tahun 1999, di lstana Wakil Presiden Jakarta;
7. 'Tahun 2000, di lstana Negara Jakarta;
8. Tahun 2001, di lstana Negara Jakarta;
9. Tahun 2002, di lstana Negara Jakarta;
10. Tahun 2003, di lstana Negara Jakarta;
11. Tahun 2004, di lstora Senayan, Jakarta;
12. Tahun 2005, di Surakarta;
13. Tahun 2006, tidak dilaksanakan di tingkat nasional;
14. Tahun 2007, di Pekanbaru;
15. Tahun 2008, di Jakarta;
16. Tahun 2009, di Jakarta.

Penyelenggaraan peringatan menjadi tanggung jawab antara pemerintah, pemerintah daerah dan PGRI bersama masyarakat. Kepanitiaan dibentuk bersama antara unsur pemerintah, pemerintah daerah dan PGRI, baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah.

B. TUJUAN

1. Meningkatkan berkembangnya budaya mutu di kalangan guru dan pemangku kepentingan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa lndonesia.
2. Meneladani semangat dan dedikasi guru sebagai pendidik semua anak bangsa, dalam peningkatan sumber daya manusia yang bermutu.
3. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya kedudukan dan peran strategis guru dalam membangun karakter bangsa Indonesia yang bermartabat.

C. LANDASAN

1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 4301:
2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 4437);
3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4586);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 4941);
5. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentanq Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara.
6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84lP Tahun 2010 mengenai Pembentukan Kabinet lndonesia Bersatu ll.

D. TEMA

Memacu Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermartabat, dan Sejahtera.

Sub Tema:
Meningkatkan Profesionalisme, Kesejahteraan, dan Perlindungan Guru melalui Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat.

E. WAKTU DAN TEMPAT

1. Upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional 2010 dan HUT PGRI ke 65 untuk tingkat nasional dilaksanakan pada tanggal 25 November 2010 dan upacara puncak yang akan dihadiri oleh Presiden Rl direncanakan pada tanggal 25 November 2010 di Jakarta (di PRJ).
2. Upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional 2010 dan HUT PGRI ke 65 untuk tingkat provinsi/kabupaten/kota dan sekolah diselenggarakan pada tanggal 25 November 2010 atau pada waktu lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

F. RUANG LINGKUP

1. Acara kegiatan dan upacara peringatan Hari Guru Nasional tahun 2010 bersamaan dan terkait dengan peringatan HUT ke 65 PGRI tahun 2010.
2. Peringatan Hari Guru Nasional ini diperingati dan dirayakan oleh semua warga pendidikan dan masyarakat umum di seluruh Indonesia.

G. KEPANITIAAN

1. Kepanitiaan di tingkat nasional dibentuk dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional yang personalianya terdiri dari unsur Kementerian Pendidikan Nasional, . Kementerian Agama, Pengurus . Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB-PGRI), dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan Pengurus PGRI Provinsi DKI Jakarta.
2. Kepanitiaan di provinsi ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur yang personalianya terdiri dari unsur Pemerintah Daerah/Dinas Pendidikan/Kantor Wilayah Kementerian Agama, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Pengurus PGRI Provinsi setempat.
3. Kepanitiaan di Kabupaten/Kota ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati/Walikota yang personalianya terdiri dari unsur Pemerintah daerah/Dinas Pendidikan/Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan Pengurus PGRI Kabupaten/Kota setempat.
4. Kepanitiaan di Kecamatan ditetapkan dengan Surat Keputusan Camat yang personalianya terdiri dari unsur Pemerintah daerah/Dinas Pendidikan/Kantor Kementerian Agama Kecamatan, dan Pengurus PGRI Kecamatan setempat.
5. Gubernur, Bupati/Walikota dan Camat sesuai tingkatannya adalah sebagai Pembina dalam kepanitiaan.

H. PEMBIAYAAN

Pembiayaan pelaksanaan peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2010 dan HUT PGRI ke 65 di daerah ditanggung bersama atas azas kebersamaan dan kekeluargaan antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota/kecamatan dan masyarakat, serta PGRI

I. PROGRAM KEGIATAN

1. Acara pokok Kegiatan Tingkat Nasional
• Upacara Bendera peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2010 di halaman Kantor Pusat Kementerian Pendidikan Nasional dilaksanakan tanggal 25 November 2010 (pedoman pelaksanaan upacara bendera terlampir).
• Acara puncak/Upacara peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2010 dan HUT PGRI ke 65 yang akan dihadiri oleh Presiden Republik lndonesia.
• Seminar Nasional Peningkatan Profesionalisme Guru.
• Pemberian penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan kepada guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah berprestasi dan berdedikasi luar biasa.
• Pemberian Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di bidang pendidikan kepada Gubernur, dan Bupati/Walikota yang mempunyai komitmen tinggi dalam pembangunan pendidikan, khususnya dalam peningkatan profesionalitas dan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, oleh Presiden Republik Indonesia
• Penghargaan Anugerah Konstitusi bagi Guru PKn Tingkat Nasional, bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi.
• Temu wicara Pendidikan Kesadaran Berkonstitusi bagi guruguru PKn seluruh Indonesia, bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi.
• sambutan Peringatan Hari Guru Nasional rahun 2010 oleh Menteri Pendidikan Nasional di RRI/TVRI, dan atau TV rainnya.
• Talkshow Hari Guru Nasional.
• Ziarah ke Taman Makam Pahlawan.
• Gerak jalan sehat.
• Jumpa pers dan serangkaian aktivitas/program/pemberitaan terkait dengan guru, baik di media cetak atau media etektronik.
2. Acara Pokok Kegiatan Tingkat Daerah
• Upacara Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2010 di Kantor Pemerintah Daerah dilaksanakan tanggal 25 November 2010 atau disesuaikan dengan kondisi daerah setempat, dengan acara pokok sebagaimana dalam pedoman pelaksanaan upacara bendera terlampir.
• Upacara di sekolah dilaksanakan pada tanggar 25 November 2010 dengan acara pokok sebagaimana datam pedoman pelaksanaan upacara bendera terlampir.
3. Penyelenggaraan Seminar llmiah Guru, dan sebagainya.
4. Talkshow di Radio/TV daerah
5. Ziarah ke Taman Makam Pahlawan.
6. Kegiatan lain yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan daerah masing-masing.


Jakarta, September 2010
Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

TTD

Prof. Dr. Baedhowi
NIP 19490828 197903 1.001


Sumber: www.pgri.or.id


24 Oktober 2010

In Memoriam

(Ini tulisan mengenang kepergian Aliny Kusuma, Anakku, dara jelita yang telah mengakhiri hidupnya)

Tiga tahun yang lalu, aku adalah ibu bagi mereka: 36 siswa kelas XII jurusan Bahasa. Dalam satu kelas terbagi dua "kubu", Jepang dan Jerman. Mereka berkompetisi untuk menjadi yang terbaik di hadapanku. Suatu momen yang tak pernah berhenti mengalirkan rasa rindu. Mereka tidak hanya nakal dan manja, pintar dan kreatif, tetapi juga loyal dan solit. Di antara mereka aku ada, dan bersama mereka hidupku berharga. Di kelas kami yang selalu bersih dan rapi, anak-anakku membuat “pohon bersalju” (Sakurakah yang kalian maksud?) yang diletakkan di sudut ruangan dekat meja tugasku. Di reranting pohon sakura itu, digantungkan potongan-potongan kertas berwarna putih dan merah (putih: jurusan bahasa Jerman dan merah: jurusan bahasa Jepang). Ada gambar kartun wajahku dan wajah mereka, ada namaku dan ada nama mereka. Mereka sangat sayang kepadaku, walau telah banyak “kusuapi” mereka dengan kata-kata yang pahit lagi getir. “Ibu sayang kalian, demi kebaikan kalian” kataku setiap kali mereka nakal. Di batas perpisahan itu, aku hantarkan mereka menuju kehidupan nyata di luar gerbang SMA. Aku berpesan kepadanya:

“Anak-anakku, hidup ini sementara
Isilah hidupmu dengan penuh semangat dan perjuangan
Berdoalah di setiap langkahmu
Genggamlah restu orang tuamu
Berbaktilah kepadanya, walau mereka telah tiada
Semoga hidupmu mulia dunia akhirat
Sampai kapan pun, Ibu mencintai kalian
Setahun bersama di “rumah” kita
Dan kau rasakan kata-kata yang pahit bagai buah maja
Namun suatu saat kau akan mengerti maknanya
Maafkan Ibunda…”

Namun, satu di antara mereka kini telah pergi. Jumat, 22 Oktober 2010 Aliny Kusuma, anakku, dara jelita, mengakhiri hidupnya. Siapa yang percaya? Tetapi jasad yang membisu dan keranda yang mengantarkan kembaranya memaksa aku dan semua orang percaya.

Selamat jalan, Sayang…
Dulu kau sering Ibu cerca tetapi tetap manja.
Kau tegar dan ceria, mengapa berubah?
Semoga Allah swt mempertimbangkan amal baikmu lalu mengampunimu.
Doa Ibu, semua temanmu, juga keluargamu, semoga menjadi peneduhmu.

Namamu tetap ada di sini, di antara deretan nama kita, di rumah kita dulu…

KELAS XII BAHASA TAHUN PELAJARAN 2007-2008
WALI KELAS: LILIS INDRAWATI, S.Pd

1 7943 ADHIM PRASASTYO
2 7957 ALDY REZQILLAH
3 7958 ALINY KUSUMA
4 7965 APRILIA RACHMADIAN
5 7973 AYUNING CHANDRA WIDYASTITI
6 7983 BRIAN CHRIS PRAKASA
7 7984 BRILLI ARYA CAHYANDARU
8 7997 DESITA PUTRI KUMALASARI
9 8000 DEWI NURUL KARINA
10 8008 DWI EMI ERMAWATI
11 8013 EGA NURCAHYONO
12 8024 FADIL MUHTAD HIDAYAT
13 8026 FAHMY HIDAYATURROHMAN
14 8031 FAUSTINE CHARISMARANI FIRDAUS
15 8033 FEBRIANI RESTUNING TYAS
16 8061 IHDINA BINNUR
17 8075 JOHAN PRAMONO
18 8076 JOKO WICAKSONO
19 8079 KIKI AFRILIANTI
20 8088 MADE ANDIKA SETYAWAN
21 8107 MUHAMMAD MIRZA MADANI
22 8111 NANDIWARDHANA YUDHO NUGROHO
23 8113 NENENG AYU RETNO WULAN SARI
24 8118 NUR LAILY SAFITRI
25 8127 NURUL KOMARIYAH
26 8134 PUTRI ANGGRAINI
27 8140 REGINDA LOVIDALISTA
28 8168 SEPTIAN HUDA NUZULA
29 8170 SETYO MALINDA
30 8180 SUKMA BAYU ANGGARA
31 8183 SYAIFUL ANWAR
32 8184 TESAR ZEIN BURHANSYAH
33 8194 UNGKI DWI CAHYO
34 8195 UTOMO HADI PUTRA
35 8196 UUL RATRI PRAMITAMA
36 8208 WELDA BRILLIAN CIPTA

14 Oktober 2010

Jangan Aku Kau Tinggalkan

”Jangan aku kau tinggalkan” adalah kompilasi empat kata yang menjadi favorit sebagai representasi terhadap ketakutan akan kehilangan dirimu. Pernyataan sederhana yang memiliki efek rasa luar biasa. Sebuah ungkapan dengan perpaduan diksi yang estetis dan persuasif: merajuk, memohon, dan merayu…

Rasa sentimentil itu berawal pada suatu hari, saat kudengar sebuah lagu klasik. Seperti biasa, aku menikmatinya di antara rutinitas di “balik” meja kerja. Namun, ketika lagu berakhir aku baru menyadari tentang sesuatu yang sangat menarik pada liriknya:

“Jangan aku kau tinggalkan”.
“Jangan aku kau tinggalkan”.
“Jangan aku kau tinggalkan”.

Aku bertanya tentang judul lagu itu.
“Jangan Aku Kau Tinggalkan, punya Goodman Brothers”, jawab temanku.
“Nyanyikan sekali lagi”, pintaku antusias.

Lirik demi lirik yang dikemas dalam lagu melankolis aku nikmati tanpa sisa. Sampai pada ungkapan terakhir: “Jangan aku kau tinggalkan. Jangan aku kau tinggalkan. Jangan aku kau tinggalkan”, mengingatkan terhadap kata-kataku sendiri. Aku menangis, dan begitu sulit untuk kutahan: Aku takut kau tinggalkan. Walaupun kutahu bahwa kau tak akan kubiarkan pergi...

Aku hunting lagu "Jangan Aku Kau Tinggalkan" by Goodman brothers di search engine dan telah menemukannya. Namun software lirik yang kupunya tak mampu mendeteksi lirik lagu itu. Search engine pun tak sanggup melacak keberadannya. Lalu kutranskrip sendiri bunyi demi bunyi menjadi tulisan ini. Kutipan lirik yang sangat kusuka adalah:

"Sungguh sunyinya rasa bila kau tiada
Hilang tempat ku bermanja
Kumohon maaf merayu padamu
Kembali padaku
...
Jika kau sunyi dan terasa rindu
Kembali padaku
...
Jangan aku kau tinggalkan
Jangan aku kau tinggalkan
Jangan aku kau tinggalkan"
"


Lirik Lagu itu:
Jangan Aku Kau Tinggalkan

(by Goodman Brothers)


Sebelum kau tinggalkan diriku

Nyatakanlah padaku

Apakah salah yang kulakukan

Hingga aku kau tinggalkan


Belum puas menatap wajahmu

Belum puas ku merayu

Kasih berbunga belum berkembang

Kini aku kau tinggalkan


Sungguh sunyinya rasa bila kau tiada

Hilang tempat ku bermanja

Kumohon maaf merayu padamu

Kembali padaku


Sebelum kau tinggalkan diriku

Nyatakanlah padaku

Apakah dosa yang kulakukan, Sayang

Aku kau tinggalkan


Teganya hatimu tinggalkanku pergi

Tiada dapat kuhalangi

Jika kau sunyi dan terasa rindu

Kembali padaku


Sebelumnya aku kau tinggalkan

Dengarkanlah oh sayang

Jika kau sungguh cinta padaku

Jangan aku kau tinggalkan


Jangan aku kau tinggalkan


Jangan aku kau tinggalkan

05 Oktober 2010

EKSISTENSI TNI: KINI DAN NANTI

"Kuhadiahkan tulisan ini untuk Mayor Uce yang punya Soldad (Soldier Dokter Angkatan Darat)"

Perjalanan sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) seiring dengan usia perjuangan bangsa Indonesia. TNI terlahir sebagai prajurit rakyat dari kancah pergolakan perang kemerdekaan. TNI tumbuh dan berkembang dalam jati dirinya yang khas, mengabdi dan membela bangsa, serta menjadi prajurit yang profesional. TNI secara terus menerus meningkatkan kemampuan, baik selaku perorangan prajurit maupun organik satuan. TNI tidak hanya dituntut profesional tetapi juga harus modern dan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dalam menjalankan tugas dan funngsinya. Kesiapan TNI sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan di era global ini hendaknya diimbangi dengan peningkatan kualitas secara konsisten, antisipasif, dan prospektif. Dengan demikian TNI mampu mengaplikasikan fungsi dan tugas pokoknya sebagai penangkal, pencegah, dan penghancur segala bentuk ancaman yang membahayakan integritas bangsa dan kedaulatan Negara.

TNI tidak boleh lena dari tugas dan kewajiban utamanya yakni mempertahankan dan membela wilayah kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Ancaman-ancaman tersebut antara lain berupa aksi terorisme, gerakan separatisme, konflik sara, friksi antarbangsa, ancaman kedaulatan, dll. Menjaga dan memelihara keutuhan bangsa Indonesia dari berbagai gangguan maupun upaya-upaya pihak luar yang mencoba mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Dengan mengemban peran pertahanan dan keamanan ini, sesungguhnya TNI telah melakukan salah satu hal terpenting bagi terwujudnya pembangunan bangsa dan Negara. Peran TNI tidak hanya menyangkut fungsi pertahanan dan keamanan tetapi juga dituntut dapat berafiliasi dengan fungsi sosial kemasyarakatan. Di masa perang TNI berada di garis depan, tetapi dalam kondisi damai TNI tidak hanya berada dalam barak. TNI diharapkan mampu memperlihatkan wajah humanis dan membaur dengan rakyat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Di tengah keharusan TNI untuk menjaga dan melindungi negara dan masyarakat terhadap ancaman dari luar, TNI tetap harus memperhitungkan dinamika internal.

Tugas, tanggung jawab, dan tantangan yang dihadapi TNI dari masa ke masa terus meningkat dan semakin kompleks. Kondisi lingkungan strategis yang berkembang dengan cepat, wilayah yang luas dengan 13.000 pulau, jumlah penduduk yang besar, multikultur dan heterogen, dinamika krusial sparatis yang sporadis, banyaknya objek vital yang harus diamankan, serta kemajuan teknologi persenjataan, mengharuskan TNI untuk menyesuaikan diri dan meningkatkan standar kemampuan dan kekuatannya. Kemampuan perang dan pertahanan Negara perlu didukung oleh infrastruktur yang memadai. Dalam menjalankan tugas dan menghadapi tantangan di era global, TNI harus dilengkapi dengan alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang kuat dan tangguh dengan mengikuti perkembangan teknologi mutakhir. Selain itu TNI perlu senantiasa memupuk potensi dan modal awalnya yakni semangat juang dan dukungan rakyat sepenuhnya. Apabila terjadi konflik dengan Negara lain yang bisa diselesaikan dengan cara diplomasi, maka perang adalah pilihan terakhir. Namun jika persoalannya mengenai kedaulatan negara, maka kedaulatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Eksistensi TNI di masa depan sangat ditentukan oleh kekuatan institusi/organisasi, kepemimpinan yang militeristis demokratis, personel yang loyal dan solit, rantai komando yang diperjelas, pembidangan fungsional antar-Angkatan yang lebih tertib, dan kekuatan serta ketangguhan alutsista. Selain itu, perlu dukungan kebijakan pemerintah dalam hal pembinaan dan anggaran yang dapat meningkatkan profesionalisme TNI dalam menghadapi tantangan tugas di masa depan yang sangat berat. Menghadapi persoalan bangsa yang semakin pelik terhadap ancaman yang timbul di dalam negeri dan yang datang dari luar negeri seperti saat ini, dibutuhkan seorang pemimpin yang tegas dan berani mengambil keputusan, visioner, bersikap kritis, serta bertindak cepat dalam mengatasi setiap persoalan yang semakin kompleks dan beragam, apalagi menyangkut kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dirgahayu TNI...
Eksistensi TNI adalah jati diri Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

28 September 2010

Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Ketika larut dalam kesibukan dan windows media player tidak pernah mengeluh mengalunkan lagu-lagunya (yang kuabaikan begitu saja), tiba-tiba aku jadi tertarik saat suara Chrisye yang seksi mendayu menyanyikan lagu "Ketika Tangan dan Kaki Berkata". Bukan hanya karena lagunya yang "menghipnotis" dan syairnya yang mengguncang perasaan, tetapi juga mengingatkan aku saat diskusi dengan Bapak Taufiq Ismail. Beliau bertutur tentang memoar Chrisye (alm) mengenai proses diciptakannya lagu ini.

Teks Lagu:

Ketika Tangan dan Kaki Berkata


Akan datang hari

Mulut dikunci

Kata tak ada lagi


Akan tiba masa

Tak ada suara

Dari mulut kita


Berkata tangan kita

Tentang apa yang dilakukannya

Berkata kaki kita

Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita

Bila harinya

Tanggung jawab, tiba...


Rabbana

Tangan kami

Kaki kami

Mulut kami

Mata hati kami

Luruskanlah

Kukuhkanlah

Di jalan cahaya

Sempurna


Mohon karunia

Kepada kami

HambaMu

Yang hina



Kisah Bapak Taufiq Ismail tentang Chrisye:


Di tahun 1997, saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, "Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas… Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?"

Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan.

Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, " Chris, maaf ya, macet. Sori." Saya akan kembalikan pita rekaman itu. Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin.
Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A'udzubillahi minasy syaithonirrojim."Alyauma nakhtimu 'alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun" saya berhenti.

Maknanya, "Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan."
Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!
Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke lirik-lirik lagu tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai.
Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon," Chris, alhamdulillah selesai". Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.
Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye, Sebuah Memoar Musikal,
2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan.
Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi.Menangis lagi. Yanti (istri Chrisye) sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa takberdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.

"Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65..." kata Taufiq.

Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi.
Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia , saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai.

Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!

Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah
karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!
Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna pengadilan hari akhir di hari kiamat kelak.

Mengenai menangis, menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.

Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya.

Chrisye terkejut. " Kenapa Bang, kurang?"

Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.

Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. "Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ' kan?"

Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.

09 September 2010

Selamat Iedul Fitri

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..
Laailaahaillallah Allahu akbar..
Allahu akbar walillaahilkham...

Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum.
Ja’alanallaahu Minal Aidin wal Faizin..

Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, Puasa kami dan kamu. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang.

Mohon maaf lahir dan batin

15 Agustus 2010

Hari Merdeka

(Ulang tahun ke-65 kemerdekaan negaraku, 17 Agustus 2010: Kunyanyikan syair lagu ini)

HARI MERDEKA

Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita

Lirik by: H. Mutahar

01 Mei 2010

BEASISWA BIDIK MISI 2010

I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Peningkatan pemerataan akses ke perguruan tinggi jenjang pendidikan menengah yang terdiri atas lulusan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat sampai saat ini masih merupakan masalah di negara kita. Banyak lulusan jenjang pendidikan menengah yang berprestasi dan merupakan calon mahasiswa yang potensial tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu peningkatan akses informasi terhadap sumber pendanaan masih sangat terbatas. Upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan menyusun database siswa jenjang pendidikan menengah yang cerdas dan kurang mampu serta memfasilitasi dan atau menyediakan beasiswa dan biaya pendidikan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab V pasal 12 (1.c), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya kurang mampu membiayai pendidikannya. Pasal 12 (1.d), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya kurang mampu membiayai pendidikannya.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, Bagian Kelima, Pasal 27 ayat (1), menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik yang orang tua atau walinya kurang mampu membiayai pendidikannya. Pasal 27 ayat (2), menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan, Bab VI, Pasal 46 ayat (2), menyebutkan bahwa Badan Hukum Pendidikan wajib mengalokasikan beasiswa atau bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik Warga Negara Indonesia yang kurang mampu secara ekonomi dan atau peserta didik yang memiliki potensi akademik tinggi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah seluruh peserta didik.

Berbagai macam beasiswa oleh pemerintah, misalnya PPA, BBM, PPE, dan BMU, telah diberikan kepada mahasiswa. Akan tetapi jumlah dana yang diberikan masih belum dapat memenuhi kebutuhan biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa, sehingga belum menjamin keberlangsungan studi mahasiswa hingga selesai.

Mengacu pada Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut serta kenyataan tentang program beasiswa sebagaimana tersebut di atas, maka Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Departemen Pendidikan Nasional mulai tahun 2010 memberikan beasiswa dan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi dan berprestasi yang disebut Beasiswa BIDIK MISI.
B. DASAR

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan;

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan;

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 1999 tentang Perguruan Tinggi Negeri;

5. Program Kabinet Indonesia Bersatu II tahun 2009-2014.
C. MISI

1. Menghidupkan harapan bagi masyarakat kurang mampu untuk terus menempuh sampai ke jenjang pendidikan tinggi;

2. Menghasilkan sumber daya insani yang mampu berperan dalam memutus rantai kemiskinan.
D. TUJUAN

1. Meningkatkan motivasi belajar dan prestasi calon mahasiswa, khususnya mereka yang menghadapi kendala ekonomi;

2. Meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi rakyat Indonesia yang berpotensi akademik tinggi dan kurang mampu secara ekonomi;

3. Menjamin keberlangsungan studi mahasiswa sampai selesai;

4. Meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang akademik/kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler;

5. Menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk selalu meningkatkan prestasi;

6. Melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya pengentasan kemiskinan.
II. KETENTUAN UMUM
A. SASARAN

Lulusan jenjang pendidikan menengah yang terdiri atas lulusan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat tahun 2010 yang berprestasi dan orang tua/wali-nya kurang mampu secara ekonomi.
B. JANGKA WAKTU PEMBERIAN BEASISWA

Beasiswa diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 (delapan) semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 (enam) semester untuk program Diploma III dengan ketentuan penerima beasiswa berstatus mahasiswa aktif.
C. PENYELENGGARA

Penyelenggara program beasiswa BIDIK MISI adalah perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi BHMN terpilih di bawah Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.
D. DANA BEASISWA

Dana beasiswa dan biaya pendidikan yang diberikan adalah sebesar Rp 5.000.000 (lima juta rupiah) per mahasiswa per semester yang diprioritaskan untuk biaya hidup.


III. KETENTUAN KHUSUS
A. PERSYARATAN

Persyaratan untuk mendaftar program beasiswa BIDIK MISI tahun 2010 adalah:

1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang dijadwalkan lulus pada tahun 2010;

2. Berprestasi dan orang tua/wali-nya kurang mampu secara ekonomi;

3. Calon penerima beasiswa mempunyai prestasi akademik/ kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler yang diketahui oleh Kepala Sekolah/ Pimpinan Unit Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kabupaten/Kota. Adapun prestasi akademik/kurikuler yang dimaksud adalah peringkat 25 persen terbaik di kelas, sedangkan prestasi pada kegiatan ko-kurikuler dan/atau ekstrakurikuler minimal peringkat ke-3 di tingkat Kabupaten/Kota dan harus sesuai dengan program studi yang dipilih.
B. KUOTA

1. Banyaknya penerima beasiswa pada tahun anggaran 2010 adalah 20.000 orang;

2. Jumlah tersebut didistribusikan kepada perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi BHMN di bawah Depdiknas yang ditentukan oleh Depdiknas dan di perguruan tinggi negeri di bawah Depag yang ditentukan oleh Depag;

3. Kuota beasiswa yang ditetapkan untuk setiap perguruan tinggi terpilih disesuaikan dengan jumlah mahasiswa baru yang diterima setiap tahunnya dan/atau jumlah total mahasiswa di perguruan tinggi tersebut serta pertimbangan lainnya.
C. PENGGUNAAN DANA BEASISWA

1. Besarnya dana biaya hidup setiap penerima beasiswa adalah sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) sampai dengan Rp 700.000 (tujuh ratus ribu rupiah) per bulan tergantung pada indeks harga kemahalan daerah lokasi perguruan tinggi terpilih.

2. Besarnya bantuan biaya pendidikan yang dialokasikan kepada setiap penerima beasiswa adalah sebesar Rp 800.000 (delapan ratus ribu rupiah) sampai dengan Rp 2.000.000 (dua juta rupiah) per semester.

3. Apabila biaya pendidikan di suatu perguruan tinggi terpilih ternyata lebih tinggi dari dana yang tersedia, maka perguruan tinggi terpilih tersebut wajib memberikan bantuan biaya pendidikan sepenuhnya kepada penerima beasiswa.

4. Apabila terdapat kelebihan dana pendidikan pada suatu perguruan tinggi terpilih, maka perguruan tinggi terpilih tersebut dapat menggunakan untuk:

a. biaya pelaksanaan tes/seleksi penerimaan (administrasi, transportasi, dan akomodasi);

b. biaya buku, pelatihan mahasiswa yang bersangkutan, dan sebagainya.

c. Semua penggunaan dana harus dilaporkan ke Ditjen Dikti.
D. PENYALURAN DANA

1. Beasiswa dibayarkan setiap semester berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani oleh perguruan tinggi terpilih dengan Ditjen Dikti;

2. Pimpinan perguruan tinggi penyelenggara memberikan dana biaya hidup kepada mahasiswa dengan perhitungan per bulan;

3. Penyaluran beasiswa dari perguruan tinggi penyelenggara kepada mahasiswa penerima melalui rekening mahasiswa atau dibayarkan melalui bank;

4. Penyaluran biaya pendidikan diatur oleh perguruan tinggi penyelenggara sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

5. Dana beasiswa tidak boleh dipotong untuk kepentingan apapun.
IV. MEKANISME PEREKRUTAN
A. PERSIAPAN PENDAFTARAN

Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan pengumuman melalui media massa, institusi pemerintah daerah (dinas pendidikan propinsi dan kabupaten/kota) dan institusi pendidikan tinggi serta pendidikan menengah (SMA, SMK, MA, MAK atau bentuk lain yang sederajat) untuk memberikan informasi kepada publik adanya program beasiswa ini.

Kepala Sekolah/Pimpinan Unit Dikmas mengkoordinasikan seluruh proses pendaftaran di setiap sekolah dan mengirimkan berkas yang telah memenuhi persyaratan ke perguruan tinggi terpilih yang dituju.
B. TATA CARA PENDAFTARAN

1. Calon mahasiswa memilih program pendidikan Diploma III, Diploma IV dan Sarjana pada perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi BHMN terpilih;

2. Berhubung jadwal pendaftaran calon mahasiswa baru di perguruan tinggi penyelenggara tidak bersamaan, maka setiap calon mahasiswa diharuskan memperhatikan jadwal pendaftaran di setiap perguruan tinggi yang dipilih;

3. Setiap calon mahasiswa dapat memilih maksimal dua program studi, baik dalam satu perguruan tinggi atau di dua perguruan tinggi yang berbeda.

4. Kepala Sekolah/Pimpinan Unit Dikmas dari siswa yang memenuhi persyaratan melakukan pendaftaran secara kolektif, untuk siswa/peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya, kepada Rektor/Ketua/Direktur atau pimpinan perguruan tinggi penyelenggara yang dituju dengan melampirkan berkas sebagai berikut:

1. Berkas-berkas yang dilengkapi oleh siswa

1) Formulir pendaftaran yang telah diisi oleh siswa yang bersangkutan dan dilengkapi dengan pasfoto ukuran 3×4 sebanyak 3 (tiga) lembar. Formulir pendaftaran dapat diunduh di alamat www.dikti.go.id dan/atau www.kelembagaan.dikti.go.id atau difotokopi dari panduan program beasiswa BIDIK MISI yang tersedia;

2) Fotokopi Kartu Tanda Siswa (KTS) atau yang sejenis sebagai bukti siswa aktif;

3) Fotokopi rapor semester 1 s/d 5 disertai surat keterangan tentang peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang keilmuan/akademik yang disahkan (legalisasi) oleh kepala sekolah/ pimpinan unit Dikmas;

4) Fotokopi Kartu Keluarga Miskin. Bagi keluarga yang tidak memiliki kartu Keluarga Miskin, harus menyertakan Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh kepala desa/kepala dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat;

5) Fotokopi Kartu Keluarga;

6) Jika diperlukan dapat menyertakan bukti pendukung lain seperti fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB dari orang tua/wali-nya.

1. Berkas yang dilengkapi oleh Sekolah/Unit Dikmas

1) Rekomendasi dari Kepala Sekolah/Pimpinan Unit Dikmas yang memberikan keterangan bahwa pendaftar adalah siswa berprestasi yang orang tua/wali-nya kurang mampu;

2) Daftar nama pelamar ke perguruan tinggi penyelenggara yang dituju.
C. SELEKSI

1. Perguruan tinggi penyelenggara menyeleksi usulan calon penerima beasiswa BIDIK MISI sesuai persyaratan;

2. Seleksi ditentukan oleh masing-masing perguruan tinggi penyelenggara dengan memprioritaskan calon yang paling tidak mampu, calon yang mempunyai prestasi paling tinggi, dan memperhatikan asal daerah calon;

3. Apabila diperlukan seleksi yang memerlukan kehadiran fisik pendaftar, maka seluruh biaya untuk mengikuti proses seleksi termasuk biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh perguruan tinggi terpilih yang bersangkutan;

4. Hasil seleksi ditetapkan oleh Rektor/Ketua/ Direktur atau yang diberi wewenang untuk itu setelah melalui proses verifikasi.
D. PENETAPAN

1. Setiap perguruan tinggi penyelenggara harus melaporkan data hasil seleksi/perankingan semua pendaftar ke Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti sebagai bahan verifikasi;

2. Dalam verifikasi bersama yang dikoordinasi oleh Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti dilakukan penetapan penerimaan. Seorang calon hanya diterima di satu program studi pada perguruan tinggi tertentu.

3. Apabila calon penerima beasiswa yang diterima di suatu perguruan tinggi penyelenggara tertentu kurang dari kuota yang telah ditetapkan, maka Ditjen Dikti dapat mengalokasikan sisa kuota tersebut ke perguruan tinggi penyelenggara yang lain;

4. Pengumuman penerimaan calon mahasiswa dilakukan oleh masing-masing perguruan tinggi penyelenggara.
E. PENGHENTIAN BEASISWA

Pemberian beasiswa dihentikan apabila mahasiswa penerima beasiswa:

1. Terbukti memberikan keterangan yang tidak benar atau melakukan pelanggaran administratif pada berkas yang disampaikan;

2. Tidak memenuhi persyaratan akademik yang ditetapkan oleh perguruan tinggi penyelenggara;

3. Melakukan pelanggaran terhadap tata tertib kehidupan kampus dan peraturan lain yang berlaku di perguruan tinggi penyelenggara;

4. Mengundurkan diri;

5. Meninggal dunia.
V. MONITORING DAN EVALUASI

Monitoring dan evaluasi dilakukan dalam bentuk evaluasi eksternal dan internal.
A. MONITORING DAN EVALUASI EKSTERNAL

Monitoring dan evaluasi eksternal terhadap penyelenggaraan program akan dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap penyelenggaraan program beasiswa BIDIK MISI, antara lain:

1. Prestasi akademik mahasiswa penerima beasiswa;

2. Penyaluran dana beasiswa;

3. Jumlah mahasiswa penerima beasiswa.
B. MONITORING DAN EVALUASI INTERNAL

Secara internal perguruan tinggi penyelenggara dapat melengkapi panduan sebagai acuan dalam penyelenggaraan program serta sistem monitoring dan evaluasinya. Hasil monitoring dan evaluasi internal dituangkan dalam Laporan Program dan Keuangan yang disampaikan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

1. Pelaporan Program

Pelaporan program berprinsip pada 3-T (Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu).

a. Tepat Sasaran; artinya beasiswa telah disalurkan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam pedoman dengan menyebutkan jumlah mahasiswa.

b. Tepat Jumlah; artinya jumlah mahasiswa penerima beasiswa harus sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan. Apabila jumlah mahasiswa penerima beasiswa kurang dari yang telah ditetapkan, maka perguruan tinggi wajib melaporkan ke Ditjen Dikti

c. Tepat Waktu; artinya beasiswa telah disalurkan kepada mahasiswa sesuai dengan waktu sebagaimana diatur dalam mekanisme penyaluran dana.

2. Pelaporan Keuangan

Laporan keuangan melampirkan bukti pembayaran dana biaya hidup kepada mahasiswa, dan keperluan lain yang dikeluarkan perguruan tinggi penyelenggara untuk keperluan studi mahasiswa penerima beasiswa.


27 Februari 2010

KALAU MASIH CINTA JANGAN BERCERAI

HOUSE FOR SALE


Barangkali Lirik lagu ini dapat dijadikan pertimbangan untuk pasangan muda dalam menghadapi dan menjalani kehidupan rumah tangganya. Jika ada masalah yang menimpa cobalah untuk saling mengerti dan mencari solusi yang baik. Hendaklah berpikir jernih dan mendalam sebelum memutuskan untuk bercerai. Kemarahan hanya bersifat temporer dan kan reda seiring waktu. Tidak semua perceraian didasari rasa benci, bahkan mungkin masih saling mencintai. Bagaimana penulis lirik lagu “House for Sale” mengisahkan hal tersebut dalam paparan kata-kata yang indah dan menyentuh.

Lirik lagu House for Sale sejenis puisi naratif yang kisahkan oleh tokoh “Aku” tentang perceraiannya dengan pasangan hidup yang dicintai. Uniknya, kisah dalam lirik lagi ini disampaikan dalam dua sudut pandang, yaitu eksternal (sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat) dan internal (sudut pandang orang pertama sebagai pelaku) Tragedi perceraian tersebut dimulai dengan prolog yang disampaikan melalui perbincangan tetangga di suatu pagi. Larik demi larik saya terjemahkan bebas sebagai berikut:

The sign went up

one rainy morning

just a couple of hours after dawn

Mrs. Hanley peeked out through her curtains

wondering what was going on

The neighbors said over coffee cups

that nice young couple is breaking up


Sebuah pertanda di pagi yang gerimis, hanya beberapa jam setelah fajar menyingsing.Nyonya Hanley mengintip dari balik tirai, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Para tetangga berkata sambil minum secangkir kopi: Pasangan muda yang baik itu telah bercerai.

Setelah prolog tersebut, pengisahan cerita berfokus pada konten masalah yang dialami oleh ”aku lirik” tentang kesiapannya meninggalkan segalanya (namun terasa berat):

In the living room

the linen and the crystal

sit all packed and set to go

I tell myself once more I won't be here in spring

to see my roses grow

And all the things you tried to fix

the roof still leaks

the door still sticks

House for Sale

You can read it on the sign

House for Sale

It was yours and it was mine

And tomorrow

some strangers

will be climbing up the stairs

To the bedroom filled with memories

The one we used to share


Digambarkan dengan setting dalam ruangan: Barang-barang (kain dan cristal) sudah dikemas semua dan siap untuk dibawa pergi. Dan ”akulirik” mengungkapkan isi hatinya dengan berkata kepada dirinya sendiri bahwa: ”Aku tidak akan berada di sini lagi pada musim semi mendatang untuk melihat bunga-bunga mawarku tumbuh. Dan semua hal yang kau coba untuk memperbaikinya. Atap masih bocor, pintu rumah masih bertanda ”Rumah Dijual” Kau dapat membacanya pada tanda ”Rumah Dijual”. Itu adalah milikmu dan milikku. Dan esok, beberapa orang asing akan menaiki tangga menuju kamar tidur yang penuh kenangan. Satu tempat yang kita gunakan untuk berbagi.

Ada atmosfer keharuan yang melatari suasana dalam rumah itu, suasana dalam hati ”aku lirik” merambat bagai gelombang elektromagnetik menjadi getaran yang dapat dirasakan oleh pembaca/pendengarnya. Sangat dapat dirasakan bahwa ”aku lirik” merasa berat atas perpisahan itu. Semua baginya sangat berarti dan sulit untuk ditinggalkan. Musim semi yang indah bersama mawar tumbuh, kamar yang penuh kenangan berdua, sungguh berat bila esok hari akan ditempati orang lain, orang asing dalam rumah itu. Dan rumah milik berdua harus dijual. Palang kayu bertuliskan ”Rumah Dijual” menghiasi pintu rumah, milik mereka berdua.

Kenangan demi kenangan dalam rumah itu membuatnya semakin berat. Lukisan yang sangat disukai pasangannya bergitu berkesan karena dia teringat ketika mendapatkannya tanpa sengaja di Spanyol. Nampan perak pemberian Ibunya pada hari pernikahan juga memberi kenangan tersendiri. ”Aku lirik” mengatakan:

I know you always loved that painting

From that funny little shop in Spain

Remember how we found it

When we ducked in

from that sudden summer rain

But I think I'll keep the silver tray

My mother gave us on our wedding day


Aku tahu kau sangat mencintai lukisan itu, (kita beli) dari toko kecil yang menyenangkan di Spanyol. Ingat bagaimana kita menemukannya, ketika kita berteduh dari hujan yang tiba-tiba turun di musim panas. Tapi kupikir aku akan menyimpan nampan perak pemberian ibuku pada hari pernikahan kita”.

House for Sale

You can read it on the sign

House for Sale

It was yours and it was mine

And tomorrow

some strangers

will be climbing up the stairs

To the bedroom filled with memories

The one we used to share


”Rumah Dijual”
Kau dapat membacanya pada tanda ”Rumah Dijual”. Itu adalah milikmu dan milikku
Dan esok, orang-orang asing akan menaiki tangga menuju kamar tidur yang penuh kenangan. Satu tempat yang kita gunakan untuk berbagi.

15 Februari 2010

Tabir

Kau datang
Begitu dekat
Tersenyum
Hampiri aku
Aku hampiri
Bukan kau
Kecewa
Menjauh
Ternyata kau
Aku menjerit
sebut namamu
"Ayah"

(Walau tanpa kata
bahagia bersua
dari hamparan
jarak
tanpa batas
ruang dan waktu)

Maafkan aku
Ayah...
Mungkin jiwamu
terusik
karenaku.



15 Januari 2010

Pedoman Teknis Unas 2010

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG


Ujian Nasional merupakan kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ujian Sekolah/Madrasah adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari sekolah/madrasah. Untuk keberhasilan pelaksanaan ini perlu adanya pedoman agar semua kegiatan berjalan dengan sebaik-baiknya.
Pedoman teknis (Domnis) penyelenggaraan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah SMP, MTs dan SMA, MA ini perlu dibuat, sebagai acuan sebagaimana ketentuan-ketentuan aturan yang ada.

B. DASAR

Pedoman teknis (Domnis) penyelenggaraan Ujian Nasional/Sekolah/Madrasah SMP/MTs dan SMA/MA ini didasarkan pada :
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301 );
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496 ).
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2009 tanggal 13 Oktober 2009 tentang Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) dan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Tahun Pelajaran 2009/2010;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor : 84 tanggal 14 Desember 2009 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA LB) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK ) Tahun Pelajaran 2009/2010;
5. Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan nomor : 0023/SK-POS/BSNP/XII/2009 tanggal 14 Desember 2009 tentang Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah ( SMA/MA ) Tahun Pelajaran 2009/2010;
6. Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan nomor : 0024/SK-POS/ BSNP/ XII/2009 tanggal 14 Desember 2009 tentang Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Nasional (UN) Untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) dan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Tahun Pelajaran 2009/2010;
7. SK Penyelenggara UN tahun 2009
8. SK Penyelenggaraan UN dari perguruan tinggi.

C. TUJUAN

Tujuan penyusunan Domnis ini adalah :
1. Memberi pedoman kepada ketua rayon/subrayon/kepala SMP/MTs dan SMA/MA penyelenggara Ujian Nasional/Sekolah/Madrasah 2009/2010 dan semua pihak yang terkait agar dalam melaksanakan tugasnya, dicapai hasil dengan sebaik-baiknya.
2. Sebagai pedoman dalam menangani permasalahan yang timbul dalam penyelenggaraan Ujian Nasional/Sekolah/Madrasah SMP/MTs dan SMA/MA tahun pelajaran 2009/2010.
3. Membantu tercapainya tujuan dan fungsi Ujian Nasional sebagai:
a. Alat penilaian pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran yang ditentukan dari kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam rangka pencapaian Standar Nasional Pendidikan .
b. Alat penentuan kelulusan peserta didik dari suatu pendidikan .
c. Alat seleksi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
d. Alat ukur mutu pendidikan sebagai kemampuan lulusan secara individu, sekolah/madrasah, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional.
e. Alat ukur yang memberi gambaran tentang pemetaan mutu pendidikan dan pemetaan kemampuan lulusan antarjenis satuan pendidikan dan antarwilayah dari waktu ke waktu.
f. Umpan balik pengembangan kurikulum dan untuk pengambilan kebijakan pendidikan mulai dari tingkat sekolah/madrasah sampai ke tingkat pusat.
g. Masukan bagi guru dan penyelenggara pendidikan sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dalam hasil evaluasi pendidikan nasional.
h. Bahan pertimbangan penentuan kelulusan peserta ujian serta akreditasi satuan pendidikan .


D. DAFTAR ISTILAH
1. Dokumen Ujian Nasional.
a. DNS : Daftar Nominasi Sementara
b. DNT : Daftar Nominasi Tetap
c. KPUN : Kartu Peserta Ujian Nasional
d. LJUN : Lembar Jawaban Ujian Nasional
e. NUN : Nilai Ujian Nasional
f. DKHUN : Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional
g. SKHUN : Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional
h. Perangkat Ujian Nasional terdiri dari :
1). Naskah soal
2). Berita acara
3). Daftar hadir
2. SMP : Sekolah Menengah Pertama
3. SMA : Sekolah Menengah Atas
4. MTs : Madrasah Tsanawiyah
5. MA : Madrasah Aliyah
6. POS : Prosedur Operasi Standar
7. Domnis : Pedoman Teknis
8. DKN : Daftar Kumpulan Nilai
9. SKL : Standar Kompetensi Lulusan
10. TPI : Tim Pemantau Independen
11. PT : Perguruan Tinggi
12. POLRI : Kepolisian Republik Indonesia
13. NKRI : Negara Kesatuan Republik Indonesia
14. WNI : Warga Negara Indonesia
15. Sisdiknas : Sistem Pendidikan Nasional
BAB II
TUGAS PANITIA UJIAN NASIONAL

A. TAHAP PERSIAPAN

Penyelenggara Tingkat Kabupaten/Kota yang dimaksud adalah Panitia Rayon dan Panitia Subrayon.
1. Panitia Rayon
a. Mendata sekolah/madrasah penyelenggara Ujian Nasional untuk SMP/MTs, dan SMA/MA dengan prosedur sebagai berikut:
1) Mendata sekolah/madrasah yang memiliki kelas/tingkat tertinggi dan mengidentifikasi berdasarkan jenjang akreditasi serta aspek-aspek yang dipergunakan sebagai bahan pertimbangan penetapan sekolah/madrasah penyelenggara ujian.
2) Menetapkan sekolah/madrasah penyelenggara Ujian Nasional dan sekolah/madrasah yang menggabung yang dituangkan dalam surat keputusan.
3) Menyampaikan Surat Keputusan tersebut ke sekolah/madrasah penyelenggara ujian.
b. Mendata dan menetapkan calon peserta Ujian Nasional untuk SMP/MTs, dan SMA/MA yang sudah dimasukkan dalam format DNS/DNT
c. Menerima DNS/DNT dari subrayon yang telah dikoreksi oleh sekolah/madrasah penyelenggara dan selanjutnya menyerahkan ke panitia Ujian Nasional Provinsi melalui Seksi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Pertama dan Pendidikan Menengah Atas.
d. Merencanakan penyelenggaraan Ujian Nasional di daerahnya.
e. Mensosialisasikan penyelenggaraan Ujian Nasional di daerahnya.
f. Menerima dari panitia Ujian Nasional Provinsi dan selanjutnya menyerahkan ke sub rayon :
1) Pedoman teknis penyelenggaraan Ujian Nasional/Sekolah/Madrasah 2009/2010.
2) Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional 2009/2010 (SKLUN 2009/2010)
3) Lembar jawaban Ujian Nasional (LJUN)
g. Menerima daftar usulan guru/pengawas ruangan dari sekolah/madrasah penyelenggara.
h. Khusus untuk ujian nasional tingkat SMA/MA, menyerahkan daftar nama guru/pengawas ruangan ujian ke Perguruan Tinggi yang ditunjuk untuk ditetapkan sebagai pengawas ruangan ujian
i. Menetapkan pengawas ruangan Ujian Nasional di tingkat sekolah dan madrasah. Khusus untuk pengawas ruangan ujian nasional di tingkat SMA/MA ditetapkan oleh Perguruan Tinggi dan panitia rayon.
j. Menerbitkan SK Panitia Ujian Nasional di tingkat Rayon

2. Panitia Sub Rayon
a. Mendata dan menetapkan calon peserta Ujian Nasional untuk SMP/MTs, dan SMA/MA yang dimasukkan dalam format DNS/DNT
b. Menerima DNS/DNT yang telah dikoreksi dari sekolah/madrasah penyelenggara dan selanjutnya menyerahkan ke rayon.
c. Menerima dari panitia rayon dan selanjutnya menyerahkan ke sekolah/madrasah penyelenggara :
1) Pedoman teknis penyelenggaraan Ujian Nasional 2009/2010.
2) Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional 2009/2010 (SKLUN 2009/2010)
3) Lembar jawaban Ujian Nasional (LJUN)
d. Mensosialisasikan penyelenggaraan Ujian Nasional di sekolah penyelenggara dan menerima surat pernyataan kesanggupan sebagai pengawas ujian nasional dari pengawas ruangan ujian.
e. Membuat daftar usulan guru/pengawas ruangan dari sekolah/madrasah penyelenggara.
f. Menerima penetapan pengawas ruangan Ujian Nasional di tingkat sekolah dan madrasah. Khusus untuk pengawas ruangan ujian nasional di tingkat SMA/MA ditetapkan oleh Perguruan Tinggi dan panitia rayon.
g. Membuat program penyelengaraan dan kepanitiaan UN.
h. Menerbitkan SK Panitia Ujian Nasional di tingkat Subrayon




3. Sekolah/Madrasah Penyelenggara
a. Merencanakan penyelenggaraan Ujian Nasional di sekolah/madrasah
b. Melakukan pendataan calon peserta Ujian Nasional dimasukkan ke dalam DNS/DNT.
c. Meneliti dan mengoreksi DNS/DNT, selanjutnya menyerahkan dokumen tersebut ke subrayon.
d. Menerima dari subrayon :
1). Pedoman teknis penyelenggaraan Ujian Nasional 2009/2010.
2). Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional 2009/2010 (SKLUN 2009/2010)
3). DNS, DNT, KPUN, LJUN dan perangkat Ujian Nasional.
e. Menerbitkan surat tugas panitia Ujian Nasional penyelenggara.
f. Melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Ujian Nasional kepada peserta Ujian Nasional dan orang tua.
g. Menyerahkan daftar usulan guru/calon pengawas ruangan ke panitia subrayon.
h. Khusus pada Ujian Nasional SMA/MA, menerima dari Rayon/Subrayon daftar nama pengawas ruangan ujian nasional yang telah ditetapkan oleh Perguruan Tinggi
i. Menyiapkan ruangan penyelenggaraan Ujian Nasional serta sarana lain yang diperlukan.
j. Melakukan latihan pengisian LJUN kepada calon peserta UN.



B. TAHAP PELAKSANAAN
1. Panitia Rayon :
a. Menerima perangkat ujian nasional dari panitia Ujian Nasional Provinsi (untuk SMP/MTs) dan dari Perguruan Tinggi (khusus untuk SMA/MA)
b. Mendistribusikan perangkat Ujian Nasional ke sekolah/madrasah penyelenggara Ujian Nasional, melalui Panitia Subrayon.
c. Menjaga kerahasiaan dan keamanan bahan Ujian Nasional.
d. Mengumpulkan LJUN dan mengirimkannya ke Tim Pengolah Hasil Ujian Nasional Provinsi.
e. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Ujian Nasional di daerahnya.
f. Menerima DKHUN dari Penyelenggara Ujian Nasional Tingkat Provinsi dan mengirimkannya ke sekolah/madrasah penyelenggara Ujian Nasional.
g. Membuat laporan pelaksanaan Ujian Nasional Kabupaten/Kota dan menyampaikan ke Penyelenggara Ujian Nasional Tingkat Provinsi.


2. Panitia Subrayon
a. Menerima perangkat Ujian Nasional dari panitia rayon.
b. Pada saat penyelenggaraan Ujian Nasional (hari H).
1). Menyerahkan perangkat Ujian Nasional ke sekolah/madrasah penyelenggara.
2). Menerima kembali perangkat Ujian Nasional dan LJUN yang telah digunakan oleh sekolah/madrasah penyelenggara kecuali naskah soal tetap berada di sekolah/madrasah penyelenggara.
3). Menyerahkan LJUN yang telah digunakan ke rayon.
4). Memantau pelaksanaan Ujian Nasional di sekolah/madrasah penyelenggara.
5). Semua penyerahan dokumen Ujian Nasional selalu disertai berita acara
c. Mengirim petugas ke sekolah/madrasah penyelenggara untuk mengamankan
naskah Ujian Nasional.
d. Mengambil ijazah di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota bersama dengan sekolah/madrasah penyelenggara dengan membawa stempel sekolah dan laporan pelaksanaan (rangkap 3) yang terdiri dari :
1). Surat pengantar
2). Notulen rapat pleno kelulusan
3). Rekapitulasi : - Jumlah peserta seluruhnya
- Jumlah peserta yang mengikuti Ujian Nasional
- Jumlah peserta yang lulus dirinci laki-laki/ perempuan, serta
program pilihan (untuk SMA/MA).
- Daftar nama peserta yang lulus
4). Surat permohonan permintaan blanko ijazah
5). Daftar Kumpulan Nilai (DKN)

3. Sekolah/Madrasah Penyelenggara
a. Merencanakan penyelenggaraan Ujian Nasional di sekolah/madrasah.
b. Menerima dari Subrayon Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional 2009/2010 (SKL UN 2009/2010) dan melakukan sosialisasi kepada guru dan peserta ujian
c. Mengambil perangkat Ujian Nasional di subrayon di setiap hari H, dengan diikuti seorang petugas subrayon serta melakukan serah terima dokumen Ujian Nasional disertai berita acara.
d. Mengamankan dan menjaga kerahasiaan soal ujian dan dokumen pendukungnya, serta menjaga kelancaran dan ketertiban dalam pelaksanan ujian nasional/sekolah/madrasah.
e. Melaksanakan Ujian Nasional sesuai Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2009/2010.
f. Segera ( 30 menit) menyerahkan sampul berisi LJUN yang telah digunakan dan perangkatnya ke subrayon setiap hari H setelah mata pelajaran yang diujikan selesai dilaksanakan, kecuali naskah soal tetap di sekolah/madrasah penyelenggara.
g. Menerima hasil Ujian Nasional dari Penyelenggara Ujian Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (rayon).
h. Menetapkan dan mengumumkan kelulusan peserta ujian sesuai kriteria kelulusan yang telah ditetapkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara.
i. Menerbitkan dan menandatangani SKHUN yang telah diisi oleh Tim Pengolah Hasil Ujian Nasional di Provinsi dan membagikannnya kepada peserta Ujian Nasional.
j. Sekolah/Madrasah mengisi blanko ijazah sesuai pedoman yang berlaku yang ditentukan kemudian.
k. Menerbitkan, menandatangani, dan membagikan ijazah kepada peserta ujian yang dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.

4. Pengamanan penyelenggaraan UN
Setiap proses serah terima pengiriman maupun pengembalian perangkat UN ke penyelenggara UN tingkat kabupaten/kota, Subrayon dan satuan pendidikan penyelenggara UN harus disertai dengan pengawalan POLRI.

C. TAHAP PELAPORAN

Tugas panitia Ujian Nasional pada tahap pelaporan :
1. Sekolah/madrasah penyelenggara membuat laporan tertulis rangkap 2 (dua) disampaikan pada subrayon, paling lambat satu hari setelah pengumuman kelulusan tentang penyelenggaraan Ujian Nasional di sekolahnya seperti format lampiran......

2. Setelah dua hari subrayon menerima laporan penyelenggaraan Ujian Nasional dari sekolah/madrasah penyelenggara, selanjutnya subrayon segera menyusun laporan dan disampaikan kepada rayon rangkap 2 (dua), terdiri dari :
a. Surat pengantar
b. Rekapitulasi laporan dari sekolah/madrasah penyelenggara format lampiran......
c. Permasalahan penting yang timbul sebelum, saat dan setelah pelaksanaan Ujian Nasional seperti pada format lampiran 6.

3. Setelah lima hari, rayon menerima laporan dari sub rayon kemudian rayon langsung menyampaikan laporan rangkap 2 (dua) kepada panitia tingkat Provinsi melalui Seksi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Pertama dan Pendidikan Menengah Atas , terdiri dari :
a. Surat pengantar
b. Rekapitulasi laporan dari sub rayon dengan format sama dengan format sub rayon.
c. Permasalahan penting yang timbul sebelum, saat dan setelah pelaksanaan Ujian Nasional pada tingkat rayon seperti pada format lampiran 6.

BAB III
KEPENGAWASAN, PEMERIKSAAN,
PENGOLAHAN NILAI DAN KETENTUAN KELULUSAN


A. KEPENGAWASAN

I. UJIAN NASIONAL

1. Penyelenggara Ujian Nasional Tingkat Kabupaten/Kota pada tingkat SMP/MTs menetapkan Pengawas ruangan Ujian Nasional di tingkat satuan pendidikan atas usul dari sekolah/madrasah penyelenggara UN.
2. Pengawas Ujian Nasional pada tingkat SMA/MA di Kabupaten/Kota terdiri atas unsur dosen sebagai pengawas satuan pendidikan dan pengawas ruangan dari unsur guru yang diusulkan oleh Rayon, dan penempatan pengawas satuan pendidikan serta pengawas ruangan ditetapkan oleh perguruan tinggi.
3. Pengusulan kekurangan calon pengawas ruangan ujian nasional SMP/MTs diatur oleh Subrayon, sedangkan SMA/MA diatur oleh Rayon dan Perguruan Tinggi.
4. Pelaksanaan pengawasan ruang ujian nasional secara silang murni dapat antarsubrayon dan diatur oleh rayon.
5. Pengawas Ujian Nasional harus menandatangani surat pernyataan bersedia menjadi Pengawas Ruang Ujian Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku (rangkap 3) dan harus hadir 45 menit sebelum ujian dimulai di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara ujian.
6. Pengawas Ruangan Ujian Nasional tidak diperkenankan membawa alat komunikasi elektronik atau alat komunikasi bentuk lainnya kedalam ruang ujian.
7. Tim Pengawas Ruangan Ujian Nasional terdiri atas unsur guru yang memiliki sikap dan perilaku disiplin, jujur, bertanggungjawab, teliti dan memegang teguh kerahasiaan.
8. Guru yang mata pelajarannya diujikan tidak diperbolehkan berada di lingkungan sekolah saat pelaksanaan Ujian Nasional berlangsung.
9. Penempatan pengawas ruangan Ujian Nasional untuk SMP/MTs dilakukan oleh Penyelenggara Ujian Nasional Tingkat Rayon dengan prinsip sistem silang murni:
a. antara sekolah dengan madrasah;
b. antarsekolah atau antarmadrasah apabila (a) tidak dimungkinkan.
10. Setiap ruang diawasi oleh dua orang Pengawas Ruangan Ujian Nasional.


II. UJIAN SEKOLAH

1. Pengawasan Ujian Sekolah/Madrasah dilakukan oleh tim pengawas ujian yang ditetapkan Kepala Sekolah/Madrasah penyelenggara ujian.
2. Pengawas Ujian Sekolah/Madrasah terdiri atas unsur guru yang memiliki sikap dan perilaku disiplin, jujur, bertanggungjawab, teliti dan memegang teguh kerahasiaan.
3. Bila pengawasan antarsekolah/madrasah penyelenggara ujian tidak dapat dilakukan, pengawasan silang dilakukan antarguru mata pelajaran dalam satu sekolah/madrasah penyelenggara ujian.
4. Setiap ruang diawasi oleh dua orang pengawas ujian dan harus hadir 20 menit di ruang ujian sebelum ujian dimulai.
5. Guru mata pelajaran tidak diperbolehkan mengawasi pelaksanaan ujian sekolah/madrasah untuk mata pelajaran yang diajarkan.

B. PEMERIKSAAN

1. UJIAN NASIONAL

a. Pengumpulan Hasil Ujian SMP/MTs
1). Ketua Penyelenggara ujian mengumpulkan amplop LJUN yang telah diserahkan oleh Pengawas Ruangan Ujian Nasional dan memasukkannya ke dalam amplop yang disaksikan oleh Pengawas/TPI Tingkat sekolah/madrasah.
2). Ketua Penyelenggara ujian mengirimkan LJUN ke Panitia Subrayon Penyelenggara Ujian Nasional Tingkat Rayon disertai dengan Berita Acara Serah Terima.
3). Panitia Subrayon mengirimkan LJUN yang telah terkumpul dari sekolah/madrasah penyelenggara ke Panitia Rayon Penyelenggara Ujian Nasional Tingkat Rayon disertai dengan Berita Acara Serah Terima.
4). Penyelenggara Ujian Nasional Tingkat Rayon mengirimkan LJUN ke Penyelenggara Ujian Nasional Tingkat Provinsi, disertai dengan Berita Acara Serah Terima yang disaksikan oleh Pengawas/TPI Tingkat Provinsi.
5). Penyelengara Ujian Nasional Tingkat Provinsi memeriksa kesesuaian jumlah berkas LJUN dengan jumlah peserta Ujian Nasional dari setiap sekolah/madrasah penyelenggara Ujian Nasional.
6). Penyelenggara Ujian Nasional Tingkat Provinsi mengelompokkan LJUN per mata pelajaran per sekolah/madrasah penyelenggara Ujian Nasional per Kabupaten/Kota.

b. Pengumpulan hasil ujian nasional SMA/MA diatur oleh Perguruan Tinggi.
1) Ketua Penyelenggaran ujian mengurutkan amplop berisi LJUN yang telah diserahkan oleh Pengawas Ruangan Ujian Nasional dan disaksikan oleh Pengawas Satuan Pendidikan.
2) Ketua penyelenggara mengirimkan amplop LJUN hasil ujian ke Panitia Subrayon disertai dengan Berita Acara Serah Terima.
3) Panitia Subrayon mengirimkan amplop LJUN hasil ujian ke Panitia Rayon disertai dengan Berita Acara Serah Terima.
4) Panitia Rayon memeriksa kesesuaian jumlah amplop yang berisi LJUN hasil ujian dengan jumlah ruangan dari setiap sekolah/madrasah penyelenggara UN.
5) Panitia Rayon menyerahkan amplop LJUN hasil ujian ke perguruan tinggi disertai dengan Berita Acara Serah Terima.


c. Pengolahan Hasil Ujian Nasional
Pemeriksaan dan pengolahan nilai Ujian Nasional tahun pelajaran 2009/2010 seluruhnya dilakukan panitia Ujian Nasional Provinsi dengan sistem komputerisasi. Sedangkan, tingkat SMA/MA pemindaian ( scanning ) LJUN dilakukan oleh Perguruan Tinggi.




2. UJIAN SEKOLAH

Pemeriksaan hasil ujian Sekolah/Madrasah, panitia sekolah/madrasah menetapkan mekanisme dan prosedur pemeriksaan yang mencakup :
a. Pemeriksaan hasil ujian Sekolah/Madrasah untuk seluruh mata pelajaran dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sama/diatur oleh Dinas Pendidikan/ Kandepag Kab/Kota/sekolah/madrasah penyelenggara.
b. Apabila memungkinkan, pemeriksaan soal bentuk pilihan ganda dilakukan dengan komputer pada kelompok sekolah, Kabupaten/Kota atau Provinsi.
c. Hasil pemeriksaan ujian tertulis dan praktik ditulis terpisah.
d. Pemeriksa hasil ujian melakukan penilaian berdasarkan pedoman penilaian.
e. Untuk menjaga objektivitas, setiap lembar jawaban/hasil pekerjaan diperiksa oleh 2 orang pemeriksa, nilai rata-rata dari ke duanya dijadikan sebagai nilai akhir. Apabila terjadi perbedaan nilai  2, harus dilakukan pemeriksaan oleh petugas pemeriksa ketiga, dan nilai rata–rata ketiga pemeriksa dijadikan nilai akhir.
C. KETENTUAN KELULUSAN

1. Ditentukan dalam rapat pleno yang diselenggarakan oleh panitia sekolah/madrasah penyelenggara yang dihadiri oleh perwakilan serta kepala sekolah penggabung dan minimum seluruh guru kelas IX atau XII pada sekolah/madrasah penyelenggara dengan merujuk pada persyaratan peserta didik lulus /tidak lulus pada syarat peserta ujian ( E) tersebut diselenggarakan sebelum pengumuman kelulusan.
2. Tidak dibenarkan adanya penambahan nilai.
3. Peserta ujian yang dinyatakan lulus berhak mendapatkan ijazah dan rapor sampai dengan semester terakhir kelas IX atau XII dan sebaliknya yang tidak lulus hanya diberikan rapor sampai semester akhir kelas IX atau XII.
4. Hasil rapat pleno ditulis dalam notulen rapat yang dibuat oleh notulis dan disahkan oleh kepala sekolah/madrasah penyelenggara. Notulen tersebut memuat :
a) Semua keputusan yang dihasilkan saat rapat pleno;
b) Perincian jumlah peserta seluruhnya, peserta yang lulus dan tidak lulus dengan menyebut jumlah peserta laki-laki/perempuan, disertai lampiran daftar nama-namanya;
c) Daftar hadir rapat pleno.
5. Tempat pengesahan lulus/tidak lulus adalah di rayon.
6. Hasil lulus/tidak lulus disahkan oleh pengawas sekolah/pejabat yang ditunjuk dengan bukti fisik dokumen pendukung DKN rapor kelas IX atau XII, DKN ujian (Format terlampir 3a, 3b, 3c, 3d) cek format.
7. Peserta ujian yang dinyatakan tidak lulus, dapat mengikuti Ujian Nasional berikutnya sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.

D. KELULUSAN DARI SATUAN PENDIDIKAN
Kelulusan peserta ujian dari satuan pendidikan ditentukan oleh satuan pendidikan
berdasarkan rapat Dewan Guru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:
1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran
kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan ;
3. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
4. lulus Ujian Nasional

a. Kelulusan Ujian Nasional:
1) Memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya .
2) Pemerintah Kabupaten/Kota dan atau sekolah penyelenggara dapat menentukan standar kelulusan Ujian Nasional lebih tinggi dari kriteria butir 1 sebelum pelaksanaan UN.

b. Kelulusan Ujian Sekolah:
1) Memiliki rata-rata nilai seluruh mata pelajaran minimal 6.00 dan nilai minimal setiap mata pelajaran Ujian Sekolah ditentukan oleh masing-masing sekolah penyelenggara.
2) Sekolah Penyelenggara dan atau pemerintah kabupaten/kota dapat menentukan batas lulus dengan nilai rata-rata diatas 6.00.
3) Kriteria kelulusan disusun dalam bentuk keputusan panitia sekolah penyelenggara dalam bentuk tertulis dan mendapatkan pengesahan dari ketua panitia sekolah penyelenggara, Kepala Dinas Pendidikan setempat, dan telah tersosialisasikan kepada peserta didik dan orang tua/wali peserta didik.
4) Pengumuman kelulusan peserta ujian dari satuan pendidikan dilakukan oleh sekolah/madrasah penyelenggara setelah menerima DKHUN, hasil ujian sekolah/madrasah, serta hasil penilaian lainnya.

E. SYARAT PESERTA UJIAN

1. Peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di satuan pendidikan SMP/MTs, SMA/MA, atau yang setara.
2. Peserta didik yang memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan mulai semester 1 kelas VII atau X sampai dengan semester 1 tahun terakhir (kelas IX atau XII).
3. Peserta didik yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah atau memiliki bukti kenaikan kelas dari kelas III ke kelas IV untuk Kulliyatul-Mu’alimin Al-Islamiyah (KMI)/Tarbiyatul Mu’alamin Al-Islamiyah (TMI) yang pindah ke SMA dan MA. Penerbitan ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 tahun sebelum mengikuti Ujian Sekolah/Madrasah, atau sekurang-kurangnya 2 tahun untuk peserta program percepatan belajar.
4. Peserta didik yang belajar di sekolah internasional di Indonesia yang memiliki izin untuk menerima peserta didik WNI, dapat mengikuti UN pada sekolah/madrasah penyelenggara UN terdekat dengan persyaratan sebagaimana tercantum pada butir 1 dan 3 di atas.
5. Sesuai dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 65 ayat (2), peserta didik WNI di sekolah internasional yang berada di wilayah NKRI harus memiliki nilai mata pelajaran pendidikan agama dan kewarganegaraan.
6. Peserta Ujian Nasional yang karena sakit atau alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti Ujian Nasional di satuan pendidikan yang bersangkutan, dapat mengikuti Ujian Nasional di satuan pendidikan lain pada jenjang dan jenis yang sama.
7. Peserta Ujian Nasional yang karena sakit atau alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti Ujian Nasional Utama dapat mengikuti Ujian Nasional Susulan.
8. Peserta yang tidak lulus UN pada tahun pelajaran 2007/2008, dan/atau 2008/2009 yang akan mengikuti UN tahun pelajaran 2009/2010:
a. harus mendaftar pada sekolah/madrasah asal atau sekolah/madrasah penyelenggara UN;
b. menempuh seluruh mata pelajaran yang diujikan, atau hanya mata pelajaran yang nilainya belum memenuhi syarat kelulusan sesuai dengan Permendiknas Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional SMP/MTs, SMA/MA, SMPLB, SMALB, dan SMK beserta perubahannya . Nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari hasil ujian.
9. Peserta didik yang telah lulus ujian kelompok belajar paket B atau C tidak perlu
mengikuti ujian nasional tahun pelajaran 2009/2010.
10. Peserta program akselerasi harus sudah menyelesaikan seluruh program pembelajaran
yang setara dengan persyaratan program reguler

11. Peserta UN yang tidak lulus UN Utama termasuk susulannya pada tahun pelajaran 2009/2010 dapat mengikuti UN Ulangan pada seluruh atau sebagian mata pelajaran dengan nilai di bawah 5,50 yang dipilih. Nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi.


BAB IV
TATA TERTIB PENGAWAS DAN
PESERTA UJIAN NASIONAL


A. TATA TERTIB PENGAWAS RUANG UN

1. Persiapan UN
a. Empat puluh lima menit (45) menit sebelum ujian dimulai pengawas ruang UN telah hadir di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN.
b. Pengawas ruang UN menerima penjelasan dan pengarahan dari ketua penyelenggara UN.
c. Pengawas ruang UN menerima bahan UN yang berupa naskah soal UN, LJUN, amplop LJ UN, daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan UN.
2. Pelaksanaan UN
a. Pengawas ruang UN masuk ke dalam ruang UN 20 menit sebelum waktu pelaksanaan untuk:
1) Memeriksa kesiapan ruang ujian;
2) Meminta peserta UN untuk memasuki ruang UN dengan menunjukkan kartu peserta UN dan menempati tempat duduk sesuai nomor yang telah ditentukan;
3) Memastikan setiap peserta UN tidak membawa tas, buku atau catatan lain, alat komunikasi elektronik, kalkulator dan sebagainya ke dalam ruang UN kecuali alat tulis yang akan dipergunakan;
4) Membacakan tata tertib UN;
5) Meminta peserta ujian menandatangani daftar hadir;
6) Membagikan LJUN kepada peserta dan memandu serta memeriksa pengisian identitas peserta UN (nomor ujian, nama, tanggal lahir, dan tanda tangan);
7) Memastikan peserta UN telah mengisi identitas dengan benar; setelah seluruh peserta UN selesai mengisi identitas, pengawas ruang UN membuka amplop soal, memeriksa kelengkapan bahan ujian, dan meyakinkan bahwa amplop tersebut dalam keadaan baik dan tertutup rapat (disegel), disaksikan oleh peserta ujian;
8) Membagikan naskah soal yang terdiri dari dua paket A dan B secara selang seling (berbeda antara peserta depan belakang dan kiri kanan);
9) Membagikan naskah soal UN dengan cara meletakkan di atas meja peserta UN dalam posisi tertutup (terbalik). Peserta UN tidak diperkenankan untuk menyentuhnya sampai tanda waktu UN dimulai;
b. Setelah tanda waktu mengerjakan dimulai, pengawas ruang UN:
1) mempersilakan peserta UN untuk mengecek kelengkapan soal;
2) mempersilakan peserta UN untuk mulai mengerjakan soal;
3) mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal.
c. Kelebihan naskah soal UN selama ujian berlangsung tetap disimpan di ruang ujian dan tidak diperbolehkan dibaca oleh pengawas ruangan.
d. Selama UN berlangsung, pengawas ruang UN wajib:
1) menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian;
2) memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan; serta
3) melarang orang lain memasuki ruang UN.
e. Pengawas ruang UN dilarang memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UN yang diujikan.
f. Lima menit sebelum waktu UN selesai, pengawas ruang UN memberi peringatan kepada peserta UN bahwa waktu tinggal lima menit.
g. Setelah waktu UN selesai, pengawas ruang UN:
1) mempersilakan peserta UN untuk berhenti mengerjakan soal;
2) mempersilakan peserta UN meletakkan naskah soal dan LJUN di atas meja dengan rapi;
3) mengumpulkan LJUN dan naskah soal UN;
4) menghitung jumlah LJUN sama dengan jumlah peserta UN;
5) mempersilakan peserta UN meninggalkan ruang ujian;
6) menyusun secara urut LJUN dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya ke dalam amplop LJUN disertai dengan dua lembar daftar hadir peserta, dua lembar berita acara pelaksanaan, kemudian ditutup dan dilem serta ditandatangani oleh pengawas ruang UN di dalam ruang ujian;
h. Pengawas Ruang UN menyerahkan LJUN dan naskah soal UN kepada Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah disertai dengan satu lembar daftar hadir peserta dan satu lembar berita acara pelaksanaan UN.

B. Tata Tertib Peserta UN
1. Peserta UN memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima
belas) menit sebelum UN dimulai.
2. Peserta UN yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti UN setelah
mendapat izin dari ketua Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah, tanpa
diberi perpanjangan waktu.
3. Peserta UN dilarang membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator ke
sekolah/madrasah.
4. Tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di depan kelas di
samping pengawas.
5. Peserta UN membawa pensil 2B, penghapus, penggaris, dan kartu tanda peserta
ujian.
POS UN SMP/MTS, SMPLB, SMLB, dan SMK Tahun Pelajaran 2009/2010 22
6. Peserta UN mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen yang disediakan
oleh pengawas ruangan.
7. Peserta UN mengisi identitas pada LJUN secara lengkap dan benar.
8. Peserta UN yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJUN
dapat bertanya kepada pengawas ruang UN dengan cara mengacungkan tangan
terlebih dahulu
9. Peserta UN mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian..
10. Selama UN berlangsung, peserta UN hanya dapat meninggalkan ruangan dengan
izin dan pengawasan dari pengawas ruang UN.
11. Peserta UN yang memperoleh naskah soal yang cacat atau rusak, pengerjaan soal
tetap dilakukan sambil menunggu penggantian naskah soal.
12. Peserta UN yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali
lagi sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai
menempuh/mengikuti UN pada mata pelajaran yang terkait.
13. Peserta UN yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu UN berakhir
tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berakhirnya waktu ujian.
14. Peserta UN berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda berakhirnya waktu ujian.
15. Selama UN berlangsung, peserta UN dilarang:
a. menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
b. bekerjasama dengan peserta lain;
c. memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
d. memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan
peserta lain;
e. membawa naskah soal UN dan LJUN keluar dari ruang ujian;
f. menggantikan atau digantikan oleh orang lain.

C. PENYERAHAN DOKUMEN UJIAN NASIONAL
1. Jadwal penyerahan dokumen (lihat lampiran 1)
2. Rekapitulasi kelulusan peserta didik SMP, MTs (lihat lampiran 2)
3. Rekapitulasi kelulusan peserta didik SMA, MA (lihat lampiran 3)
4. Hasil kelulusan sekolah penyelenggara dan sekolah menggabung (lihat lampiran 4)
5. Daftar kolektif nilai dan evaluasi Ujian Nasional (lihat lampiran 5)
6. Format permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan Ujian Nasional (lihat lampiran 6)







BAB V
PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL TINGKAT PROVINSI, KABUPATEN/KOTA DAN SEKOLAH/MADRASAH PENYELENGGARA


Penyelenggaraan Ujian Nasional yang menjadi kewenangan tingkat Provinsi, tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat Sekolah/Madrasah.
A. Tugas dan Tanggungjawab Penyelenggara Ujian Tingkat Provinsi :
a. SMP/MTs dan SMA/MA Negeri/Swasta yang tidak ditetapkan sebagai sekolah/madrasah penyelenggara Ujian Nasional, menggabung pada SMP/MTs dan SMA/MA yang ditunjuk sebagai sekolah/madrasah penyelenggara Ujian Nasional dengan ketetapan Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk/ yang berwenang.
b. Penentuan sebagai sekolah/madrasah penyelenggara diserahkan sepenuhnya pada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kandepag dengan syarat :
1). SMP/MTs yang memiliki minimal 20 peserta UN.
2) SMA/MA yang memiliki sekurang-kurangnya 2 program studi dan masing-masing program memiliki minimal 10 peserta UN atau sekolah yang memiliki 1 program studi dengan jumlah minimal 32 peserta UN.
3). SMA/MA yang digabungi harus memiliki program studi SMA/MA yang menggabung.
4). Status sekolah minimal terakreditasi B.
c. Khusus untuk SMA/MA dari hasil usulan penentuan tingkat kabupaten, surat keputusan penetapan sebagai sekolah/ madrasah penyelenggara Ujian Nasional dan sekolah/madrasah penggabung ditetapkan di tingkat Propinsi.
d. Sekolah/madrasah penyelenggara bertanggungjawab atas tersedianya sarana dan prasarana pelaksanaan ujian praktik yang telah ditentukan.