(Kutulis
puisi untuk anakku, gadis 12 tahun yang beranjak remaja. Kepadanya selalu
kupanggil: Anakku, Sayangku, Cintaku seorang)
Suatu saat
kau pasti mengerti
dan bisa
menafsirkan makna lambang
serta
simbol-simbol
yang selalu
kau tanyakan
Suatu saat
kau pasti mengerti
dan bisa
menata serpihan yang tercecer
menjadi objek
penuh estetika
seperti
imajinasi unik
yang kau
tuang dalam kertas gambarmu
Suatu saat
kau pasti mengerti
dan bisa
menikmati pahit manisnya kehidupan
laksana
tangis dan tawamu dahulu
yang pernah
sangat kurindukan
Suatu saat
kau pasti mengerti
dan bisa
menjawab pertanyaanmu sendiri
yang selalu
tak pernah kupeduli
Suatu saat
kau pasti mengerti
dan bisa
menebarkan warna pelangi
yang sejak
dahulu berpendar-pendar di hatimu
Suatu saat
nanti...
(Semoga
saat itu ada, menunggumu, walau tak lagi bersamaku,
Anakku,
Sayangku, Cintaku seorang...)