05 Oktober 2010

EKSISTENSI TNI: KINI DAN NANTI

"Kuhadiahkan tulisan ini untuk Mayor Uce yang punya Soldad (Soldier Dokter Angkatan Darat)"

Perjalanan sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) seiring dengan usia perjuangan bangsa Indonesia. TNI terlahir sebagai prajurit rakyat dari kancah pergolakan perang kemerdekaan. TNI tumbuh dan berkembang dalam jati dirinya yang khas, mengabdi dan membela bangsa, serta menjadi prajurit yang profesional. TNI secara terus menerus meningkatkan kemampuan, baik selaku perorangan prajurit maupun organik satuan. TNI tidak hanya dituntut profesional tetapi juga harus modern dan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Kesiapan TNI sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan di era global ini hendaknya diimbangi dengan peningkatan kualitas secara konsisten, antisipasif, dan prospektif. Dengan demikian TNI mampu mengaplikasikan fungsi dan tugas pokoknya sebagai penangkal, pencegah, dan penghancur segala bentuk ancaman yang membahayakan integritas bangsa dan kedaulatan Negara.

TNI tidak boleh lena dari tugas dan kewajiban utamanya yakni mempertahankan dan membela wilayah kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Ancaman-ancaman tersebut antara lain berupa aksi terorisme, gerakan separatisme, konflik sara, friksi antarbangsa, ancaman kedaulatan, dll. Menjaga dan memelihara keutuhan bangsa Indonesia dari berbagai gangguan maupun upaya-upaya pihak luar yang mencoba mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. Dengan mengemban peran pertahanan dan keamanan ini, sesungguhnya TNI telah melakukan salah satu hal terpenting bagi terwujudnya pembangunan bangsa dan Negara. Peran TNI tidak hanya menyangkut fungsi pertahanan dan keamanan tetapi juga dituntut dapat berafiliasi dengan fungsi sosial kemasyarakatan. Di masa perang TNI berada di garis depan, tetapi dalam kondisi damai TNI tidak hanya berada dalam barak. TNI diharapkan mampu memperlihatkan wajah humanis dan membaur dengan rakyat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Di tengah keharusan TNI untuk menjaga dan melindungi negara dan masyarakat terhadap ancaman dari luar, TNI tetap harus memperhitungkan dinamika internal.

Tugas, tanggung jawab, dan tantangan yang dihadapi TNI dari masa ke masa terus meningkat dan semakin kompleks. Kondisi lingkungan strategis yang berkembang dengan cepat, wilayah yang luas dengan 13.000 pulau, jumlah penduduk yang besar, multikultur dan heterogen, dinamika krusial sparatis yang sporadis, banyaknya objek vital yang harus diamankan, serta kemajuan teknologi persenjataan, mengharuskan TNI untuk menyesuaikan diri dan meningkatkan standar kemampuan dan kekuatannya. Kemampuan perang dan pertahanan Negara perlu didukung oleh infrastruktur yang memadai. Dalam menjalankan tugas dan menghadapi tantangan di era global, TNI harus dilengkapi dengan alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang kuat dan tangguh dengan mengikuti perkembangan teknologi mutakhir. Selain itu TNI perlu senantiasa memupuk potensi dan modal awalnya yakni semangat juang dan dukungan rakyat sepenuhnya. Apabila terjadi konflik dengan Negara lain yang bisa diselesaikan dengan cara diplomasi, maka perang adalah pilihan terakhir. Namun jika persoalannya mengenai kedaulatan negara, maka kedaulatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Eksistensi TNI di masa depan sangat ditentukan oleh kekuatan institusi/organisasi, kepemimpinan yang militeristis demokratis, personel yang loyal dan solit, rantai komando yang diperjelas, pembidangan fungsional antar-Angkatan yang lebih tertib, dan kekuatan serta ketangguhan alutsista. Selain itu, perlu dukungan kebijakan pemerintah dalam hal pembinaan dan anggaran yang dapat meningkatkan profesionalisme TNI dalam menghadapi tantangan tugas di masa depan yang sangat berat. Menghadapi persoalan bangsa yang semakin pelik terhadap ancaman yang timbul di dalam negeri dan yang datang dari luar negeri seperti saat ini, dibutuhkan seorang pemimpin yang tegas dan berani mengambil keputusan, visioner, bersikap kritis, serta bertindak cepat dalam mengatasi setiap persoalan yang semakin kompleks dan beragam, apalagi menyangkut kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dirgahayu TNI...
Eksistensi TNI adalah jati diri Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.