24 Oktober 2010

In Memoriam

(Ini tulisan mengenang kepergian Aliny Kusuma, Anakku, dara jelita yang telah mengakhiri hidupnya)

Tiga tahun yang lalu, aku adalah ibu bagi mereka: 36 siswa kelas XII jurusan Bahasa. Dalam satu kelas terbagi dua "kubu", Jepang dan Jerman. Mereka berkompetisi untuk menjadi yang terbaik di hadapanku. Suatu momen yang tak pernah berhenti mengalirkan rasa rindu. Mereka tidak hanya nakal dan manja, pintar dan kreatif, tetapi juga loyal dan solit. Di antara mereka aku ada, dan bersama mereka hidupku berharga. Di kelas kami yang selalu bersih dan rapi, anak-anakku membuat “pohon bersalju” (Sakurakah yang kalian maksud?) yang diletakkan di sudut ruangan dekat meja tugasku. Di reranting pohon sakura itu, digantungkan potongan-potongan kertas berwarna putih dan merah (putih: jurusan bahasa Jerman dan merah: jurusan bahasa Jepang). Ada gambar kartun wajahku dan wajah mereka, ada namaku dan ada nama mereka. Mereka sangat sayang kepadaku, walau telah banyak “kusuapi” mereka dengan kata-kata yang pahit lagi getir. “Ibu sayang kalian, demi kebaikan kalian” kataku setiap kali mereka nakal. Di batas perpisahan itu, aku hantarkan mereka menuju kehidupan nyata di luar gerbang SMA. Aku berpesan kepadanya:

“Anak-anakku, hidup ini sementara
Isilah hidupmu dengan penuh semangat dan perjuangan
Berdoalah di setiap langkahmu
Genggamlah restu orang tuamu
Berbaktilah kepadanya, walau mereka telah tiada
Semoga hidupmu mulia dunia akhirat
Sampai kapan pun, Ibu mencintai kalian
Setahun bersama di “rumah” kita
Dan kau rasakan kata-kata yang pahit bagai buah maja
Namun suatu saat kau akan mengerti maknanya
Maafkan Ibunda…”

Namun, satu di antara mereka kini telah pergi. Jumat, 22 Oktober 2010 Aliny Kusuma, anakku, dara jelita, mengakhiri hidupnya. Siapa yang percaya? Tetapi jasad yang membisu dan keranda yang mengantarkan kembaranya memaksa aku dan semua orang percaya.

Selamat jalan, Sayang…
Dulu kau sering Ibu cerca tetapi tetap manja.
Kau tegar dan ceria, mengapa berubah?
Semoga Allah swt mempertimbangkan amal baikmu lalu mengampunimu.
Doa Ibu, semua temanmu, juga keluargamu, semoga menjadi peneduhmu.

Namamu tetap ada di sini, di antara deretan nama kita, di rumah kita dulu…

KELAS XII BAHASA TAHUN PELAJARAN 2007-2008
WALI KELAS: LILIS INDRAWATI, S.Pd

1 7943 ADHIM PRASASTYO
2 7957 ALDY REZQILLAH
3 7958 ALINY KUSUMA
4 7965 APRILIA RACHMADIAN
5 7973 AYUNING CHANDRA WIDYASTITI
6 7983 BRIAN CHRIS PRAKASA
7 7984 BRILLI ARYA CAHYANDARU
8 7997 DESITA PUTRI KUMALASARI
9 8000 DEWI NURUL KARINA
10 8008 DWI EMI ERMAWATI
11 8013 EGA NURCAHYONO
12 8024 FADIL MUHTAD HIDAYAT
13 8026 FAHMY HIDAYATURROHMAN
14 8031 FAUSTINE CHARISMARANI FIRDAUS
15 8033 FEBRIANI RESTUNING TYAS
16 8061 IHDINA BINNUR
17 8075 JOHAN PRAMONO
18 8076 JOKO WICAKSONO
19 8079 KIKI AFRILIANTI
20 8088 MADE ANDIKA SETYAWAN
21 8107 MUHAMMAD MIRZA MADANI
22 8111 NANDIWARDHANA YUDHO NUGROHO
23 8113 NENENG AYU RETNO WULAN SARI
24 8118 NUR LAILY SAFITRI
25 8127 NURUL KOMARIYAH
26 8134 PUTRI ANGGRAINI
27 8140 REGINDA LOVIDALISTA
28 8168 SEPTIAN HUDA NUZULA
29 8170 SETYO MALINDA
30 8180 SUKMA BAYU ANGGARA
31 8183 SYAIFUL ANWAR
32 8184 TESAR ZEIN BURHANSYAH
33 8194 UNGKI DWI CAHYO
34 8195 UTOMO HADI PUTRA
35 8196 UUL RATRI PRAMITAMA
36 8208 WELDA BRILLIAN CIPTA