24 Januari 2009

Jagoan Kecil, di Mana Kau?

Sejak malam itu,  Aku terusik mencarimu kembali
Di antara warna-warni air, kau memanggil
Sukmaku tergerak dan berenang bersamamu
Kau mendekat lalu menjauh
Begitu gesit melejit meninggalkanku
Aku terengah mengejarmu
Terkepung arus di segala arah mata angin
Terjebak dalam pusaran lubuk penantian
Kau pun menghilang

Air kembali bening
Tak ada arus
Hanya warna-warni berpendar karena angin

Di mana kau?
Tak kaurasakah rinduku?
yang kuhembus setiap waktu
Tak kaudengarkah nyanyianku?
yang kudendangkan dengan irama lagu pilu

Datanglah, Nak!
Tanpamu
Tembang nenek moyang terdengar sumbang
Kuncup kehidupan menjadi layu
Garis sejarah akan terputus
Sungguh menyedihkan!

Dan aku?
Tak lagi punya arti.