12 April 2009

Blog sebagai Media Pembelajaran Inovatif Berbasis ICT

(Naskah ini pernah saya kirim dalam lomba menulis bagi guru)

Pengertian Blog

Blog merupakan singkatan web log, yaitu catatan online yang berupa teks, gambar, dan video yang tersusun secara hierarkis dan kronologis yang dapat diakses melalui browser internet. Blog pertama kali diperkenalkan oleh Jorn Barger pada akhir tahun 1997. Pada mulanya orang harus mengeluarkan biaya besar untuk membuat blog. Karena blog hanya bisa dibuat orang yang mengerti bahasa pemrograman, orang yang ingin memiliki blog harus membayar mahal seorang programer. Saat ini sudah banyak situs yang menyediakan layanan blog secara gratis dan tidak perlu memahami bahasa pemrograman internet seperti PHP dan MySQL. Internet (Interconnected-Network) merupakan sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan berbagai macam situs. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengamati lalu lintas dalam jaringan. Protokol mengatur format data yang diizinkan, penanganan kesalahan, lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Transmission ControlProtokol/ Internet Protokol). Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja pada segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan. Layanan internet memperlihatkan perkembangan yang sangat pesat, karena menawarkan beberapa daya tarik atau keunggulan dibandingkan media lain.
Sebagai media komunikasi yang terkoneksi dengan internet, blog dapat di-update setiap hari dengan suatu aplikasi yang disediakan dalam web. Posting dalam blog tersusun secara teratur sesuai dengan urutan tanggal dan waktu. Blog dapat berperan sebagai bentuk jurnalisme pengganti televisi, radio, majalah, atau surat kabar. Bahkan blog dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang modern dan menarik. Dengan blog yang disediakan guru, siswa dapat berinteraksi dengan membaca, menonton, menyimak, menulis komentar, mengapresiasi, mengerjakan soal, menjawab pertanyaan, dll. Bahkan siswa dapat mencari literatur ke web lain dengan memanfaatkan link taut yang tersedia. Blog bagi seorang guru tidak hanya sebagai ajang kreativitas dan media pembelajaran, tetapi juga sebagai wujud eksistensi diri di tengah perkembangan ICT (Informasi, Komunikasi, dan Teknologi).

Blog sebagai Media Pembelajaran Inovatif

Blog sebagai media pembelajaran lebih memberikan informasi dan komunikasi secara interaktif dibandingkan dengan media lain. Informasi yang didapatkan lebih mudah, cepat, dengan jangkauan global. Pembelajaran dengan media ini menggunakan sistem Self Based Learning atau sistem pembelajaran mandiri. Dengan teknologi internet, pembelajaran dapat dilaksanakan secara online. Baik kegiatan belajar di kelas maupun tugas mandiri di luar kelas. Pemanfaatan media blog dalam kegiatan belajar di kelas memang memerlukan fasilitas perangkat komputer yang telah terkoneksi dengan internet, misalnya di kelas multimedia atau di laboratorium komputer. Sedangkan tugas mandiri dapat dilakukan peserta didik di mana saja, misalnya di sekolah, di rumah, atau di warung internet.
Dalam pembelajaran dengan media blog, guru harus memiliki blog pribadi yang notabene dirinya berperan sebagai administrator (admin) sekaligus maintenance. Dengan demikian, guru dapat mengelola dan mengisi blog dengan bahan ajar sebagaimana tertuang dalam silabus. Tentang manajemen kontens, blog dapat dikelola sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Guru dapat meng-upload materi pembelajaran sesuai dengan pokok bahasan.
Jenis kegiatan belajar dan bentuk tes dapat disesuaikan dengan RPP (Rencana Persiapan Pembelajaran) yang telah dibuat. Materi yang telah dimuat di blog dapat diperbaharui, dihapus, atau diganti. Sedangkan tulisan, gambar, atau film yang digunakan sebagai media, referensi, atau koleksi dalam pembelajaran, tetap dipertahankan keberadaannya karena dapat dijadikan stimulus untuk dikritisi siswa. Atau sebagai bahan diskusi kelompok tentang tema tertentu. Oleh karena itu guru harus menyediakan beberapa tulisan dengan tema yang bervariasi di dalam blog.
Kreativitas dan keterampilan guru dalam mengelola blog sangat berperan dalam menentukan kualitas media pembelajaran. Guru juga harus mencari inovasi-inovasi yang mendukung manajemen kontens blog yang dimilikinya. Sehingga siswa tidak merasa bosan bahkan tertarik untuk selalu memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran modern berbasis ICT. Tidak hanya itu, siswa juga dapat termotivasi untuk gemar menulis dan berkreasi dengan membuat blog pribadi.
Oleh karena penulis adalah guru mata pelajaran Bahsa Indonesia, berikut penulis contohkan penggunaan media blog dalam proses belajar mengajar Bahasa Indonesia di SMA. Blog merupakan media yang efektif untuk praktik berbahasa Indonesia secara lisan maupun tertulis. Setelah membaca, mengapresiasi, dan menulis di blog, siswa dapat membawanya sebagai bahan presentasi di depan kelas. Dengan media blog semua aktivitas berbahasa dapat dilakukan, antara lain membaca, menulis, menyimak, apresiasi film, puisi, cerpen atau novel. Selain itu guru juga dapat memberikan reward kepada siswa yang mengerjakan tugas terbaik. Misalnya puisi terbaik, cerpen terbaik, essai terbaik, makalah terbaik, dll. Penghargaan tersebut dapat dilakukan dengan cara menampilkan tulisan terbaik mereka di blog sehingga dapat diakses dan diberi komentar oleh teman-temannya. Selain itu juga dapat dijadikan media dengan metode contoh-tiru.
Tidak semua siswa dapat menulis dengan mudah, sehingga perlu contoh-contoh yang diberikan oleh guru di blog. Contoh-contoh tersebut bisa karya guru, karya siswa, atau karya penulis besar Indonesia. Karya sastra misalnya, selain karya sendiri, guru perlu memuat karya sastrawan-sastrawan legendaris Indonesia. Selain memperkenalkan karya sastra juga memperkenalkan sastrawan yang telah menghasilkan karya-karya besar. Dengan demikian para siswa tidak merasa asing dengan nama-nama seperti Taufiq Ismail, Chairil Anwar, Putu Wijaya, Idrus, Zawawi Imron, dan para sastrawan lainnya.

Teknis Pembelajaran

Secara teknis, pembelajaran dengan menggunakan media blog dapat dilakukan dengan berbagai cara dan kondisi sebagai berikut.

• Di Kelas Multimedia Lengkap
Kelas multimedia lengkap memiliki fasilitas komputer yang telah terkoneksi dengan internet sebanyak jumlah siswa. Dalam kondisi seperti ini pembelajaran dengan media blog dapat dilakukan dengan mudah dan lancar. Guru tinggal memberikan alamat blog yang dapat diakses langsung oleh siswa. Bahkan panduan dan perintah-perintah kerja dapat dibaca oleh siswa di halaman blog yang telah tersedia. Siswa dapat dengan bebas memilih materi yang tersedia. Di samping itu siswa dapat berinteraksi langsung dengan menjawab soal, mengerjakan tugas, menulis komentar, atau mengirim email secara online. Dalam kegiatan pembelajaran ini, guru berperan sebagai teman belajar, fasilitator, dan motivator bagi siswa. Selain itu guru harus senantiasa memantau belajar masing-masing siswa untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan media internet pada saat belajar, misalnya bermain (game), chatting, atau mengakses situs porno (dalam hal ini bisa diantisipasi dengan blokade situs).

• Di Kelas Multimedia Tidak Lengkap
Kelas multimedia tidak lengkap memiliki fasilitas satu unit komputer yang telah terkoneksi internet dengan alat bantu LCD dan layar monitor. Dalam kondisi seperti ini pembelajaran dengan media blog dapat dilakukan dengan memanfaatkan layar monitor untuk menampilkan blog. Guru sebagai operator menayangkan blog, mengatur, dan memilih materi sesuai dengan pokok bahasan. Orientasi siswa terpusat di layar monitor. Siswa tidak dapat dengan bebas memilih dan membuka bahan ajar sesuai pilihan. Siswa juga tidak dapat mengerjakan tugas dan berinteraksi
secara langsung. Siswa dapat mengerjakan tugas secara tertulis di buku. Hanya tugas rumah yang dapat dikerjakan secara online di luar jam pelajaran, misalnya di rumah yang berlangganan internet atau di warung internet.

• Di Sekolah yang Berfasilitas Hotspot
Dengan fasilitas hotspot (jaringan tanpa kabel) di sekolah, pembelajaran dengan media blog dapat memanfaatkan komputer jinjing (laptop). Guru dan siswa dapat menggunakan laptop pribadi untuk kepentingan pembelajaran di sekolah. Siswa secara perorangan atau berkelompok (jika jumlah laptop terbatas) membuka blog dan berinteraksi secara online dalam pembelajaran yang menyenangkan.

• Di Kelas Konvensional
Kelas konvensional adalah kelas pada umumnya, yaitu kelas yang tidak memiliki fasilitas komputer dan tidak terkoneksi dengan internet. Dalam kondisi seperti ini, blog sebagai media pembelajaran masih bisa digunakan. Namun pemanfaatannya hanya sebatas tugas di luar jam pelajaran. Siswa dapat memanfaatkan ICT Center di sekolah atau warnet untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru. Kelemahan kondisi ini, guru tidak dapat memantau kegiatan siswa dari kemungkinan penyalahgunaan internet. Siswa yang berlangganan internet di rumah dapat mengerjakan tugasnya di rumah sehingga orang tua dapat memantau aktivitas putra-putrinya agar terhindar dari dampak negatif teknologi internet.

Interaksi belajar mengajar dapat terjalin dengan baik melalui blog. Selain bersifat audio visual, komunikasi pun dapat dengan bebas disampaikan tanpa harus malu berhadapan dengan guru, terutama siswa yang memiliki kepribadian tertutup dan pemalu. Siswa dapat menyampaikan kritik, usulan, aspirasi lain, curahan hati, atau karya-karyanya melalui email yang disediakan guru. Kemudian guru dapat merespon partisipasi para siswa baik secara langsung maupun melalui email. Dengan media berbasis ICT tersebut, siswa akan termotifasi untuk mengikuti kegiatan belajar dengan baik dan senang sampai berakhirnya jam pelajaran. Persentase siswa membolos juga dapat ditekan. Selain tercapainya tujuan belajar dengan baik, melalui media blog hubungan yang harmonis antara guru dan siswa dapat terwujud secara akrab dan kekeluargaaan. Dengan demikian dapat menghilangkan mitos guru yang menyebalkan di hadapan siswa. Selain itu image guru gaptek juga tidak lagi terpatri di benak siswa. Bahkan siswa akan merasa bangga kepada guru karena telah menemani belajar mereka dengan menggunakan media pembelajaran yang inovatif dan menarik.
Siswa yang karyanya di-upload di blog tentu merasa senang dan bangga. Dengan demikian semangat belajar berbahasa dan bersastra dapat dipicu dan dipacu dengan menggunakan blog sebagai media pembelajaran. Demikian juga halnya dengan pembelajaran mata pelajaran yang lain, blog merupakan media yang inovatif, modern, dan menyenangkan.

Secara umum peran guru dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan blog sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut.
• Membantu peserta didik untuk mengakses sumber belajar yang diperlukan dalam proses pembelajaran.
• Membantu peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar yang telah ditargetkan.
• Membimbing peserta didik melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
• Membantu peserta didik dalam memahami konsep dan praktik dalam pemanfaatan media blog sesuai dengan deskripsi tugas yang diberikan.
• Melayani siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
• Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
• Melaksanakan penilaian.
• Menjelaskan kepada peserta didik mengenai bagian yang perlu untuk dibenahi.
• Merundingkan rencana pembelajaran selanjutnya.
• Mencatat pencapaian kemajuan peserta didik.
• Memberikan reward kepada siswa dengan karya terbaik.

Simpulan

Blog sebagai media inovatif berbasis ICT selain menarik juga memudahkan guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Pembelajaran dengan media blog dapat memanfaatkan semua kontens blog sebagai alat bantu belajar-mengajar. Selain sebagai media yang modern, inovatif, dan mengasyikkan, blog bagi guru juga merupakan ajang kreativitas dan wujud eksistensi diri. Pembelajaran dengan media blog akan lebih mudah diterapkan di sekolah-sekolah lanjutan. Bukan berarti media ini tidak dapat diaplikasikan di sekolah dasar, namun sekolah dasar yang telah maju baik SDM maupun SDA-nya tidak menutup kemungkinan menggunakan media blog dalam proses belajar-mengajar. Namun demikian, media blog hanya dapat digunakan di sekolah atau daerah yang telah terkoneksi dengan internet. Dengan kata lain, media blog belum bisa diterapkan di sekolah atau daerah-daerah yang belum terjamah teknologi internet, apalagi di daerah pedalaman yang belum mendapat suplay energi listrik.

******





9 komentar:

  1. ckckkck.. ini tulisan bener2 sempurna, bblom pernah baca tulisan tentang blog yang sebagus ini....

    oke deh smangat terus ya ngebognya...

    kapan2 bikin tetang Blogger matre dong...

    masih blom puas gw ulasan ttg blogger matre yang ada di HAKIMTEA.COM

    BalasHapus
  2. assalamualaikum...
    menarik info blogger ni..:)

    disokong oleh fakta2

    best info ni... tq kongsikan..

    BalasHapus
  3. bagus ya tulisannya,ulet...ya aku waktu sma pengen banget terjun didunia maya tetapi fasilitas belom nyamapi.adapun mahal,kalo harus merogoh uang saku buat anak kos....

    BalasHapus
  4. wih..wih.... emang bu guru satu ini, paling pinter nyusun bahasa and rajin nyari bahan bacaan.

    saluuut......

    BalasHapus
  5. Muantav bu,..... semoga bisa terpilih jadi finalis yah aku do'akan.

    BalasHapus
  6. dah postingannya bagus\...
    memang blog itu sangat berguna khususnya bisa dijadikan tempat pembelajarna...hehehe...
    maju terus penerus Kartini!!!!

    BalasHapus
  7. blog ini bagus banget. luar biasa. dan ada sebuah zat berpikir darimana segala sesuatunya dibuat dan dalam keadaan orisinil meresab dan merembes di ruang-ruang di semesta.sukses dan terus sukses.

    BalasHapus
  8. Mantab banget nih blognya, mohon izin copy tulisannya buat referensi. makasih Bu Guru, kunjungan balik ke http://matapelajaranski.com dinantikan

    BalasHapus