23 Juli 2009

Untuk Anakku Seorang

“Di Gazebo belakang rumah kutulis puisi untuk anakku, gadis 12 tahun yang beranjak remaja. Kepadanya selalu kupanggil: Anakku, sayangku, cintaku seorang”


Suatu Saat Nanti

Suatu saat kau pasti mengerti
dan bisa menafsirkan makna lambang serta simbol-simbol
yang saat dahulu dan kini selalu kau tanyakan

Suatu saat kau pasti mengerti
dan bisa menata mozaik yang tercecer menjadi objek penuh estetika
seperti imajinasi yang kau tuang dalam kertas gambarmu

Suatu saat kau pasti mengerti
dan bisa menikmati pahit manisnya kehidupan
laksana tangis dan tawamu dahulu yang pernah sangat kurindu

Suatu saat kau pasti mengerti
dan bisa menjawab pertanyaanmu sendiri
yang selalu tak pernah kupeduli

Suatu saat kau pasti mengerti
dan bisa menebarkan warna pelangi
yang sejak dahulu berpendar-pendar di hatimu

Suatu saat nanti...
(Semoga saat itu ada, menunggumu, walau tak lagi bersamaku,
Anakku, Sayangku, Cintaku seorang....)

Malang, 23 Juli 2009



27 komentar:

  1. Semoga ia menjadi seperti harapan orang tuanya; kebanggaan keluarga juga harapan umat di masanya

    BalasHapus
  2. Hello Lis !!!

    Do you have this words in english? Trying to read the translation to spanish I could see a little bite of the artisHello Lis !!!

    Do you have these words in english? Trying to read the translation to spanish I could see a little bit of the artistic touch on the phrases, And I have caught some ideas and concepts, but I would really like to get the real meaning of your feelings...

    Regards,

    ::Edvart::

    BalasHapus
  3. Hello Lis !!!

    Do you have these words in english? Trying to read the translation to spanish I could see a little bit of the artistic touch on the phrases, And I have caught some ideas and concepts, but I would really like to get the real meaning of your feelings...

    Regards,

    Edvart.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Puisi yang sangat bagus,.... emang beda kalau Guru Bahasa Indonesia yang buat.

    BalasHapus
  6. Mudah2an puisi itu juga difahami oleh putrinya meskipun bukan sekarang
    mudah2an putrinya faham, betapa besar cinta ibunya...

    BalasHapus
  7. masihkah berlaku: "kasih ibu sepanjang jalan... kasih anak...

    BalasHapus
  8. mudah mudahan dan pasti, kasih seorang Ibu tak kan pernah habis, begitu juga kasih bu lis pada sahabatnya

    BalasHapus
  9. kasih seorang ibu... terhadap anaknya...

    pengorbanan demi mendidik pewaris bangsa..

    salam ziarah guru lilis..:)

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah..., dah punya brp baby neh Bu Lilis I.?
    Rochim dah 2 thn NIKAH lom dikasih BABY. Do'akan ya...??!!!
    Mau tukeran link gak, Bu Lilis?

    BalasHapus
  11. Tiap anak burung harus berani meninggalkan sarang induknya, bergabung dengan hidupnya sendiri yang seluas samudra. Pasti bisa bcoz its beautiful life... Begitu juga sang iduk juga harus rela melepas anaknya....

    Salam buat dede'....

    BalasHapus
  12. Assalamu'alaikum mbak cantik. Lama tak jalan-jalan nih.
    Satu masa kelak, putri mbak pasti semakin menyadari betapa dalam kasih ibunya. Saya yakin ia bangga punya ibu seperti mbak Lies ...

    BalasHapus
  13. Ada Award untuk Mbak,.... moga sudi menerimanya.

    BalasHapus
  14. puisi yang indah, semoga dapat menjadi pencerahan hati putri tercinta.

    BalasHapus
  15. Salam Lilis,

    "syukur kerana memiliki puteri hati, moga gembira selalu dengan puteri hati".

    BalasHapus
  16. puisi yang bagus dan indah untuk seorang anak.Salam kenal mbak

    BalasHapus
  17. saya shinta putri dari X.3
    puisinya bagus bu..
    saya sendiri juga merasa bahwa suatu saat saya juga pasti akan berpisah dengan ibu saya, tapi kasih sayang ibu akan selalu teringat dan tidak akan pernah terlupakan.
    saya sayang ibu saya dan sayang bu Lilis..

    BalasHapus
  18. Suatu saat nanti, dia akan menjadi lebih berwarna, mewarnai kehidupan di sekitarnya, terutama kehidupan Anda.... (waduh, jadi sok tau lagi, maap ya, Mbak...:)

    BalasHapus
  19. smoga menjadi anak yang baik. amin

    BalasHapus
  20. salam..

    seutas kata untuk dirasa,

    'indah nian lukisan kalimahmu'

    ;)

    BalasHapus
  21. ibu.....yang akan membimbingnya....karena ibu adalah doa dan harapan agar ia menjadi lebih baik dari dirinya sendiri

    BalasHapus
  22. Selamat pagi mbak,... sory baru sempat mampir ditengah kesibukan perkerjaan.

    Ada Award untuk mbak disini

    moga sudi menerimanya.

    BalasHapus
  23. assalamualaikum bu,
    saya rahmat puji e, klas X.2

    puisinya bagus sekali bu....
    kapan-kapan kunjungi blog saya juga ya bu.
    terimakasih

    BalasHapus
  24. Ass....
    It's a lovely poem, Mbak...
    May your daughter will be as you have imagined...
    Terus berkarya Mbak...
    Oiya, Met kenal juga Mbak!
    Wass.....

    BalasHapus
  25. maafkan aku sahabat,
    Sesibuk apakah saya ini ya, sampe nggak sempat singgah ke blog ini, dan melewatkan karya tulisan ini.
    Apakah aku masih pantas menjadi sahabatnya?

    BalasHapus