04 November 2008

Pemilu Jatim

Hari ini aku berpartisipasi dalam Pilkada Jatim. Siapa pasangan yang akan menang? Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji) atau Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa)?
Aku memang memilih satu dari dua pasangan tersebut. Namun siapa pun yang terpilih, aku siap menerima mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Dan aku berharap mereka mempunyai komitmen untuk membangun Jawa Timur menjadi unggul, baik secara fisik maupun mental dan spiritual.


Meski sama-sama optimistis, dua kandidat mengaku siap menerima apa pun hasil pilgub. "Semua ikhtiar sudah kami lakukan. Tapi, hanya itu yang bisa kami jalankan. Karena apa pun hasilnya adalah kehendak Yang Kuasa," kata Saifullah Yusuf.

Khofifah Indar Parawansa berharap pencoblosan dan penghitungan suara berlangsung jujur dan adil. ''Jangan nodai demokrasi. Mari kita membuat sejarah dengan melaksanakan pilgub tanpa kecurangan,'' harapnya.

Di bagian lain, meski KPU optimistis pelaksanaan pilgub bisa berjalan lancar, beragam problem di lapangan masih saja terjadi. Yang paling mengkhawatirkan adalah kemungkinan tingginya angka golput.

Ini tidak lepas dari pendataan pemilih maupun distribusi kartu pemilih yang masih amburadul hingga kemarin.

Salah satu yang terparah adalah distribusi kartu pemilih bagi pemilih baru. Jawa Pos mendapatkan informasi bahwa beberapa KPU kabupaten/kota ternyata hanya memperoleh blangko kartu pemilih kosongan dari produsen kartu pemilih.

Padahal, seharusnya pada seluruh kartu pemilih yang didistribusikan itu sudah tercetak nama pemilih anyar. Alhasil, KPU tidak punya waktu lagi untuk mendata pemilih karena distribusi kartu pemilih juga sangat mepet. "Tentu saja, kami agak kaget dengan hal ini," kata anggota KPU Surabaya Edward Dewaruci.

Selain itu, KPU kabupaten/kota mengeluh dengan software kartu pemlih yang tidak bisa diaplikasikan. Karena itu, banyak yang memilih tidak menyerahkan kartu kosongan itu kepada PPK, PPS, maupun KPPS. Tentu saja, hal ini membuat potensi golput cukup tinggi. Sebab, tercatat ada 13.583 pemilih tambahan untuk putaran kedua.

4 komentar:

  1. emang harus begitu...
    demokrasi itu harus siap juga untuk kalah, tapi tidak sombong dikala menang... ya kan???

    BalasHapus
  2. pilgub yang ke dua ini di daerahku terasa sepi....tidak seperti pilgub yang pertama....mungkin mereka bosan y???tapi sebagai warga negara yang baik,gak boleh golput doonk???????kan hari ini kita libur?????HIDUP LIBUR!!!!!!!!

    atau jangan2 golput supaya pilgub di ulang lagi dan kita libur lagi???
    sepertinya tidak mungkin....

    so,dari lubuk yang paling dalam siapapun yang menjadi gubernur,Selamat atas kemenangannya...semoga bisa menjalankan amanat rakyat.....

    H I D U P M A H A S I S W A !!!!!

    BalasHapus
  3. mbak milih siapa???
    ayo dong buka kartunya

    BalasHapus
  4. moga ja pilkadanya g rusuh ya..??
    Biasanya PILKADA tuh = Kerusuhan.
    he..he..he.. (sok tahu dot com)

    BalasHapus