18 Februari 2013

Langkah-Langkah Membuat Mind Map Buzan

Pengantar

Sofware Mind Map ini diciptakan oleh Tony Buzan  (Inggris) pada tahun 1970. Mind Map (peta pikiran/ peta konsep) berfungsi sebagai alat bantu memudahkan otak bekerja. Dalam pembelajaran, mind mapping bermanfaat untuk menyederhanakan struktur, mempercepat pemahaman terhadap konsep, memudahkan ide mengalir, mempertajam daya ingat, dll.

Membuat  Mind Map Buzan cukup dengan empat langkah yaitu  Pusat, Kategori, Hierarki, dan Korelasi, yang lebih mudah diingat dengan jembatan PU-KA-HI-KO.


Menu Awal




                  
 1. Pusat:

Pada langkah awal akan tampak menu seperti di atas. Cara membuat  PUSAT: Klik satu gambar dan ketik kata pada isian nomor 2 lalu enter. (Contoh: Ketik kata PUSAT). Muncul gambar berikut:


                    
2. Kategori:

Cara membuat kategori: Klik dan tarik titik merah ke arah yang diinginkan, dan ketik kata yang diinginkan, enter. (Contoh: Ketik kata KATEGORI). Tampak gambar berikut:
                                    
  3. Hierarki:  

Merupakan urutan informasi yang ada di dalam setiap kategori dalam bentuk kata kunci bukan berbentuk kalimat. Cara membuat hierarki: Klik ujung batang KATEGORI, tarik ke arah yang diinginkan, dan ketik kata yang diinginkan, enter. (Contoh: Ketik kata Hierarki). Tampak gambar berikut:
                              
4. Korelasi :  

Cara membuat Korelasi: Klik ujung batang Hierarki yang akan dihubungkan, klik Draw, pilih Arrow, kembali ke ujung batang Hierarki klik dan tarik ke tempat yang diinginkan. Ketik kata Korelasi pada garis putus-putus.

        
       
Tampak gambar berikut:
 




                              

                              

31 Desember 2012

Waktu Terus Berlalu

Bagai anak panah 
lepas dari busur
begitulah sang waktu 
berlalu
dari detik ke detik
tanpa bisa kembali

Kata tlah terlontar
jejak  tlah tertapak 
di setiap kelok jalanan
berhambur dosa-dosa
merangkai kisah
dalam sekuens peristiwa
menjadi cerita pilu

:Karena kumencintai-Mu
seharusnya tak Kau biarkan
kugurat lembar hidupku

Namun
Ampunan-Mu tak terbatas
melebihi panjangnya jalan yang pernah kutempuh


(Lalu kuberharap penuh cemas tentang  masa depan yang entah sampai kapan bersamaku).

24 Desember 2012

Pemimpin adalah Pengayom

* Peroleh Kategori Naskah Terbaik Tari Songsong dalam Gebyar Festival Tari Jawa Timur 2012

       
          Tari Songsong menggambarkan kehidupan seorang pemimpin. Pemimpin yang memiliki sifat mengayomi dan melindungi. Laksana payung mengembang, lebarnya memberikan perlindungan, tegaknya memberikan keadilan, dan kokohnya memberikan kedamaian. Demikianlah sifat seorang pemimpin. Ksatria sejati yang siap mengulurkan payung perlindungannya kepada siapa pun. Kepada mereka  yang  memerlukan peneduh dari terpaan hujan dan sengatan panas matahari kehidupan. Pemimpin berjuang dengan gigih, menghalau segala gangguan demi keamanan dan kesejahteraan rakyatnya.

             Dialah pemimpin yang agung. Langkahnya berwibawa menebar kesejukan. Titahnya dinanti sebagai penyejuk nurani. Cipta, rasa, karsa, dan cita-citanya terasa bermakna bagi semua. Pribadinya adiluhung, menjadi pusaran arah tujuan kehidupan. Kasih sayangnya menyenangkan. Perlindungannya meneduhkan. Tanggung jawabnya mencurahkan kebahagiaan. Teladanannya adalah inspirasi. Energinya mengalirkan pengaruh dalam membentuk pribadi yang kuat. Raganya dipuja. Jiwanya dirindukan. Sabdanya ditaati. Kekuasaannya adalah karunia yang didamba. Ia persembahkan hidupnya untuk melindungi dan memperjuangkan kesejahteraan rakyatnya. Jiwanya luhur, memberi tanpa menilai pemberiannya, berjuang tanpa menghitung pengorbanannya, berbakti tanpa mencari penghargaannya.

         Dialah penyemangat, menerbitkan harapan di ufuk keputusasaan, menyalakan terang di jantung kegelapan, mendendangkan nyanyi gembira di tengah tangis kesedihan. Karena dalam kepemimpinan sejati, kehidupan manusia menjadi penuh arti. Pemimpin sejati mengayomi demi keamanan negeri. Melindungi dari prahara yang terjadi. Kebijakannya menentramkan jiwa. Tak pernah membuat resah. Diberikannya kemerdekaan tanpa belenggu. Berbudi bahasa, cerdik cendikia. Menjaga kehormatan, hak, dan harga diri bangsa.

          Pemimpin sejati tidak membiarkan rakyatnya menderita. Ia bukanlah tirani, justru melindungi. Laksana payung yang senantiasa memberikan keteduhan. Dengan kasih sayang dan bakti ia melayani. Berpijak pada jalan dan melangkah menuju tempat maha tinggi bernama kebahagiaan hakiki. Tekadnya mempersatukan visi, mendamaikan perbedaan menjadi seindah pelangi yang berpendar berwarna-warni. Tanpa surut, bergerak dalam derap langkah nan terarah sama, demi misi menuju negeri madani.
                                                                 ***

12 Desember 2011

Berbagi Karya

Nickname yang unik, Angga Pahlawan Kesiangan. Dia murid saya, menulis puisi ini dan memberikan kepada saya saat berpapasan di halaman sekolah, di bawah tiang bendera ketika sang Merah Putih berkibar di balik rerimbunan. 




Pahlawan Penuh Makna


Engkau seseorang yang penuh kata indah

Setiap katamu membangkitkan pikiran orang

Kata – katamu begitu memukau di pendengaran

Andai aku bisa menirukan caramu itu


Kau wanita yang penuh tantangan

Terlihat dari sorot mata seorang wanita yang perkasa

Kau juga sangat membela hak setiap orang

Jika itu benar lakukan saja!


Dan aku baru menemukan seorang pahlawan sepertimu

Keprofesionalanmu memang tak dapat diragukan lagi

Kau pantas untuk di kagumi

Wahai pahlawan penuh makna



14 September 2011

Hari Kunjung Perpustakaan14 September

Tanggal 14 September dinobatkan sebagai hari Kunjung Perpustakaan oleh Presiden Soeharto sejak tahun 1995 guna meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia yang tergolong masih rendah.

Dalam upaya meningkatkan kecerdasan bangsa yang selaras dengan jalur pendidikan formal diperlukan adanya sarana komunikasi informasi ilmu pengetahuan dan teknologi melalui perpustakaan. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sumber belajar di sekolah yang sangat penting untuk mewujudkan keberhasilan Tujuan Pendidikan Nasional.

Sebagai salah satu sumber belajar di sekolah, perpustakaan SMAN 7 Malang juga membantu tercapainya visi sekolah: Terpuji dalam Citra, Unggul dalam Prestasi. Perpustakaan berusaha menjadi tempat favorit bagi siswa dalam menunjang kegiatan belajar di sekolah. Selain tempat yang nyaman, ketersediaan akses informasi teknologi, dan penambahan buku-buku baru yang diminati siswa, juga diperlukan penyelenggaraan even-even yang mampu menarik minat siswa dalam membaca, menulis, dan mencintai buku guna menumbuhkembangkan literasi berpengetahuan, bersastra, dan berbudaya di sekolah.

Sehubungan dengan hal tersebut, momen hari Kunjung Perpustakaan 14 September 2011 ini kami jadikan perpustakaan SMAN 7 Malang sebagai “Rendezvous” bagi para siswa dalam kegiatan lomba mengulas cerpen berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Motto Lomba: Cinta pustaka, meningkatkan tradisi membaca-menulis dan memperluas cakrawala ilmu. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat membaca-menulis, serta memupuk generasi cinta buku.

Mari berkunjung ke perpustakaan. Mari membaca dan menulis, mari berliterasi dengan menyelami cakrawala pengetahuan, sastra, juga budaya.

28 Agustus 2011

Membuat Cake Loreng Gurun

Anda ingin membuat cake? Cobalah resep saya ini, Cake Loreng Gurun. Cara pembuatannya mudah. Cake ini biasanya saya buat setiap malam menjelang lebaran. Artinya, saya membuatnya setahun sekali. Sungguh langka dan "keramat" cake ini bagi saya 😄. Saya beri nama Cake Loreng Gurun karena komposisi warna dan pola yang tidak beraturan mirip dengan uniform militer spesifikasi gurun.
Prosedur Membuat Cake Loreng Gurung
Resep oleh Lilis Indrawati

Bahan :
* 300 gram margarin
* 250 gram gula pasir
* 1 sdm roombuttter
* 10 butir telur, pisahkan kuning dan putihnya
* 100 gram susu putih kental manis
* 300 gram tepung terigu
* 2 sdm cokelat bubuk
* 1 sdt vanili bubuk
* 1 sdt baking powder




Langkah-Langkah Pembuatan:

1. Panaskan oven dengan temperature sekitar 180 derajat Celcius
2. Siapkan loyang persegi ukuran 20 X 20 X 7 cm, bisa juga menggunakan loyang bulat dengan ukuran yang kurang lebih sama. Olesi loyang dengan margarin dan taburi
tepung terigu (agar tidak lengket saat digunakan memanggang), sisihkan.
3. Margarin dan gula pasir dimixer hingga pucat dan lembut
4. Masukkan roombutter, susu, vanili bubuk, dan kuning telur secara bertahap
sambil dimixer hingga rata.



5. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit, tambahkan baking powder dan aduk
sampai rata.
6. Putih telur dimixer sampai kaku, masukkan/campurkan ke dalam adonan dan aduk.


7. Siapkan adonan cokelat dengan cara:
Ambil 1/4 adonan letakkan dalam wadah, lalu tambahkan 2 sdm cokelat bubuk, aduk rata.

8. Tuangkan adonan putih dan cokelat ke dalam loyang secara bergantian dan proporsional (menggunakan sendok) sampai adonan habis kemudian aduk sebentar searah dengan jarum jam dan aduk lagi ke arah sebaliknya agar terbentuk pola loreng gurun.


9. Masukkan loyang ke dalam oven yang telah panas. Panggang selama 45 menit hingga matang dan berwarna kecoklatan. Bisa menggunakan oven tangkring maupun oven listrik. Jenis dan kualitas oven berpengaruh terhadap waktu pemanggangan. 
Tahap-tahap pembuatan komplet. Mudah kan? Cake Loreng Gurun siap dihidangkan di hari istimewa bersama keluarga dan para sahabat. Selamat mencoba.


24 Agustus 2011

Di Sini Aku Berkhayal tentang Laut


Sore ini
aku di sini
di antara dinding terbuka
menikmati waktu
yang bergerak 
namun tak tampak
dari senja 
menuju 
kelamnya malam

Dalam hening 
terdengar 
suara air
memberi tenang
memberi syahdu

Angin mendesau
menderu
dedaunan bergesek
pelepah nyiur beradu
hawa dingin 
menyeruak
aku berkhayal tentang ombak
yang menggulung lirih
lalu menghilang 
di tepi pantai  

Burung-burung dali 
bercuit-cuit 
terbang melintang 
berputar-putar
aku berkhayal 
tentang kapal-kapal 
bermunculan 
dari batas cakrawala
penumpang berduyun
menuruni geladak
yang berderak karena ombak

Dalam khayal 
aku bertanya
adakah 
penumpang 
yang kutunggu? 





18 Agustus 2011

Pelipur Lara

Himpitan dalam dada
Terlalu sesak
Menekan
Mendesak
Lalu kukatakan kepadaMu
“Aku ingin menangis tapi tak bisa”
Seketika kasihMu seolah mengguyur
Sejuk bagai gerimis di tengah kemarau
Dan air mataku tumpah
Di atas sajadah
:Biarkan aku menangis...

17 Agustus 2011

Dirgahayu Indonesia

Selasa, 16 Agustus 2011 pukul 10.30 WIB, sehari sebelum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah berurusan dengan "Mr. Bill" di kantor Telkom Kota Malang Jalan Ahmad Yani, saya dihadang gadis kecil berpakaian merah putih di pintu keluar. Ia menyodorkan selembar kertas putih berukuran 11x21 cm dengan latar gambar bendera yang tercabik di ujungnya. Saya ulurkan tangan menerima kertas itu dengan senyum sambil bertanya, “Kelas berapa Dek?” Agak tersipu dia menjawab, “Kelas enam.” Ya, gadis kecil kelas enam Sekolah Dasar (yang masih malu-malu) itu, memberi saya bahan renungan tentang kemerdekaan. Tulisan bergenre puisi tersebut (entah karya siapa), berjudul “Untuk Direnungkan…!!!” Isinya berupa ironi kemerdekaan. Tentang 66 tahun Indonesia merdeka, tentang penderitaan rakyat, tentang kesewenang-wenangan penguasa, dan kebobrokan birokrasinya. Lengkapnya seperti ini:

Untuk Direnungkan

Salam Merdeka…!!!
Ya… sudah 66 tahun kata merdeka itu menyeruak di sanubari bangsa ini
Sudah 66 tahun bangsa ini merdeka dari penjajah bangsa lain
Berarti, sudah 66 tahun bangsa ini menentukan nasibnya sendiri
Kiranya 66 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk berbenah… iya kan?
Tapi, kita masih banyak melihat warga yang tidak berdaya
Tapi, kita masih sering menyaksikan warga yang tertindas oleh hukum
Tapi, kita masih selalu disibukkan oleh kriminalitas
Tapi, kita masih akrab dengan berita bentrok dan pertikaian
Tapi, kita senantiasa disuguhi berita manipulasi dan korupsi para pejabat
Merdeka…???
Mungkinkah ini kemerdekaan yang diharapkan oleh Founding Father Negeri ini?
Bukankah kemerdekaan ini bertujuan mensejahterakan dan memakmurkan rakyatnya???
Ternyata, sebagian rakyat masih belum merdeka
Padahal bumi di negeri ini sangat kaya bagaikan zamrud katulistiwa
Wahai pemimpin negeri ini…
Lihatlah kami sebagai warga yang kau pimpin dan kau didik
Ajari kami dengan santun dan bijak
Bukan dengan kebohongan dan keserakahan
Niscaya manipulasi dan korupsi akan sirna
Dan… di sanalah mungkin kita dapatkan kemerdekaan yang sejati
Salam merdeka…!!!

Sayang ,saya tidak sempat berdialog dengan gadis kecil itu. Seandainya bisa, saya ingin bisikkan kepadanya (walaupun sebenarnya dia sendiri belum tentu mengerti arti kemerdekaan): “Dek, bangsa dan negara kita memang sedang sakit, tetapi bagaimana pun kondisinya, jangan pungkiri bahwa Indonesia telah merdeka. Para Pahlawan telah berjuang dan mengorbankan segalanya untuk martabat dan harga diri bangsa bernama kemerdekakan. Founding Father telah memberikan yang terbaik untuk negeri ini. Jangan kau tanya lagi arti merdeka, bertanyalah kepada diri sendiri, dengan apa kita isi kemerdekaan ini. Tentang Kaya-miskin dan baik-buruk, itu adalah kisah hidup sepanjang masa. Keberadaannya bagaikan sekeping mata uang yang saling berdekatan sisi-sisinya, tak akan terpisahkan. Dan selalu ada sebagai pelangi dalam kehidupan. Seperti tarikan napas kita yang tak pernah sama, demikianlah dunia. Kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, korupsi, dll adalah persoalan bangsa yang kompleks, yang tak seorang pemimpin pun sanggup mengatasinya dengan mudah. Bila saat ini Ibu Pertiwi sangat terluka, percayalah bahwa putra-putri terbaiknya tanpa henti mengusahakan kesembuhannya. Mari berikan doa tulus kita, karena Tuhanlah muara segala harap. Maaf Dek, kata-kata ini terlalu berat untukmu, seberat amanat yang dibebankan kepadamu. Terima kasih atas bahan renungan yang kau berikan. Terima kasih juga karena kau telah menjadi inspirasi saya."

"Dirgahayu Indonesia...!!!
Semoga engkau tetap eksis walaupun cinta bangsamu telah terkikis"


07 Agustus 2011

TRILOGI STANZA

: Kau, Bulan, dan Gazebo

KAU

Malam temaram
Bulan sempurna tersipu mengintai di langit dalam pesta cahaya
Pandangmu menghunjam laksana pasupati yang melesat
Menancap di tubuh Dewabrata dan tersungkur di padang Kurusetra
Yang didamba telah tiba
Disambutnya kekasih sejati pada ajalnya
Karena Dewi Amba
Telah menyatu dalam tikaman panah tepi Gangga


Dalam api yang menyala

Kau ungkap nyanyian jiwa
Seirama gemericik air sungai
Yang mengalir ke ujung muara
Gerimis rahasiakan desah
Berpacu dalam harmoni detak hati
Bulan di langit
Dendangkan tembang asmaradana


Malam telah jauh
Jarum jam menyulam sepi
Bulan berselimut awan
Kelam langit pun sehitam jelaga
Angin berdesir
Selembar daun kering jatuh
Tergolek di pembaringan
Kau dan aku bersenyawa dalam jiwa
 


BULAN

Setiap kali datang di belantara malam
Aku memandangnya pilu
Karena ia kabarkan tentang dirimu
Yang mengisi hari-hariku
Menerobos batas ruang dan waktu
Memancar redup di cakrawala kalbu
Hingga aku terbelenggu merindumu
Menapaki titian kasih di relung yang jauh


Tiada ujung batas untuk berlabuh
Laksana kuntum bunga mekar
Pada pohon patah tangkai
Tak mengaduh ia jatuh lalu kau rengkuh
Aku masih di sini
Tak penat menanti
Sampai malam pun pergi
Menyublim dalam mimpi abadi                                                       


GAZEBO


Inilah rendezvous terindah bagiku
Penuh daya magis
Laksana teluk kehidupan
Yang menarik angan dan harapan
Bersamamu
Lalu kepadamu aku berbisik:
Kau, bulan, dan gazebo
Adalah lukisan indah dalam hidupku