25 Mei 2009

Kisah Tak Berbingkai (Episode I)

Ibarat sebuah novel, alur perjalanan hidup saya tersusun atas sekuen-sekuen (rangkaian cerita). Peristiwa-peristiwa yang terjadi tidak selalu linier dan kronologis berdasarkan urutan waktu ke masa depan. Namun, sorotan-sorotan masa lalu (flash back) baik yang berupa kisah dalam kenyataan hidup maupun kisah dalam mimpi turut memberi warna, corak, dan derap dalam kehidupan saya. Peristiwa yang tersusun atas sekuen-sekuen tersebut saya bagi menjadi dua bagian, yaitu mimpi dan bukan mimpi. Dalam "Kisah Tak berbingkai" ini, saya hanya akan membagikan sedikit cerita yang merupakan loncatan-loncatan peristiwa tanpa koherensi.

I. Mimpi

Ada dua pengertian mimpi secara umum, yaitu (1) Sesuatu yang dilihat atau dialami dalam tidur; (2) Harapan atau cita-cita atas tercapainya sesuatu. Dalam konteks ini, mimpi yang saya maksud adalah kata yang memiliki pengertian pertama.

Saya selalu bermimpi dalam setiap tidur, bahkan dalam tidur fase awal, ketika alam sadar dan alam bawah sadar masih berbaur. Banyak orang berpendapat bahwa tidak semua orang bermimpi, dan tidak semua pemimpi selalu mengingat mimpinya. Teori itu (sampai saat ini) tidak berlaku pada diri saya, karena saya selalu bermimpi dalam tidur dan mengingat setiap detailnya secara utuh dalam alur yang kronologis lengkap dengan tokoh dan seting peristiwa. Pernah saya berpikir untuk menyusun kumpulan cerita yang bersumber dari setiap mimpi yang saya alami, tetapi niat itu saya batalkan karena saya takut menjadi orang lain dalam dua dimensi kehidupan yang berbeda. Dalam tulisan ini saya hanya membagikan beberapa kisah mimpi yang ringan dan jika mengenangnya, saya merasa bahagia karena perasaan rindu yang sentimentil terhadap kampung halaman.

1) Saya dan Tukang Cat

(Mimpi ini terjadi ketika saya masih berusia 5 tahun).

Pada waktu itu, Ayah datang dari tempat tugasnya di Yon 501 Madiun. Ayah membawa oleh-oleh baju berwarna hijau untuk saya, dan baju berwarna orange untuk kakak perempuan saya. Baju baru itu saya pakai sampai malam, bahkan sampai tidur. Dalam tidur saya bermimpi sedang berjalan-jalan di jalur kereta api dengan mengenakan baju itu. Jalur kereta api Babat-Jombang yang melintas di belakang rumah orang tua saya, di seberang halaman belakang yang luas, khas rumah pedesaan. Saya berjalan ke arah timur menuju Bis (sebutan orang di desa saya terhadap jembatan rel kereta api yang berarsitektur Kolonial Belanda). Sebelum saya sampai di Bis, muncullah seorang tukang cat dari arah timur sambil memikul keranjang berisi kaleng-kaleng cat. Setelah dekat dengan saya, dia berhenti dan meletakkan keranjangnya. Pak Tua itu melambaikan tangannya, lalu saya mendekat. Kemudian dia mengeluarkan kain persegi empat berwarna putih dengan gaya seperti Matador yang akan menangkap banteng. Saya diminta menelungkupkan kepala di atas keranjang. Ketika kain putih itu akan ditutupkan kepala saya, terdengar suara seorang pemuda yang mengatakan bahwa saya harus lari karena tukang cat itu akan memenggal kepala saya. Mendengar itu saya hempaskan tangan tukang cat dan lari sekuat tenaga. Saya terbangun dari tidur dengan napas tersengal-sengal. Sejenak pikiran saya merekonstruksi mimpi tersebut kemudian tertidur lagi sampai pagi.

Pagi itu (masih dengan baju baru berwarna hijau) saya menuju halaman depan rumah untuk menunggu anak-anak berangkat sekolah. Ini selalu saya lakukan karena saya ingin sekali sekolah, sedangkan umur saya waktu itu belum cukup. Saya cukup senang hanya dengan melihat mereka berangkat sekolah. Satu demi satu lewat, sampai saya merasa sudah tidak ada lagi yang bisa dilihat. Ketika menoleh ke arah timur, saya terkejut dan sangat ketakutan. Seorang tukang cat memikul keranjang dengan menawarkan dagangannya: “Caaaat…..Caaaaat….!” sama persis dengan kejadian yang baru saja saya alami dalam mimpi. Sambil bersembunyi di balik rimbun bunga-bunga, saya berpikir bagaimana caranya agar Pak Tua, si tukang cat itu tidak mengenali saya. Ide datang begitu cepat, saya lari ke dalam rumah dan menukar baju hijau yang saya pakai itu dengan baju orange milik kakak. Setelah yakin bahwa tukang cat itu tidak mengenali saya dengan ciri-ciri baju berwarna hijau, maka saya keluar rumah dengan mengenakan baju berwarna orange. Sangat Percaya diri saya mendekati tukang cat. Dan saya sangat senang karena tukang cat itu benar-benar tidak mengenali saya karena saya telah bertukar pakaian. “Aman...!!!” teriak saya kuat-kuat.

Bertahun-tahun kemudian saya baru bisa menertawakan kebodohan itu. Sampai saat ini, setiap mengingat mimpi itu, saya merasakan energi rindu yang sangat kuat terhadap kampung halaman dan semua orang yang berada di sana, terutama Ibu dan saudara-saudara saya.

Bersambung …




14 komentar:

  1. Mimpi adalah bunga tidur, namun terkadang jadi kenyataan....
    Ada Award untuk ibu di postingan terbaru saya.

    BalasHapus
  2. salam guru lilis...

    mimpi yang menarik.... :)

    seronok baca kisah mimpi guru lilis.... best sangat... :)

    "sempat juga yer guru lilis... cepat2 tukar baju warna orange..:)"

    salam hangat dari malaysia.

    BalasHapus
  3. @Seti@wan Dirgant@Ra

    Barangkali kekompakan antara MIMPI DAN KENYATAAN itu hanya kebetulan saja Pak.
    Terima kasih atas award yang Anda berikan. Insya Allah (kalau sudah saya ambil) akan saya letakkan di halaman "HADIAH DARI KAWAN" yang berisi koleksi award dari kawan-kawan.


    @fahmi latiff
    (Sahabat setia saya dari Malaysia)

    Salam juga Fahmi...
    Saya merasa sangat bahagia setiap menyambut kunjungan Anda.

    Tujuan penyajian kisah ini hanya sekedar menghibur teman Blogger dan semua pengunjung Blog ini. Tidak ada muatan apa pun, karena sesungguhnya: hal kecil dan sederhana pun dapat memberi "manfaat" bagi orang lain,
    Apa pun dan bagaimana pun wujudnya.

    Salam hangat dari Tanah Jawa

    BalasHapus
  4. Tukang cat: ini anak kenapa yaa ketakutan lihat saya... sampai ganti baju segala.

    Kok bisa yaa ingat mimpi sampai detail...
    pasti ada asyiknya
    tapi ada seremnya..

    BalasHapus
  5. Mengingat mimpi dengan detail bahkan mimpi-mimpi di waktu kecil adalah anugrah yang tidak dimiliki oleh setiap orang.

    Waktu membaca judul sampai baju warna hijau dan orange saya sempat menebak endingnya adalah menseragamkan baju dengan cat menjadi duo colour. Ternyata cerita ini lebih hebat dari yang saya duga. Bikin senyum juga... Jazakillah

    BalasHapus
  6. mimpi memang satu hal yang menarik. saya yang laki2 ini pernah mimpi hamil! kalau ditulis mungkin juga bisa jadi menarik seperti kisah baju hijau dan tukang cat itu. sayangnya, saya samasekali tidak bisa bertutur lewat tulisan sebagus dan semendetail ibu.


    daud ardiansyah

    BalasHapus
  7. Wah hebat, bu guru bisa mengingat kejadian eh mimpi yg terjadi 32 th yll, berarti peristiwa yg terjadi kapanpun tentu masih ingat detilnya ya, ini anugerah yg luar biasa, mungkin karena saya tidak pernah bermimpi ..., tadi malam atau beberapa hari yll saya tidak tahu mimpi apa aku.
    Jadi penasaran cerita sambungannya nih...

    BalasHapus
  8. blum bisa kasi komentar, nunggu sambungannya...

    BalasHapus
  9. @Big Sugeng
    Asyik dan serem, Boss...
    Oleh karena itu tidak semua mimpi saya share di sini
    Yang lucu-lucu saja biar asyik.
    Thanks atas kunjungan rutinnya.


    @Muchlisin, saudaraku
    Ente berbakat menjadi resensator,
    walaupun ending cerita dalam mimpi ternyata unpredictable.


    @Daud Ardiansyah
    Membaca tuturan Anda tentang mimpi hamil, saya teringat Arnold Schwarzenegger dalam film JUNIOR, lucu dan seru...!!!
    Thanks for your comment...

    @Anonim
    Waahhh... Semua teman blogger tidak ada yang tahu usia saya. Hmmmm... pasti geo posisi Anda paling dekat dengan saya. (Nanti saya ajari bagaimana cara bermimpi)
    Terima kasih untuk komentar PERTAMA ...

    @Mas Uce
    Saya jadi was-was kalau komentar Dokter menunggu sambungan cerita. Jangan-jangan sedang mengumpulkan data untuk menganalisa gejala gangguan jiwa pada diri saya?
    Ah... cerita mimpi cukup sampai di sini saja.
    Terima kasih atas penantiannya...

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Hhehehehehe

    Lucuuuu...
    Lumayaann...untuk menghilangkan rasa penat...sekalian refresh...
    Semoga mendapat pahala yang berlimpah..karena sering menghibur orang..
    Bu lis beda dgn saya,ingatannya lebih Joss!!Kalau saya setelah mimpi kebanyakan lupa apa yang telah saya mimpikan...Tapi tergantung mimpinya sih bun...
    Hehehehehe....salam kangen...

    BalasHapus
  12. tuhhh...kan... gak konsist lagi...

    BalasHapus
  13. Award untuk Ibu Klik disini , Karena sudah mampir memberikan komentar. Silahkan dicopy yah.

    BalasHapus
  14. masa lalu dengan mimpi, menarik sekali...
    bagaimana ya bisa mengingat mimpi dengan begitu detil? salut..

    BalasHapus